Jangan dengar apa yang mereka katakan.. Karena apa yang mereka katakan tentang ku belum terntu benar !
-Asela Natasya Adijaya
HENING,adalah satu kata yang cocok untuk menggambarkan suasana kantin tersebut.
Asela yang juga terkejut akan perlakuan nya,kini juga diam tak berkutik. Sampai ada yang bersuara.
"Lo apa-apaan sih Cin ?!" Gaska,terlihat sekali emosinya sedang memuncak.
"Apa ? lo belain dia ? hah ?!" tanya Cintya tak terima.
"Kalo iya kenapa ?!" jawab Gaska kesal.
"Gaska..lo kok jadi belain dia sih ?"
Pertanyaan dari Cintya Gaska abaikan begitu saja,Gaska menoleh kearah Asela dan sedikit menyisir rambut Asela yang kusut dengan sela-sela jarinya.
"Sel,lo gakpapa kan ?" tanya Gaska, Asela hanya menggelengkan kepalanya.
Melihat perlakuan manis Gaska pada Asela membuat,seisi kantin heboh dengan sorak sorai menggoda.
Namun sayang,mereka semua belum tau tentang hubungan Gaska dan Asela,jikalau mereka tau semakin malu lah Cintya akibat ulahnya sendiri.
Rangga datang dan langsung menarik lembut pergelangan tangan Asela.
"Kalo gak becus jaga cewek,mending gak usah !" ucap Rangga satkastik pada Gaska.
Lalu pergi membawa Asela begitu saja dari keramaian kantin tersebut,Asela sempat terkejut tapi detik berikutnya iya hanya mengikuti arah kemana Rangga membawanya.
XI IPS 1
Mereka masuk kedalam kelas tersebut,tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa siswi yang sedang merumpi.
"Duduk." titah Rangga,menyuruh Asela duduk dibangku nya dan Asela hanya menurut saja.
Terlalu pusing rasanya untuk membantah.
Sisiwi yang ada disana tadi,sedikit terkejut akan sikap Rangga yang tiba-tiba membawa seorang gadis masuk ke kelas mereka.
"Maya ! pinjam sisir rambut." ucap Rangga pada Maya,teman sekelasnya itu.
Maya tanpa pikir panjang langsung membuka tas nya dan melemparkan sebuah sisir berwarna pink kepada Rangga.
Rangga dengan sigap memangkap sisir tersebut dan duduk tepat diatas meja yang ada dibelakang kursinya.
Membuat Asela berbalik,dan mendingakkan kepalanya untuk melihat Rangga.
"Udah,lo liat ke depan aja." ucap Rangga dan Asela hanya bisa mengiti apa yang pria itu katakan.
Rangga dengan hati-hati mulai menyisir rambut panjang Asela yang kusut akibat ulah Cintya tadi.
"Ck,Sel rambut lo rontok." ucap Rangga melihat helaian rambut Asela jatuh kelantai.
"Aww Gaga ! sisirinnya pelan-pelan." ucap Asela meringis sakit.
"Iya..lagian gimana ceritanya sampe berantem ?"
"Ya itu."
"Itu apa ?"
"Hm..itu.."
"Jangan buat gue marah deh." ucap Rangga jengah.
"Dia gak terima gue deket sama Gaska dan gue bilang ke dia kalo dia cuma mantan nya Gaska,eh dia malah emosi dan narik rambut gue." jelas Asela.
"Ouh..sakit gak ?" tanya Rangga masih menyisiri rambut panjang Asela yang sudah mulai teratur lagi.
"Apanya ?"
"Rambutnya ditarik, sakit gak ?"
"SAKIT LAH GAGA GIMANA SIH !?" teriak Asela kesal pada Rangga yang kini tertawa ringan.
"Hahha, canda kok.." ucap Rangga dengan tawanya.
"May,nih sisir lo !" seru Rangga melemparkan sisir tersebut kepada Maya.
Rangga turun dari atas meja dan menarik tangan Asela untuk berdiri juga.
"Ayok."
"Kemana ?" tanya Asela yang masih betah duuk dikursi tersebut.
"Kantin lah,belum makan kan ?" tanya Rangga membuat Asela menggelengkan kepalanya.
"Gak mau ah ! malu !" seru Asela tak mau.
"Idih,biasa juga malu-maluin." ucap Rangga membuat Asela semakin kesal.
"Udah ayo ke kantin."
"Gak mau !"
"Yaudah tunggu disini..gue beliin makan dulu." ucap Rangga mengalah dan langsung pergi keluar dari kelasnya.
Saat Rangga pergi,Asela hanya duduk diam dibangku Rangga, tiba-tiba Maya datang duduk disebelah Asela.
Asela sebenarnya juga sudah kenal dengan Maya,karena Maya juga salah satu anggota basket putri.
"Lo berantem sama siapa ?" tanya Maya pada Asela.
"Sama Cintya..padahal gak ada niat mau berantem eh dianya tiba-tiba narik rambut gue yaudah gitu jadinya." jawab Asela kesal.
"Hm,gue ngerti kok..."
"Lo sama Rangga pacaran ?"
Pertanyaan Maya membuat Asela menoleh dengan ekspresi penuh tanda tanya.
"Hm,gue gak pacaran sama Rangga."
"Tapi kalian deket gitu,dan lo manggil Rangga pake sebutan Gaga." kata Maya masih tak mau kalah.
"Gue manggil dia Gaga karena kebiasaan aja sih," ucap Asela memberi alasan.
"Jadi beneran gak pacaran ?"
"Iya nggak."
"Tapi lo peka dong,kalo Rangga suka masa lo Sel."
"Iya tau kok,Rangga juga udah bilang sama gue..tapi sekarang kita udah sepakat buat jadi temen dekat aja dan sikap nya Rangga juga lebih cocok jadi Abang ke Adeknya." ucap Asela menjelaskan dan Maya hanya mengangguk mengerti.
Tak lama kemudian Rangga kembali dengan membawa sebungkus nasi goreng dan sebotol air mineral.
"Cepet makan,nanti keburu bel." ucap Rangga memberikannya pada Asela.
Asela langsung memakan nasi goreng tersebut karena ia juga memang sedang lapar.
"Kesambet apaan lu ?" tanya Maya heran sendiri melihat sikap Rangga yang cuek kini berubah drastis saat dengan Asela.
"Gak." jawabnya singkat.
Asela yang mendengarnya langsung memukul tangan Rangga membuat Rangga meringis sakit.
"Gaga ! jangan cuek-cuek ih !"
"Ck,iya bawel."
"Gue gak kesambet ya Maya..gue itu cuma lagi sayang banget sama nih cewek." ucap Rangga mengusap rambut Asela.
Asela mendongak dan tersenyum dengan perlakuan manis Rangga padanya,kali ini Rangga sudah tidak seperti seorang gebetan melainkan seperti seorang Kakak laki-laki baginya.
Begitu juga dengan Rangga,ia merasa Asela memang tidak cocok untuk menjadi kekasihnya. Mungkin karena Rangga terlalu over layaknya sorang Kakak laki-laki.
Vote !!
KAMU SEDANG MEMBACA
GASKA ✓
Random‼️‼️‼️‼️‼️ INI MASIH DALAM TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH. JADI MAAF BANGET KALO ALUR AWAL SAMA PERTENGAHAN SAMPAI AKHIR GAK NYAMBUNG GITU. ‼️‼️‼️‼️‼️ Gaska gak pernah ketemu cewek kayak Asela sebelumnya. Cewek pecicilan yang ngejar-ngejar cowok tanpa...
