"Na.. Yoo.. Na.. Yoona." Hanya untuk mengucapkan sebuah nama saja, si lelaki bersurai coklat gelap sebahu itu perlu usaha maksimal.
Ia menghela napas pendek di awal hingga jeda dua-tiga detik dengan sorot netra penuh afeksi. Belum lagi tiba-tiba jari-jemarinya yang meremas erat celana kainnya seakan berniat menyobek helaian benang tersebut, lelaki itupun terlihat risih dengan posisi duduknya. Jika kau perhatikan sangat mudah menemukan 'I really want you now' yang seakan tertulis rapi di dahinya.
Ada yang berbeda dari Lee Donghae, itu sudah pasti. Lelaki bermarga Lee itu tak seperti dirinya yang sebagaimana biasanya. Dan Im Yoona cukup sadar, bahwa dirinya adalah tersangka utama yang harus bertanggungjawab atas keambiguan yang dialami teman sejak masa kanak-kanaknya itu.
Tadinya Yoona menganggap ini sekadar lelucon bodoh semata, ia tahu Donghae gemar melawak. Tapi, Yoona menariknya sampai indera visualnya tertuju pada apel yang teronggok imut di atas meja dengan kondisi tergigit.
Tidak ada feeling atau perkiraan akan datangnya kejadian buruk sekalipun, ketika Yoona mengizinkan sang sahabat untuk pergi ke laboratorium tempatnya bereksperimen sebagai seorang saintis. Lagipula eksperimennya telah selesai dengan hasil sesuai yang Yoona harapkan.
Hal tidak terduga yang kemudian menjadi sebuah malapetaka adalah membiarkan Donghae berkeliaran sendiri di ruangan eksperimen tanpa pengawasan. Itu seratus persen kecerobohan Yoona.
Sebelumnya Yoona memang terlalu tenggelam dalam euforia keberhasilannya hingga ia tidak berpikir sampai sejauh itu. Pikirnya takkan terjadi sesuatu yang merepotkan apabila meninggalkan Donghae seorang diri hanya selama belasan menit untuk berganti pakaian.
Toh, Lee Donghae tidak sejahil rekan satu lab-nya; Cho Kyuhyun setan kampret yang seringkali membuat Yoona nyaris ingin bermigrasi ke planet Mars guna menemukan secercah ketenangan duniawi. Atau kalau ia kebal terhadap hukum pidana, Yoona ingin sekali memukul brutal kepala yang di tumbuhi rambut keriting itu sampai sekarat.
Nasi sudah menjadi bubur, beras sudah menjadi nasi, dan padi sudah menjadi beras. Semuanya irreversible, dan mungkin bisa dikatakan terlanjur fatal saat terdengar bunyi aneh yang sedemikian agresif.
Yoona baru menutup pintu, lalu dengan mengejutkannya Donghae menarik lengan gadis bermarga Im itu untuk diapit antara tubuhnya dan tembok. Dalam hitungan sepersekian detik, tidak tanggung-tanggung pula mempersempit jarak wajah mereka. Jika kau tahu, dalam istilah Jepang disebut kabedon.
"Kau kenapa, hah?" dengan polos Yoona bertanya, senyum meremehkan yang khas sekali ia berikan tanpa sadar.
Padahal cukup jelas terlihat napas Donghae memburu tak sabaran, wajahnya juga jelas-jelas memerah. Barulah senyum konyol Im Yoona itu kontan hilang dari bibir tipisnya, begitu mendapati apel merah yang menjadi objek eksperimennya sudah dalam bentuk yang tidak lagi sama seperti terakhir kali ia melihatnya-ada bekas gigitan ganas disitu.
Efek dramatis yang dirasakan Yoona kala itu, mungkin yang terbayang dalam kepalanya adalah dirinya baru saja di jatuhi hujan meteor yang mengakibatkan dinosaurus punah jutaan tahun yang lalu.
Sadar akan keselamatan adalah yang utama. Cepat-cepat Yoona mengubah ekspresinya jadi setenang mungkin, menggiring sang korban eksperimen yang tak disengaja itu untuk duduk di bangkunya. Bersikap selembut mungkin untuk membantu Donghae mengendalikan perasaan aneh yang menggila.
Yoona berulang kali meminta Donghae mengatur pernapasan, serta mendistraksi pikirannya pada hal lain agar tidak terfokus pada hasrat sesat-biar bagaimanapun Yoona yang akan jadi korban berikutnya karena kesalahan ini. Miris.
Oh hampir terlupa, mungkin ada baiknya kita berkenalan dengan tokoh utama dalam cerita ini. Ia bukan Snow White, bukan juga Evil Queen yang membuat apel beracun, namanya Im Yoona. Gadis dua puluh tiga tahun, seorang calon dokter dan saintis berbakat di bidang neurologi. Sedang bereksperimen dengan apel sebagai objeknya. Dan untuk pertama kali setelah sekian lama, Yoona panik luar biasa atas kecelakaan dalam eksperimennya.

KAMU SEDANG MEMBACA
THEORY OF EVERYTHING
ФанфикKumpulan cerita | Have a great journey, a head into the universe, finally you are where you belonged.