3. Bercanda kok I

4.1K 181 3
                                        

Apa pipi merah ku selalu menjadi yang terfavorit untuk dilihat ?
Maka
Katakan saja semua hal manis yang kau punya..

-Asela Natasya Adijaya

SAAT jam pulang sekolah memang saat yang paling membahagikan dan paling ditunggu oleh seluruh murid di sekolah.

Dan saat yang ditunggupun akhirnya tiba setelah melewatkan mata pelajaran matematika peminatan yang sangat menguras energi otak.

"Kerumah Gaska yuk, butuh refreshing nih pikiran gue." ajak Kenan pada Arnan yang masih belum selesai membereskan perlengkapan sekolahnya.

"Udah tua sih, makanya banyak pikirankan hhaha." ucap Arnan yang berhasil mendapat satu tabokan keras dikepalanya, tentu saja Kenan yang melakukannya.

"Sakit njir." keluh Arnan tak percaya apa yang dilakukan Kenan padanya barusan.

"Bodo amat."

Sedangkan Gaska hanya diam menjadi penonton setia atas kelakuan tak jelas dua sahabatnya.

Gaska tak tertarik sama sekali untuk memcampuri urusan mereka berdua yang tidak ada penting-pentingnya sama sekali.

Kapan gue punya temen yang waras?

Begitulah kira-kira pertanyaan yang ada dipikiran Gaska saat ini.

"Gue pulang dulu, yang mau main langsung kerumah aja." pamit Gaska setelah membereskan alat tulisnya. Beranjak dari tempat duduk dan segera keluar dari kelas.

Gaska keluar dengan headseat ditelinga dan mengendong satu lengan tas dikiri dan yang satunya lagi dibiarkan begitu saja. Dengan senyuman manis yang dilemparkan kepada murid yang menyapanya dan cara berjalan yang cool dengan satu tangan terselip disaku celananya membuat Gaska terlihat tampan berkali-kali lipat.

"Gaska!"

Baru saja Gaska ingin membuka pintu mobilnya, teriakan itu berhasil mengagetkan Gaska. Siapa lagi jika bukan Asela, bidadari cantik yang mempunyai kelakuan layaknya penyihir. Begitulah yang dipikirkan Gaska.

"Apa ?" tanya Gaska singkat, tampaknya ia sedang sangat lelah hanya untuk membalas sapaan dari Asela.

"Nebeng dong, bolehkan?"

"Dih, ogah!" jawab Gaska cepat, apa lagi yang dipikirkan gadis ini? apa gadis ini ingin ia mati saja? tak puaskah menyuruh Gaska untuk mengendongnya tadi?

Hei, jangan salah sangka. Tubuh Asela tidak sebesar itu kok, Asela memang mempunyai bentuk tubuh yang berisi tapi tidak gendut dan dengan tinggi yang standar sehingga hal itu seakan menjadi pendukung akan paras cantiknya.

"Yah Gaska, terus gue gimana dong? gak ada yang jemput. Tadi Desla juga udah pulang duluan." ucap Asela dengan raut wajah sedih, membuat siapapun yang melihatnya akan langsung bersimpati kepada gadis ini.

Begitu pula dengan Gaska yang sempat merasa simpati terhadap Asela tapi buru-buru ia menghilangkan perasaan itu,ia tak ingin gadis ini membohonginya.

"Ya mana gue tau."

"Ck, pelit banget sih..."

Gaska hanya mengendikan bahunya tak peduli kemudian membuka pintu mobilnya bersamaan dengan suara cempreng dari Asela.

GASKA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang