Senyum itu ibadah
Kalo gitu senyum aja terus sampe dikatain gila sama mama
:v
-Asela Natasya Adijaya
SETELAH mengantar Asela pulang sampai kerumahnya, Gaska langsung pamit dan pulang menuju rumahnya sendiri. Tak enak hati jika harus mampir terlebih dahulu karena Asela juga sedang sendirian dirumahnya. Jika Gaska mampir maka akan menimbulkan prasangka buruk kepada tetangga.
Sekitar 20 menit Gaska akhirnya sampai dirumahnya sendiri. Setelah dibukakan gerbang oleh penjaga rumah, Gaska memarkirkan mobilnya dibagasi. Dahi Gaska mengernyit mendapatkan sebuah mobil hitam terparkir rapi dihalaman rumahnya yang terbilang cukup besar itu.
Tanpa pikir panjang Gaska segera turun dan masuk kedalam rumah, menaiki satu persatu anak tangga dengan santai dan hati-hati. Bukan tanpa alasan, dulu Gaska pernah jatuh ditangga itu saat kelas 4 SD. Dan akan Gaska pastikan kejadian menyakitkan itu tidak akan terulang lagi, karena Gaska paling benci yang namanya sakit. Membuat ia tidak bisa bergerak bebas sesuka hatinya.
Gaska membuka pintu kamarnya yang ada dilantai dua itu dan sambutan meriah dari Arnan dan Kenan lah yang didapatkannya.
"Hello Gaska! kapan datang kok gak telpon gue dulu sih?" ucap Kenan.
"Iya, kan gue sama Kenan bisa siapin camilan dulu buat lo." sahut Arnan.
Gaska yang tak paham dengan ucapan mereka hanya bisa mengangkat bahu tak peduli, toh ini rumahnya. Lalu apa yang salah?
"Ck, lo tuh kemana aja kampret!" teriak Kenan yang merasa diabaikan oleh Gaska.
"Tau gua tungguin dari tadi juga." sahut Arnan lagi dengan nada santai tidak seperti Kenan.
"Ada urusan tadi." jawab Gaska seadanya seraya menganti seragamnya dengan kaos putih polos.
"Cih, "Kalo mau main,kerumah aja" prreett! tau-tau kita duluan yang nyampe. Iya kan Ken?" ucap Arnan menyindir apa yang dikatakan oleh Gaska beberapa jam yang lalu.
"Ho'oh, urusan apaan emang? tumben-tumbenan ada urusan?" tanya Kenan curiga, karena biasanya Gaska tidak pernah ada urusan yang tidak menyakut mereka berdua.
Misalnya OSIS? Kenan adalah sekertaris 1 dan Arnan adalah sekertaris 2, jadi jika urusan OSIS mereka pasti ada disana.
Dan untuk hal lain? no way! Gaska gak bakal ada urusan selain itu, toh pacar juga gak punya.
"Nganterin Asela pulang."
"Wihh gercep amat bang, takut ada tikungan yah?" tanya Kenan tidak nyambung.
Gaska yang tak mengerti menoleh kearah Kenan, "Maksud lo?" tanya Gaska.
"Yaelah gitu doang masa gak peka sih? lo suka sama Asela kan? lo berdua lagi pdkt kan? iya kan? ngaku gak lo?"
Mendengar pertanyaan beruntun yang diberikan Kenan membuat Gaska mengerutkan dahinya bingung.
"Are you kidding me? haha kagak lah." ucap Gaska, berusaha mengendalikan ekspresi wajahnya. Dan jawaban Gaska hanya dibalas senyum miring oleh Kenan.
Kenan tau cepat atau lambat sahabatnya ini akan merasakan yang namanya jatuh cinta, tapi Kenan tak menyangka jika Gaska akan jatuh pada gadis cerewet seperti Asela.
KAMU SEDANG MEMBACA
GASKA ✓
Aléatoire‼️‼️‼️‼️‼️ INI MASIH DALAM TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH. JADI MAAF BANGET KALO ALUR AWAL SAMA PERTENGAHAN SAMPAI AKHIR GAK NYAMBUNG GITU. ‼️‼️‼️‼️‼️ Gaska gak pernah ketemu cewek kayak Asela sebelumnya. Cewek pecicilan yang ngejar-ngejar cowok tanpa...
