40. Salah Gue.

1.9K 88 0
                                        

Rasa bersalahku kian meningkat saat melihat kamu,dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

Gaska Gerald Agara

Gaska dengan terburu-buru menggendong Asela naik keatas kamar garis itu,membaringkan tubuh gadis itu diatas kasur.

"Asela kenapa Gaska ?" tanya Anita panik saat melihat putri selungnya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

"Maaf Tante,Gaska juga gak tau tadi pas Gaska nemuin Asela dianya udah kayak gini." kelas Gaska yang memang belum mengetahui kronologis kejadian yang menimpa Asela.

"Kok kamu bisa gak ta-"

"Bukan salah Gaska,Ma." potong Asel dengan suara serak,seperti tenggorokannya tercekat oleh sesuatu.

Anita menghela napas kasar,kemudian beralih menatap Gaska,"Kamu keluar dulu,biar Tante yang urus Asela." suruhnya pada Gaska.

Gaska keluar dan pintu kamar Asela pun tertutup,Gaska berjalan menuruni tangga dan duduk diruang tamu. Beralih fokus kepada ponselnya yang menampilkan pesan dari grup ia dan dua sahabatnya itu.

Kenan Cogan.

Arnan : Uang taxi nya Gaska yang ganti.

Arnan : Gue gak mau keluar duit ya.

Kenan :  Pelit amat idup lo.

Kenan : Gue yang bayar lagian.

Arnan :  Oh,oke.

Setelah membaca pesan tersebut,Gaska me lock off ponsel nya,tak berniat untuk membalas pesan-pesan tersebut.

Memang Gaska menyuruh Arnan dan Kenan untuk pulang naik taxi online yang dipesannya karena ia sendiri sendang terburu-buru membawa Asela pulang dengan panik.

Sudah hampir sepuluh menit Gaska menunggu akhirnya,Anita keluar dari kamar dan menyuruh Gaska untuk menemui Asela.

Gaska mengangguk dan masuk kedalam kamar Asela yang ternyata juga ada Keyla disana. Asela yang mengerti situasi akhirnya menyuruh Keyla pergi keluar karena ada suatu hal yang ingin dibicaraknnya dengan Gaska,dan Keyla hanya menuruti saja.

"Udah minum obat ?" tanya Gaska saat dirinya telah duduk disamping kasur Asela.

"Udah,tadi dikasih obat penurun panas sama Mama. Kayak nya aku bakalan demam deh." jawab Asela.

Gaska tersenyum simpul,disaat seperti ini pun Asela masih saja banyak bicara.

Gaska meraih tangan Asela yang terasa panas untuk digenggam dan tangan satunya lagi ia gunakan unyuk mengusap rambut Asela.

"Maafin gue." ucap Gaska tulus.

"Kenapa minta maaf ? ini bukan salah Gaska."

"Tetep aja gue ngerasa salah,karena gak bisa jagain lo."

"Nggak Gaska,masa aku ke toilet doang harus dijagain sih ?"

"Kalo boleh pasti gue lakuin," jawab Gaska membuat mata Asela melebar dan sontak memukul tangan Gaska pelan.

"Gak gitu juga,ish."

Gaska terkekeh melihat ekspresi Asela,harusnya ia tau bahwa Asela adalah gadis yang kuat.

"Hehe,becanda kok."

Asela tersenyum,"Makasih." ucapnya.

"Gue sayang sama lo." sahut Gaska tak nyambung,kemudian mendekatkan wajahnya dan kecupan singkat didahi Asela pun terjadi.

Membuat pipi Asela terasa panas dan sedetik kemudian semburat merah terlihat jelas diwajahnya.

"Gaska.." lirih Asela menahan senyum.

Gaska tersenyum,menatap Asela lekat tepat pada manik mata tersebut dengan tatapan lembut.

"Gue sayang sama lo,lo sayang sama gue ?"

"Iya,aku sayang sama Gaska."

"Kalo gitu,kasih tau gue siapa yang ngelakuin ini ?" tanya Gaska untuk sekian kalinya.

Gaska sudah hampir lelah menanyakan hal tersebut pada Asel sepanjang perjalan mereka menuju rumah Asela,namun Asela tak kunjung menjawab pertanyaan itu dengan mengalihkan topik lain.

"Gaska gak perlu tau,besok aku bakalan balas perbuatan dia sendiri." jawab Asela menampilkan senyumnya,membuat Gaska menghela napas lelah.

"Nggak sayang,besok kamu gak usah sekolah,okey ? kasih tau aku siapa orangnya dan aku bakalan kasih dia pelajaran." ucap Gaska mencoba lebih bersabar lagi.

"Aku tetep sekolah,aku gak mau ulang susulan."

"Gak boleh,aku yang larang kamu dan aku juga bakal bilang ke orang tua kamu supaya besok kamu gak perlu kesekolah."

Asela yang mendengar hal itu,menbeliakan mata dan hendak melakukan protes tapi Gaska dengan segera memotong nya.

"Gak ada penolakan dan ini keputusan final,titik."

"Gaska...please aku mau ulangan besok." rengek Asela pada Gaska dengan menampilkan puppy eyes nya berharap Gaska akan mengabulkan permintaannya.

"Nggak sayang,kamu istirahat aja okey ?" Gaska tersenyum dan mengusap pucuk kepala Asela dengan sayang.

Asela mengerucutkan bibirnya sebal,Asela yakin setelah Gaska nerbicara Papa dan Mama nya akan langsung tidak memperbolehkan ia untuk pergi kesekolah.

"Gaska."

"Kenapa ?"

"Kita buat kesepakatan aja gimana ?" tanya Asela membuat Gaska mengernyitkan dahinya tapi sedetik kemudian mengangguk.

"Aku kasih tau kamu siapa orang nya dan kamu harus bolehin aku kesekolah,gimana ?" tawar Asela.

"Nggak."

Asela membelalak tak percaya dengan satu kata yang diucapkan oleh Gaska,apa Gaska benar-benar tidak ingin dirinya kesekolah besok ?

Gaska tersenyum karena bisa menebak apa yang direncanakan oleh Asela,itu sangat mudah.

Asela yang memaksa ingin ikut kesekolah sudah pasti karena ingin membalas sang pelaku yang Gaska curigai adalah mantannya sendiri,hanya sekedar curiga. Insting Gaska sangat kuat soal itu.

"Gue bisa aja liat rekaman CCTV dikoridor dekat toilet,dan gue gak perlu susah-susah buat cari tau soal itu." ucap Gaska.

"Gaska !" seru Asela kesal.
Pacarnya ini memang sangat kepala batu alias keras kepala tapi sekeras-kerasnya Gaska,bukan berarti Asela tidak bisa lebih keras kepala dari itu.

"Gaska,please aku mau sekolah besok,ya ? ya ? aku juga mau ikut hajar orang itu sampai babak belur." ucap Asela.

"Liat aja nanti ! gue bikin sambel tuh muka !" lanjutnya.

"Lo lagi sakit." ujar Gaska datar.

"Oke,kalo aku bisa sehat besok. Aku boleh sekolah ya ?" tanya Asela akhirnya memgalah.

Gaska tersenyum,"Oke,istirahat ya sayang biar cepat sembuh dan bisa sekolah besok." ucap Gaska begitu manis membuat Asela melengkungkan senyumnya.

Gaska berdiri dan hendak keluar dari kamar Asela setelah ia mengecup kening gadis itu sekali lagi.

Membuat Asela lagi-lagi tersenyum senang dengan pipi merona nya.

"Gue pulang dulu,inget istirahat yang bener dan jangan begadang hanya karena lo gak bisa tidur karena mikirin gue." ucap Gaska untuk terakhir kalinya dan segera keluar dari kamar Asela dengan senyum mengembang.


















Oke,

Dua kali kecup manja dikening gaes.

Cukup deh buat satu scane.

Jangan lupa vote dan comment.

GASKA ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang