Cinta. Dapat dipastikan hampir semua orang pernah mendenger kata yang sangat sering orang ucapkan di berbagai waktu dan kesempatan. Tapi, tidak banyak yang dapat merasakan dan paham akan makna dari apa yang namanya cinta. Kata orang, cinta akan selalu ada dalam kehidupan kita karena itu merupakan bagian dari hidup dan kita dilahirkan atas dasar cinta. Mungkin, seperti diriku yang jatuh hati pada sosok Kaname Kuran dalam serial Vampire Knight. Okay, terdengar menyedihkan saat seorang gadis seusiaku justru jatuh hati pada sosok dua dimensi.
Sebenarnya aku tidak benar-benar mengerti apa itu cinta. Apa seperti rasa suka? Ingin memiliki? Atau yang lainnya. Cinta terdengar begitu kompleks dengan definisi dari masing –masing individu. Entah itu cinta yang terungkapkan ataupun cinta yang hanya disimpan dalam hati. Mereka bilang cinta dapat membawa kebahagiaan juga membawa kesedihan, seperti cinta yang tak terbalaskan ataupun yang tak terungkapkan. Ya begitulah cinta yang penuh misteri.
Aku Im Yoona, tujuh belas tahun. Tingkat 2 menengah atas. Pekerjaan utama seorang siswi. Pekerjaan sampingan seorang matchmaker. Kalian tahu? Mereka memanggilku miss matchmaker atau dalam bahasa tradisionalnya 'mak comblang'. Aku bahkan tidak ingat tepatnya sejak kapan aku menekuni pekerjaan ini. Kurasa sejak tahun pertamaku disini atau tidak atau iya aku melupakannya. Sungguh yang mengherankannya aku tidak punya pengalaman tentang cinta, nol persen. Kecuali untuk jatuh hati pada Kaname Kuran, apa itu bisa dikategorikan sebagai cinta?
Aku tidak pernah menulis diary, apalagi tentang perasaan. Bukankah itu kebiasaan kebanyakan para perempuan di usiaku, tapi aku tidak seperti mereka. Aku lebih suka menulis tentang kasus-kasus dari client dan object. Mendengarkan permasalahan para client, mencatat poin-poin pentingnya. Kemudian melakukan observasi terhadap object dan mengambil langkah-langkah yang akan berguna nantinya. Client dalam hal ini adalah mereka yang meminta bantuanku, sedang object adalah sasarannya. Ini sangat seru seperti dalam sebuah penelitian. Tapi, tentu tidak gratis. Intinya aku menikmati pekerjaan sampinganku.
Sebagai seorang matchmaker tentu aku berperan sebagai perantara. Kalian tahu katalis? Aku menerapkan ilmu kimia dalam pekerjaan sampinganku ini. Bukankah hebat? Ilmuku jadi tak sia-sia. Dalam kimia, katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia, dengan suhu tertentu, tanpa mengurangi atau merubah zat katalis tersebut. Katalis juga mengurangi energi yang yang dibutuhkan saat reaksi. Analoginya dalam kehidupan nyata saat diriku mengambil peran sebagai katalis pada sebuah reaksi chemistry antara 2 individu yang berbeda. Aku membantu mereka menjalani sebuah hubungan dan sejauh ini belum pernah gagal.
I'm a catalytic.
"Sunbae, bisa kau tolong aku."
Aku menoleh ke samping, seorang gadis yang kuakui lumayan cantik tengah menghampiriku saat ini dengan senyuman ramahnya. Saat ini aku tengah berada di kantin, menikmati waktu istirahat dengan sahabat-sahabatku.
"Hmm tentu." Kataku seraya mengeluarkan notes kecil dari saku blazerku.
"Terimaksih." Balasnya
"Kalau begitu, sebutkan siapa namamu. Kelasmu. Nama targetmu. Kelasnya. Dan permasalahan kalian."
"Aku Kim Jisso dari kelas 1 C. Targetku Kim Taehyung kelas 1 B. A-aku ingin sunbae membantu menghubungkan hati."
"Menghubungkan hati? Maksudmu membuat kalian menjalin sebuah hubungan?" tanyaku sedikit bingung dengan kata-katanya di akhir kalimat tadi seraya menuliskannya dalam notes kecilku.
"Ya begitulah. Kumohon bantu aku." jawabnya dengan cengiran.
Gadis ini sedikit aneh. Aku jadi curiga. Tapi, ya sudahlah.

KAMU SEDANG MEMBACA
THEORY OF EVERYTHING
FanfictionKumpulan cerita | Have a great journey, a head into the universe, finally you are where you belonged.