Seberapa tinggi tipe ideal kamu, pasti akan kalah sama yang namanya jatuh cinta tanpa alasan yang jelas!
-Asela Natasya Adijaya
HARI kamis adalah hari yang paling disukai oleh Asela, kenapa? karena pada hari itulah semua hal baik datang padanya.
Tapi kali ini semua tak seindah biasanya. Kini Asela sedang berjalan sendirian dikoridor dengan langkah agak cepat agar lekas sampai dikelasnya.
Sepanjang jalan yang Asela dapat hanyalah tatapan sinis dan celotehan pedas yang dilontarkan padanya, baik itu adik kelas, seangkatan maupun kakak kelasnya.
Asela juga tak pernah menyangka bahwa kedekatannya dengan Rangga akan berdampak separah ini. Bahkan jika dibandinkan saat dengan Gaska sekalipun.
Asela yang berjalan menunduk sambil melihat langkah kakinya yang bergerak cepat, tiba-tiba sebuah tangan melingkarnya nyaman dipundaknya.
Membuat Asela sedikit terkejut dan mendongak untuk melihat siapa pelakunya, ternyata Gaska. Pria itu sedang tersenyum dan membalas sapaan hangat dari teman-temanya. Dan saat itu pula, Asela tak lagi mendengar ocehan-ocehan pedas yang sangat menusuk itu.
"Jalannya santai kali Sel, buru-buru amat." ucap Gaska.
"Gaska."
"Kenapa?" tanya Gaska santai.
"Lo ngapain?" tanya Asela semakin gugup saat Gaska menoleh kepadanya dengan jarak yang bisa dibayangkan sangatlah dekat.
"Gue kangen sama lo tau. Lo nya sama Rangga mulu sih."
"Maksud nya?" tanya Asela tak mengerti.
"Gak ada maksud apa-apa kok, gue anterin ke kelas ya." ucap Gaska sedangkan Asela hanya mengangguk.
Tapi disisi lain Asela masih saja berpikir keras akan apa yang dimaksudkan oleh Gaska barusan. Lambat memang, mungkin Asela terlalu sibuk menetral kan detak jantung nya yang mulai tak stabil.
Terus berkutat dengan pikirannya, tanpa sadar Asela membuat ekspresi bingung yang aneh. Gaska yang melihat hal itu kini terkekeh, mengangkat tangannya dan mengusap wajah Asela dengan lembut.
"Udah jangan dipikirin, lo bikin gue gemes tau." ucap Gaska berhasil membuat pipi Asela merah merona.
Akhirnya mereka berdua sampai di depan kelas Asela yang ternyata sudah cukup ramai. "Udah sampai, gue balik ke kelas dulu." ujar Gaska dan Asela hanya mengiyakan saja.
"Inget kata-kata gue, tetap jadi Asela yang gue kenal. Yang masa bodoh sama apa yang orang bilang tentang lo, jangan dipikirin. Pikirin aja kebahagiaan lo dulu baru lo boleh mikirin orang lain." jelas Gaska panjang lebar.
"Kalo gue mikirin Gaska?" tanya Asela tiba-tiba, membuat Gaska terdiam namun sedetik kemudian senyum manis terukir diwajahnya.
"Kalo itu sih gapapa." kata Gaska sangat percaya diri.
Membuat Asela tertawa ringan, ingat akan sikap Gaska yang sangat menyebalkan sekaligus membuatnya rindu.
"Hhaha... iya udah katanya mau balik ke kelas."
"Idih, gimana mau balik tangan gue aja gak lo lepas." ujar Gaska melihat tangannya yang merangkul Asela kini digenggam oleh gadis itu.
Asela yang juga baru menyadari hal itu, buru-buru melepaskan tangan Gaska dan menyingkirkan tangan itu dari pundaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GASKA ✓
Разное‼️‼️‼️‼️‼️ INI MASIH DALAM TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH. JADI MAAF BANGET KALO ALUR AWAL SAMA PERTENGAHAN SAMPAI AKHIR GAK NYAMBUNG GITU. ‼️‼️‼️‼️‼️ Gaska gak pernah ketemu cewek kayak Asela sebelumnya. Cewek pecicilan yang ngejar-ngejar cowok tanpa...
