23. List Sore Hari.

2.5K 98 1
                                        

Ask yourself!
if you've ever worked hard for anything?

-Asela Natasya Adijaya

SETELAH menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Asela dan Rangga sampai dirumah Asela.

"Lo bawa motornya lambat banget sih, sengaja ya pengen lama-lama deket gue ?" tanya Asela setelah turun dari motor Rangga.

Rangga menghela napas lelah, "Ntar gue bawa laju salah bawa pelan salah, salah mulu gue." ucap Rangga.

"Iya emang salah."

"Hm, nanti sore keluar yuk,"

"Ogah!"

"Temenin gue dong, gue gak ada temen..." ujar Rangga memelas berharap Asela ingin menemaninya nanti sore.

"Ck." decak Asela malas. Ternyata Rangga yang di idolakan satu sekolah itu mempunyai sifat manja yang sangat bertolak belakang dengan sikap cueknya.

"Mau kemana emang?" tanya Asela malas.

Mendengar pertanyaan Asela membuat senyum Rangga langsung terukir dengan indahnya.

"Temenin ngelatih basket mau?"

"Yaudah jemput ya."

"Yeey...makasih Asela cantik, nanti gue chat kalo otw." ucap Rangga mencubit gemas pipi Asela sambil tersenyum manis.

Mau tak mau Asela juga ikut mengembangkan senyumnya melihat Rangga yang begitu senang.

"Yaudah pulang sana, istirahat dulu biar gak kecapean."

"Ih perhatian deh, jadi suka."

"Astaga cuma ingetin doang."

"Iya-iya masuk dulu sana, baru gue pulang." ucap Rangga dengan suara lembut.

Asela hanya mengangguk kemudian masuk lalu menutup pagar rumahnya lagi. Barulah Rangga pergi dari sana.

"Assalamualaikum. Mama Asela pulang nih." teriak Asela dari pintu depan rumahnya yang terkunci.

Beberapa menit kemudian, terbukalah pintu tersebut menampakan Keyla yang sepertinya baru saja bangun tidur.

"Kakak Sel, beliin martabak dong." pinta Keyla menjulurkan kedua tangannya kepada Asela.

Asela yang baru saja membuka sepatunya kini mengernyitkan dahinya.

"Tumben, beli sendiri lah. Manja banget." ucap Asela kemudian naik kelantai dua dimana kamarnya berada.

"Iya, gara-gara kak Asela yang bangunin Key. Jadi kakak harus beli." ujar Keyla dengan nada kesal.

"Dih, Mama mana Key?" tanya Asela melihat rumah yang selalu sepi itu kini tak terlihat ada Mamanya disana.

"Mama kerumah tetangga."

"Oh. Kamu mau tidur lagi?" tanya Asela sedangkan Keyla hanya mengangguk memgiyakan.

Dengan segera Asela masuk kekamar mandi mencuci muka dan mengganti bajunya.

"Yaelah udah molor aja nih anak." Asela duduk ditepi kasurnya memainkan ponselnya. Membuka aplikasi Whatsapp dan membalas pesan.

Lalu membuka Instagram, tidak ada yang menarik hanya beberapa orang yang baru saja memfollow akunnya dan menyukai postingannya yang diunggah beberapa minggu yang lalu saat ia foto berdua dengan Gaska diacara PENSI SMA Permata.

Melihat senyuman itu lagi membuat Asela merasa rindu dengan canda tawa Gaska. Bosan dengan lamunannya, Asela memutuskan untuk turun ke bawah berniat mengisi perut nya yang kosong.

"Hey anak Mama udah balik?" tanya Anita yang baru saja datang dan langsung ke dapur dan ternyata putri sulungnya itu sudah ada dirumah.

"Hai Ma, hari ini aku mau keluar boleh kan?" tanya Asela langsung ke topik yang sedari tadi ingin ia sampaikan.

"Tumben, sama siapa?"

"Sama temen."

"Cowok apa cewek?"

"Hmm...cowok."

"Siapa ?" tanya Anita yang sangat antusias jika mengenai seorang pria yang akan keluar bersama anak gadisnya.

"Ih Mama kepo deh, boleh gak?" tanya Asela sekali lagi, malas dengan tinggkah Mamanya.

"Iya boleh kok, pulang nya jangan kemalaman." ingat Anita.

"Iya kepagian aja." ucap Asela pelan, bosan dengan hal yang diingatkan selalu itu-itu saja.

"Heh apa kamu bilang?"

"Hehe canda kok Ma. Asela udah makannya nih, siap-siap dulu ya." ucap Asela terkekeh kemudian beranjak menuju kamar nya.

Dikamar, Asela tidak langsung bersiap-siap tetapi ia mengecek ponselnya terlebih dahulu apakah Rangga sudah memberikan kamar ataukah belum.

~you can't stop lovin my self..

Orang yang dipikirkan pun kini membuat sebuah panggilan di ponsel Asela. Tanpa pikir panjang Asela langsung menjawab panggilan tersebut.

"Siap-siap, 5 menit gue sampai." ucap Rangga tanpa basa-basi kemudian langsung menutup panggilan tersebut.

Asela hanya bisa menghela napas nya, lalu beranjak memoleskan sedikit bedak dan liptint agar tidak pucat.

Meraih jaket merah maron dan memakainya, tas selempang yang ada dibalik pintu itu diraihnya dan memasukan ponsel, dompet dan liptint kedalamnya. Kemudian turun kebawah untuk berpamitan kepada Anita.

"Bye Mama! Asela pergi dulu." ucap Asela lalu melangkah keluar rumah dan ternyata sudah ada Rangga disana.

"Lama gak nunggunya?" tanya Asela setelah naik keatas motor Rangga.

"Nggak, lo udah pake helm?"

"Udah."

Tanpa basa basi lagi Rangga langsung menjalankan motornya kali ini berbeda dengan biasanya. Jika biasanya Rangga menjalankan motor nya dengan kecepatan rata-rata, maka kali ini ia menjalankan motornya denga kecepatan diatas rata-rata. Membuat Asela sedikit mengeratkan pegangannya dijaket yang Rangga pakai.

"Kenapa laju banget sih?" tanya Asela sedikit berteriak agar Rangga dapat mendengar suaranya.

"Gapapa, pegangan aja yang kenceng." jawab Rangga santai.

Tapi Asela dapat merasa kan aura yang berbeda dari seorang Rangga pada Asela biasanya, kali ini Rangga terlihat sedikit tegas dan dingin.

Sesampainya disekolah, Asela dan Rangga langsung menuju lapangan basket yang ternyata sudah cukup ramai.

"Apa karena gue Rangga telat dateng ya?"

"Tapi gue rasa, gue tepat waktu kok."-batin Asela.

"Sel duduk aja disitu nanti gue samperin lo lagi, gapapa kan?"

"Iya gapapa kok." jawab Asela apa adanya.







Adegan kali ini terlalu panjang gaes...
Jadi aku bagi jadi dua part..
Jangan lupa vote dan komen..
See you next part =>
Double update kok :)

GASKA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang