CLEAN FREAK GIRL

314 37 2
                                    

Bersih tidak akan ada tanpa kotor, dan kotor tidak akan ada tanpa adanya bersih. Klise, memang. Tapi, itu salah satu kata-kata legend dalam kartun Spongebob yang sampai hari ini masih jadi tontonan favoritnya yang sudah duduk di bangku sekolah menengah atas.

Nama lengkapnya Im Yoona, cuma siswi biasa yang juga masih bisa menganggap jika sekolah itu memang melelahkan. Tapi, tidak cukup untuk membuatnya bisa ketiduran dimana-mana. Sebagai pecinta kebersihan, Yoona cukup tahu bahwa tertidur di bawah pohon oak tua yang tumbuh di halaman belakang sekolahnya adalah kesalahan terbesarnya.

Terlebih tanpa alas, tubuhnya bisa saja terjangkiti kuman-kuman yang tinggal disana. Ia pastikan setelah ini dirinya akan mandi tujuh kali, menyemprotkan desinfektan, dan juga minum suplemen penguat sistem imun. Yoona sungguh merasa uring-uringan dengan kondisi tubuhnya.

Tapi, yang jadi pertanyaan bagaimana bisa dirinya berakhir disini. Sebenarnya apa yang terjadi padanya. Yoona memutar otaknya, segera berdiri dan menepuk-nepuk rok seragamnya yang terkena debu. Ah, ia teringat sesuatu.

Sebenarnya tak ada yang istimewa dari seorang Im Yoona, sekali lagi dirinya hanya siswi biasa pecinta kebersihan—kelewat cinta hingga teman sekelasnya memanggilnya clean freak girl. Bukankah itu bagus? Tapi, pernahkah kau mendengar bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik?

Sayangnya, ia Im Yoona seorang maniak kebersihan terpercayadengan tujuan besar. Membersihkan seluruh bagian sekolah dari sampah yang membandel sampai ke sudut-sudutnya. Teman-teman sekelasnyalah yang paling tahu sepak terjang Yoona. Bukan pemandangan aneh jika seorang yang buang sampah sembarangan dikelasnya kemudian akan berakhir tragis setelahnya. Maka, jadilah kelas mereka selalu dinobatkan menjadi yang terbersih selama dua tahun berturut.

Siapa yang tidak mengenal Yoona? Tentu banyak. Dirinya bukan golongan siswi populer seantero sekolah—pada awalnya. Lalu semuanya berubah saat negara api menyerang. Eh, maksudnya saat ada dua lelaki rupawan menyerangnya. Menyerang disini bukan dalam artian sebenarnya. Tapi, lebih kepada pendekatan lelaki yang di artikan Yoona sebagai ancaman.

Yoona tak mengerti. Apa yang salah dengan dirinya? Ia merasa tidak pernah membuat masalah dengan dua orang berjuluk pangeran sekolah itu, lantas mengapa mereka jadi mengganggunya. Sedang Yoona tidak ingin jadi pusat perhatian, dirinya hanya ingin menyelesaikan sekolahnya dengan damai sentosa.

"Ada apa?" tanyanya cepat begitu Yoona memasuki pintu ruang kelasnya.

Belum sempat mendapat jawaban, si mulut ember Byun Baekhyun langsung berlari ke arah kaki Yoona dan memeluk kaki gadis itu. Mata Yoona kemudian melihat ke arah Seohyun yang tengah berdiri di depan mejanya sembari memegang sapu. Sooyoung dan Yuri saling berpelukan dengan tampang ketakutan tidak jauh dari mereka.

"Ada apa dengan kalian sebenarnya, huh?" tanya Yoona pada teman-teman terdekatnya.

Sementara Baekhyun masih memeluk kakinya, tidak membiarkan Yoona melangkah menuju mejanya. "Jangan kesana Yoong," ujar Baekhyun merengek.

"Memangnya kenapa―what the hell, siapa yang melakukan ini?!" teriak Yoona menatap horror mejanya.

Siang hari itu, jika seorang siswi seusianya diperlakukan seperti itu pasti akan merasa terbang melayang menembus atmosfer. Sayangnya berlaku romantis untuk orang jenis Im Yoona itu sebuah kesalahan besar. Salah. Besar. Meja tempat belajar Yoona di kelasnya dipenuhi surat-surat cinta beramplop pink, bunga-bunga mawar berbagai warna, kotak-kotak coklat berbagai ukuran hingga gadis itu hampir tak mengenali tempat belajarnya itu.

Dan jangan lupakan tulisan-tulisan super cheesy, seperti aku mencintaimu dan tak bisa hidup tanpamu yang terukir seenaknya di meja kayunya. Super kampret batinnya jengkel. Sudah tahu Yoona pecinta kebersihan dan dua makhluk yang disinyalir sebagai tersangka itu justru melakukan ini pada meja kesayangannya di sekolah.

THEORY OF EVERYTHINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang