19. Malam Kelam Tanpa Bintang.

2.6K 130 1
                                        

Jadi,ketika aku pergi apakah kau merindukan ku juga?


-Gaksa Gerald Agara

ASELA kini sedang menunggu jemputannya yang tak kunjung datang, sudah lebih dari 10 menit yang lalu ia berdiri didepan gerbang tapi hasilnya nihil. Tak ada seorang pun yang datang menjemputnya.

Sebelumnya Jaya, ayah dari Asela telah mengatakan bahwa ia akan menjemput anaknya disekolah. Tapi seperti yang terlihat Jaya belum juga datang.

Kling!

Notif dari ponsel Asela berbunyi menandakan adanya pesan masuk, tanpa pikir panjang Asela langsung membuka notif tersebut.

From : Papa

Asela, maaf ya papa gak bisa jemput ada meeting mendadak soal nya.

Asela menghela nafasnya lelah, selalu seperti ini jika Papa nya yang menjemput. Mau tidak mau Asela harus menelfon Mamanya karena Asela sangat tidak ingin jika harus naik kendaraan umum.

Tin tin

Suara klakson tersebut membuat Asela terlonjak kaget, menoleh dan menatap tajam kepada orang yang berani mengagetkan nya barusan.

"Apaan?!" sewot Asela pada pria tersebut.

"Pulang sama siapa lo?"

"Dijemput."

"Yakin lo? mau nebeng gak?" tanya Rangga.

Asela terdiam, berpikir sejenak. Apa ia harus menelpon Mama nya untuk menjemput atau menerima saja tawaran Rangga?

Kalo gue nunggu Mama, bakalan lama.

Eh tapi masa gue nebeng sama orang songong kek dia sih?!

Bodo lah gapapa...

"Beneran? lo gak niat nyulik gue kan?" tanya Asela ragu pada Rangga yang sedari tadi sabar menunggu Asela berpikir.

"Pertanyaan lo kayak orang bodoh tau gak?" tanya Rangga sarkas pada Asela.

"Yee siapa tau niat busuk lo itu."

"Ngapain nyulik lo bego! mau nebeng gak nih?" tawar Rangga sekali lagi pada Asela yang menatap nya curiga.

"Ck iya-iya! ayo!" seru Asela naik ke atas motor merah besar milik Rangga.

"Udah ayo jalan."

"Pegangan."

Pletak (anggap aja suara kena tabok)

"GAK USAH NGEBUT YA!"

"Iya, udah nebeng bawel lagi."

"Awas aja lo ngebut!"

Teriak Asela pada Rangga setelah puas dengan tabokan kerasnya tersebut. Tak tau kenapa berbicara dengan Rangga selalu membuat Asela naik darah.

"Sakit, jahat banget sih lo." ucap Rangga dengan nada cemberut yang menggemaskan membuat Asela mendelik geli.

GASKA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang