THE 3 SADDEST MATH LOVE STORIES

361 51 7
                                        

Mereka berdua bukanlah ahli matematika di sekolah yang pernah mengikuti olimpiade. Bukan pula orang yang bermimpi untuk jadi matematikawan di masa depan nanti. Mereka berdua, ya mereka hanyalah orang yang kisahnya kebetulan mirip dengan tiga konsep dalam matematika. Ya, ilmu eksak itupun memberitahu kita tentang the saddest love stories.

Parallel Line: Ketika dua orang bisa saja saling mencintai, tapi tidak akan pernah saling mengetahui.

"Na-ya," suara bariton milik Kim Taehyung menginterupsi saat gadis bernama lengkap Im Yoona itu sibuk menjelaskan materi. Yoona menghela napasnya kesal dan mengalihkan pandangannya pada Taehyung, sudah bagus ia masih mau memberikan waktunya untuk belajar bersama dengan teman masa kecilnya. Kini Taehyung malah tidak mendengarkan.

"Apa lagi? Kau ingin ke kantin? Ke toilet? Atau pergi menemui gadismu? Terserahmu saja, aku tidak peduli." Yoona memandang datar laki-laki yang mulai bergerak salah tingkah dengan mengusap leher belakangnya berulang kali.

Sekarang sedang jam istirahat makan siang, dan keduanya masih terjebak di kelas mereka karena terpaksa belajar-mengajar sesuai perintah guru Song. Alasannya karena Yoona sering mendapatkan nilai hampir sempurna di semua mata pelajaran, sementara Taehyung sudah menjamur di posisi nilai rendah. Tapi mengapa harus dirinya?

"Aku mana punya pacar." Balas Taehyung, tanpa sadar gadis itu menahan napasnya. Iris madunya masih terpaku pada soal nomor enam, tapi pikirannya tidak. Mendengar pernyataan Taehyung membuat kesehatan jantungnya terganggu karena terus berdebar.

"Jangan bercanda, aku sama sekali tak peduli dengan kehidupan asmaramu. Dan cepat perbaiki otakmu yang miring itu, kita sedang belajar."

"Baiklah. Tapi, berjanjilah padaku jika aku dapat nilai bagus di ujian semester kau akan memberiku-Aduh!" Taehyung mengusap kepalanya yang baru saja mendapat kecupan dari buku setebal lima senti milik Yoona.

"Lebih baik kau pergi jika memang sudah tidak ingin belajar lagi. Kau hanya membuang waktuku yang berharga."

Bukannya segera mengangkat kaki dari kelas, Taehyung tanpa sadar justru mengacak-acak rambut gadis itu. Dan kenyataannya semakin Yoona menolaknya, menolak pesona seorang Kim Taehyung. Gadis Im itu justru semakin tenggelam dalam pesona sang cassanova sekolah mereka.

"Kim Taehyung..." geram Yoona sembari menatapnya tajam, bahkan suaranya bergetar karena terlalu ditekan.

"Iya. Aku Kim Taehyung nona manis."

"Ya!" Taehyung langsung berdiri dan mundur tepat sebelum kepalan tangan Yoona membuat dahinya biru. Dengan senyum jenaka setia bertengger di bibirnya.

"Baiklah, aku pergi. Tapi kau jangan pergi, tidak ke kantin, tidak ke toilet, tidak ke manapun, okay?"

Taehyung berjalan mundur ke arah pintu, jari telunjuknya menunjuk-nunjuk Yoona dan mewanti-wantinya. Lalu seorang gadis dari kelas sebelah menghampirinya.

"Tae, kenapa beberapa hari ini kau mengabaikanku. Kau tahu, aku sungguh merindukanmu." Ujar gadis itu seraya berusaha memeluk tubuh Taehyung.

"K-kau.."

"Kau menyebalkan." Si gadis yang diketahui bernama Nayeon itu mengerucutkan bibirnya, sementara Taehyung tidak dapat berbuat banyak karena Yoona pun berada di sekitarnya.

'Mati aku, Yoona pasti semakin salah paham.' Batinnya seraya meringis dan menghalang-halangi Nayeon yang kembali berusaha memeluknya.

"Ayo, ikut aku." Taehyung menariknya dan berlari pergi, meninggalkan kelas. Yoona hanya bisa mendengus sebal, tanpa sadar ia tersenyum miris.

THEORY OF EVERYTHINGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang