Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Epilog

2.8K 87 0
                                        

Dulu kau bagai pusaran tanya yang tak kunjung bethenti.
Tapi kini,kau sebagai pusaran cinta yang tak henti memberikan kasih.

Asela Natasya Adijaya

GASKA duduk santai bersama kedua orang tuanya diruang keluarga. Manikmati watku bersama setiap kedua orang tuanya pulang berkerja sebulan sekali.

"Gaska gak bisa ikut Ayah sama Bunda ke London." kata Gaska mulai mengeluarkan apa yang mengganjal dipikirannya sejak kemarin.

"Loh,kenapa ? kamu gak pengen tinggal sama Ayah sama Bunda ?" tanya Jordan bingung.

"Bukan gitu Yah,Gaska pengen lulus SMA di Indonesia aja,lagian Gaska udah kelas 3 bakalan susah buat pindah." jelas Gaska berharap orang tuanya tidak akan memaksa.

"Apanya yang susah,kamu itu sekolah dipusat,di ibu kota..gak ada yang susah,kecuali kamu tinggalnya didesa baru susah ngurus surat pindahnya." balas Velita menjelaskan.

Gaska menghela napas,benar juga apa yang dikatakan Bundanya. Baiklah,Gaska akan jujur sekarang.

"Gaska gak mau tinggalin Asela." ucap Gaska dengan cepat hingga tak terdengar jelas oleh kedua orang tuanya.

"Hah ? apa kamu bilang tadi ?" tanya Velita yang merasa ragu dengan apa yang diucapkan oleh putranya.

"Gaska gak mau tinggalin Asela." Gaska mengulang kalimatnya dengan suara yang pelan.

"Yang bener dong kalo ngomong,masa pelan banget..gak gentle nih." goda Jordan melihat putranya yang tampak malu-malu.

"Tau ah,pokoknya Gaska gak mau pindah !" seru Gaska lalu dengan cepat menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya.

Membuat Ayah dan Bundanya kompak menertawakan hal itu. Lagi pula sebelumnya mereka juga telah memutuskan untuk memindahkan Gaska saat telah lulus SMA saja.

Karean mereka takut Gaska akan sedih meninggalkan teman-temannya dalam waktu dekat.

Sudah cukup buat Gaska merasa kesepian dengan pekerjaan mereka,jangan sampai Gaska harus merasa lebih sepi tanpa teman-temannya.

Ting nong

Suara bel rumah berbunyi nyaring,Velita berdiri hendak membukakan pintu sebelum Gaska berlari mendahuluinya.

Gaska membuka pintu runahnya dengan senyum menggembang. "Hey,kok gak minta jemput aja sih ?" ucap Gaska pada Asela yang sudah berdiri dihadapnnya.

"Gaska,kamu itu pacar aku bukan sopir pribadi." ucap Asela berhasil membuat Gaska terkekeh senang.

"Iya deh,kan aku khawatir kalo kamu pergi sendiri."

"Aku--"

"ITU PACAR NYA GAK DIBAWA MASUK APA ?" teriak Velita sontak membuat keduanya menoleh.

Asela mengembangkan senyumnya,lalu menerobos masuk kedalam rumah,"Hai Ayah Bunda,kapan pulang ?" sapa Asela hangat kemudian mengambil duduk diberhadapan dengan Velita dan Jordan.

"Tadi pagi baru nyampe." jawab Velita.

"Kamu makin cantik aja sih." puji Velita membuat Asela tersipu malu.

GASKA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang