Perlakuan manis itu selalu berhasil membuat hati kecil ini terbang tinggi..
-Asela Natasya Adijaya
MALAM ini Gaska hanya duduk di sofa ruang tengah ditemani dengan beberapa cemilan dan susu cokelat hangat.
Dengan sorot mata lurus menghadap ke layar televisi yang menyala, namun bukan itu fokusnya.
Fokus Gaska kini adalah tentang perasaannya pada seorang Asela yang mengusik hati dan pikirannya belakangan ini.
"Kenapa Asela ngejauhin gue?"
"Emang keterlaluan banget?"
"Terlalu berlebihan?"
"Emang Asela beneran suka sama gue?"
"Tapi gue rasa sikapnya dia cuma main-main doang."
"Gimana sih?"
"Eh? kok gue bingung?"
"Lagian kok gue pikirin."
"Gue gak mungkin suka sama dia kan?"
"Tapi kok gue galau gini sih?!"
Itulah yang ada dipikiran Gaska saat ini, konflik batin dengan hati sendiri memang lah masalah yang cukup besar bagi para remaja.
"Aarrrggg!!" teriaknya sambil mengusap rambutnya frustasi.
"Kok jadi mikirin Asela gini sih?" tanya Gaska pada dirinya sendiri, pusing akan hati dan pikiran yang tidak sejalan.
Gaska mengambil ponselnya,mencoba untuk menyelesaikan masalah ini d engan cepat, ditekannya beberapa tombol dan tanpa ragu Gaska langsung memgirim pesan singkat kepada Asela.
To Asela : Ase m? gue tau lo marah sama gue, gue minta maaf soal itu :(
Setelah pesan singkat itu terkirim Gaska langsung menyimpan ponselnya kembali diatas meja.
Meminum susu dan memakan beberapa camilan yang telah diberikan oleh Bunda nya tadi.
Kini Jordan dan Velita sedang pergi berbelanja kebutuhan rumah untuk Gaska satu bulan kedepan. Mengingat mereka akan berangkat ke London dua hari lagi.
Telah lewat beberapa menit belum juga ada tanda-tamda Asela membalas pesannya, Gaska meraih lagi ponselnya diatas meja ternyata pesan tersebut hanya di baca saja oleh Asela.
To Asela : Ase? gue tau lo marah sama gue, gue minta maaf soal itu :(
Read
Tak ingin menyerah Gaska sekali lagi mengirim pesan singkat kepada Asela berharap kali ini Asela akan membalas pesannya.
To Asela : Gapapa Sel kalo lo gak mau balas pesan gue... gue tau lo masih marah sama gue.
To Asela : Marahnya jangan lama-lama ya..
To Asela : Gue kangen sama lo :)
*****
"Aaaaaaah Gaska! lo bikin gue gila!" teriak Asela.
Asela kini menatap layar ponselnya dengan mata berbinar-binar, melihat isi pesan yang dikirim oleh Gaska membuat hati Asela berdesir hangat.
Ingin sekali rasanya ia membalas pesan itu dengan hal yang sama, bahwa ia juga sedang sangat merindukan Gaska saat ini.
Tapi tekad Asela kini sudah bulat bahwa ia harus berjuang untuk menjauh dari Gaska agar ia bisa tau bagimana sebenarnya perasaan Gaska padanya.
"Gue juga kangen sama lo Gaska." ucap Asela mengenggam ponselnya dan mendekapnya didepan dada, seolah-olah rasa rindu itu bisa tersamaikan pada Gaska.
Jika Gaska memang tidak memiliki perasaan sedikit pun kepada nya maka Asela harus bisa berjalan jauh dari Gaska.
Dan jika memang benar hal itu terjadi maka tidak akan ada lagi canda tawa antara Asela dan Gaska nantinya, tidak akan ada lagi yang bisa membuat Asela selalu bersemangat untuk datang kesekolah, tidak akan ada lagi goodaan yang sengaja di buat oleh Gaska hanya untuk melihat pipi merah Asela.
"Kak Asela, ayok makan bareng. Mama sama Papa udah dibawah."
Asela yang sibuk dengan lamunannya kini dikejutkan oleh datangnya Keyla yang langsung menarik tangan Asela menuju ruang makan yang ada dilantai bawah.
"Eh? iya Key... jangan tarik-tarik!" seru Asela saat Keyla dengan terburu-buru memarik tangannya.
"Kak Asela lama jalannya,Key udah laper." ujar Keyla membuat Asela hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah Keyla.
Asela sudah sangat paham bahwa Keyla yang mempunyai nafsu makan yang banyak itu tidak bisa menahan lapar jika sudah waktu nya makan.
Sasampai nya dimeja makan Asela dan Keyla langsung duduk kemudian ngambil lauk pauk yang sudah di sediakan.
"Gimana sekolah kamu? betah?" tanya Jaya, sang Ayah dari Asela.
Asela mengangguk, "Iya Pa, betah kok. Gak ada masalah juga." jawab Asela setelah mencerna makanannya.
"Bagus deh, Papa cuma khawatir kalo kamu gak betah kamu boleh pindah lagi aja ke Kalimantan, tinggalnya sama Nenek." ucap Jaya lagi,
Kini Asela menggeleng dengan cepat, "Gak apa Pa, Asela nyaman kok disini. Lagian kalo tinggal disana jadi ngeropotin Nenek sama Kakek lagi." ucap Asela memcari alasan.
Asela hanya tidak ingin pindah kesana dan pergi jauh dari Gaska,entah kenapa Asela mungkin sudah sangat jatuh cinta pada pria itu hingga pikirannya tak pernah lepas dari Gaska.
Saat disuruh indah lagi pun, bukannya memikirkan dirinya sendiri Asela malah memikirkan tentang akan jauh dirinya dengan Gaska nanti.
Satu sekolah aja masih kerasa jauh ,apalagi kalo pindah coba? bisa mati kerinduan kali gue.- Asela.
"Hehe, kenapa gitu banget responya kak? udah punya pacar yah?" tebak Jaya lagi, melihat respon dari Asela yang begitu berbeda.
"Ih Papa apaan sih? gak ada kok." elak Asela malu sendiri.
"Terus apa? gebetan? tiap malem senyum-senyum sendiri didepan ponsel, beneran gak ada?" gantian kini Anita yang mencoba untuk mengoda anak gadis nya itu.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Mama nya Asela langsung mengalihan pandangan ke arah lain, menunduk berusaha menyembunyikan rona merah diwajahnya membuat orang tuanya terkekeh geli.
Bahkan Keyla pun sampai tertawa melihat pipi Asela yang sudah semerah tomat itu.
"Lucu..." ucap Keyla.
VOTE nya jangan Lupa !!
Author lagi pusing :(
KAMU SEDANG MEMBACA
GASKA ✓
Random‼️‼️‼️‼️‼️ INI MASIH DALAM TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH. JADI MAAF BANGET KALO ALUR AWAL SAMA PERTENGAHAN SAMPAI AKHIR GAK NYAMBUNG GITU. ‼️‼️‼️‼️‼️ Gaska gak pernah ketemu cewek kayak Asela sebelumnya. Cewek pecicilan yang ngejar-ngejar cowok tanpa...
