Menurut ku, sahabat adalah sekumpulan orang-orang tidak waras yang bisa membuat ku tertawa lepas.
-Gaska Gerald Agara
BEL tanda masuk berbunyi nyaring, membuat seluruh siswa SMA Permata segera menuju kelasnya masing masing.
Gaska kini mendesah berat, entah kali keberapa desahan berat itu keluar dari mulutnya, yang jelas ia hanya bisa pasrah akan nasibnya sekarang.
Gaska kini sedang berjalan menuju kelas XI MIPA 2 dengan beban berat dipunggungnya, pasalnya Asela yang mengamuk akibat ulah Gaska dikantin tadi kini menuntut bayaran bahwa Gaska harus mengendongnya sampai didepan kelas.
Dan disinilah Gaska, dikoridor kelas XI. Berjalan dengan malas tapi tetap dengan senyum yang terus mengembang walau terlihat sangat jelas bahwa senyum itu dipakasakan.
"Kak Gaska!" seru adik kelas yang berada didepannya kini, Gaska hanya bisa menunjukkan senyuman semanis mungkin kepada mereka yang menyapanya. Karena tangannya sendiri tengah sibuk menahan tubuh Asela yang ada dipunggungnya.
Gaska menoleh melihat Asela yang menaruh dagunya diatas bahu kanan Gaska, gadis itu tak henti-hentinya tersenyum sepanjang koridor.
"Lo berat." ucap Gaska yang langsung dibalas tatapan tajam dari Asela.
"Heh! gue gak berat tau!" protes Asela tak mau dikatai berat.
"Berat banget malah, naik berapa kilo sehari?"
Bugh.
Sekali lagi, pukulan itu kini mendarat dikepala Gaska membuat pria itu meringis menahan sakit.
"Gue bilang gue gak berat Gaska!" teriak Asela dengan ekspresi cemberutnya. Berhasil membuat Gaska gemas.
"Iya-iya sesuka lo aja deh." ucap Gaska mengalah, diikuti kekehan lucu membuat Asela kembali tersenyum.
Tak jarang tatapan sinis para siswi seangkatan terlempar dengan ganasnya ke arah Asela. Banyangkan saja, siapa yang tidak iri melihat kedekatan antara mereka berdua apalagi hal itu menyakut Gaska. Cowok populer seantero SMA Permata.
Tapi bukan Asela namanya jika tidak bisa membuat rasa iri itu meningkat lebih parah, Asela bahkan lebih erat memeluk tubuh Gaska dari belakang dan tentu saja senyumnya tak pernah pudar dari paras cantik itu. Seakan menunjuk'kan bahwa ia sedang sangat bahagia hari ini.
"Udah sampai, gue ke kelas dulu." ucap Gaska nurunkan Asela tepat didepan kelas.
Untung saja kelasnya dan kelas Asela berdekatan, sehingga Gaska masih bisa bersyukur bahwa ia tidak perlu bersusah payah berjalan dari lorong satu kelorong lainnya. Yah kelas XI MIPA 1 dan MIPA 2 memang bersebelahan sesuai urutannya.
"Makasih Gaska, makin suka deh sama Gaska." ucap Asela dengan riangnya, setelah turun dari punggung Gaska.
"Hm, jangan alay. Bentar lagi gurunya datang."
"Dih yaudah sana, Gaska semangat yah belajar nya!" seru Asela masih dengan senyuman manis diwajahnya.
Entah kenapa senyum itu rasanya tak ingin lepas saat melihat kelakuan manis Gaska padanya.
Tanpa membuang banyak waktu lagi Gaska segera pergi dari depan kelas Asela saat gadis itu telah melangkah masuk kedalam kelasnya. Dan tanpa sadar pula senyum Gaska terangkat begitu saja, membanyangkan ekspresi lucu dan senyum manis Asela.
Tidak biasanya Gaska seperti ini. Kali ini hatinya terasa lebuh hangat dan nyaman, saat bersama Asela. Candaan gadis itu sangat Gaska sukai, apa kini Gaska jatuh cinta? Gaska sendiripun belum dapat menentukannya.
*****
"Ka! Lo harus jelasin sekarang!" ucap Kenan.
"Iya, kenapa lo sampai gendong Asela gue tadi? sok-sokan banget si lo! mau tebar pesona?" tanya Arnan.
Kenan dan Arnan adalah sosok sahabat yang selalu mengerti akan Gaska, sahabat Gaska yang selalu ada disetiap suka dan duka, yang tau sisi gelap terangnya kehidupan Gaska selama ini.
Kenan dan Arnan dua makhluk tuhan yang berbeda tapi mempunyai sifat yang hampir sama, konyol dan amburadul.
Tapi meskipun begitu kedua orang ini masih punya otak cerdas yang sangat bertolak belakang dengan kelakuan mereka.
"Apaan sih?" tanya Gaska pura-pura tak mengerti dengan pertanyaan yang diajukan oleh Arnan barusan.
"Alah, sok gak tau lagi! cepet jawab!" desak Arnan sekali lagi, yang disetujui oleh Kenan dengan semangatnya.
"Gapapa, kakinya Asela keseleo tadi. Jadi gue gendong." bohong Gaska pada kedua temannya.
Bukan tanpa alasan, tapi Gaska tidak ingin memperpanjang perdebatan yang tidak penting seperti ini.
"Hah? Asela keseleo? kok lu gak bilang gue sih!" Arnan. Diantara ketiga pria itu Arnanlah begitu protektif terhadap Asela. Bagaimana tidak, bagi Arnan, Asela adalah sosok idaman yang ia cari selama ini. Asela itu bagaikan Jenny Blackpink yang sangat dikaguminya.
"Kok lu yang khawatir sih Nan, Asela 'kan bukan pacar lo." ucap Kenan memperingatkan.
"Suka-suka gue lah, kok lu yang sewot sih." ucap Arnan.
Sekali lagi Gaska hanya mendesah berat, memijit plipisnya pelan. Merasa pusing akibat cekcok dua sahabatnya ini.
"Udah deh, mending lo berdua jauh-jauh deh dari gue. Puyeng gue liatnya. Bacot mulu!" Gaska akhirnya mengungkapkan apa yang ia pendam sedari tadi.
"OH JADI LU NGUSIR GUE KA?"
"WAH BENER-BENER LU,"
"GAK SETIA BANGET SIH LU JADI SAHABAT GUE!"
Teriak Arnan dan Kenan seolah mengintruksi Gaska yang hanya diam dengan kening berkerut.
Kini kedunya saling lirik dengan tatapan yang penuh arti, detik berikutnya mereka serentak memberi pelajaran kepada Gaska dengan mengelitiki perut pria itu.
"Hahahah udah woi!"
"Lepasin gue hahahah!"
"Woi Kenan udah anjir hahah."
"Geli hahahh Arnan lepasin gue hahah."
"Anjir hahaha udah gue geli hahahah."
Tanpa memikirkan pandangan dan sorot mata seluruh siswa yang ada dikelas, mereka terus saja asik dengan hal yang mereka lakukan. Menggelitiki Gaska dengan puas.
Mengapa tidak? sudah hampir lima tahun mereka bersahabat tak membuat mereka merasa sungkan lagi hanya untuk bersenda gurau antar sesama.
Arnan dan Kenan sangat tau dimana kelemahan Gaska, sehingga membuat Gaska tertawa dengan kencangnya hingga akhirnya Gaska pun menyerah kepada dua sahabatnya itu.
Arnan dan Kenan memang selalu berhasil membuat suasana yang riuh menjadi jauh lebih riuh dari yang dibayangkan. Membuat Gaska tak henti-hentinya bersyukur kepada Tuhan karena telah memberi nya teman-teman yang sangat menyenangkan.
"Dasar gak waras!" seru Gaska pada kedua temannya itu yang dibalas oleh cengiran khas Arnan.
Gaskagaska
Next part selanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
GASKA ✓
Random‼️‼️‼️‼️‼️ INI MASIH DALAM TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH. JADI MAAF BANGET KALO ALUR AWAL SAMA PERTENGAHAN SAMPAI AKHIR GAK NYAMBUNG GITU. ‼️‼️‼️‼️‼️ Gaska gak pernah ketemu cewek kayak Asela sebelumnya. Cewek pecicilan yang ngejar-ngejar cowok tanpa...
