4. Sebuah pesan

3.6K 570 449
                                        

Malam dengan baju tidurnya, Finda membanting tubuhnya duranjang. Sambil menatap langit-langit kamarnya yang terpenuhi boneka gantung doraemon dan berusaha untuk memejamkan matanya.

"Tuh kan gue gak bisa tidur!!" desis Finda.

Sedari tadi ia sudah berusaha untuk memejamkan matanya. Tapi tetap saja sulit, entah mengapa malah bayangan Fano yang keluar dikepalanya. Finda masih belum bisa menghapus ingatannya tentang kejadian sederhana tadi. Diantar pulang Fano dan bisa menatap dengan dekat wajah tampan Fano.

"Cinta tanpa alasan? bukan sesuatu hal yang aneh kan? " desisnya pelan sambil memeluk boneka doraemon bahkan wajahnya tidak berhenti tersenyum.

Finda mengurungkan niatnya untuk tidur, ia malah pergi keluar kamar. Finda menghampiri kakaknya yang sedang bersantai didepan televisi. Dia langsung duduk dan mengganti chanel tv nya.

"Ngapain diganti!! " sini kakaknya.

"Kakak juga sibuk ngegame gitu, kasian tv nya bicara sendiri dari tadi. " balas Finda prihatin.

"Belum tidur lo?" tanya kakaknya tanpa menoleh kearahnya.

"Kalo ngomong liat keorangnya kak ishhh!! " kesal Finda dan kali ini tidak mendapat jawaban dari kakaknya itu.

"KAKAKKKKKKKK. " teriak Finda di telinga kakaknya.

"Anjay apa-apaan sih heran gue. Gue lagi Push Rank adek cantikk!!" kesal Delwin pada adiknya.

Finda tidak menjawab, ia hanya heran setiap main game kakaknya selalu mengabaikan dirinya. Apa rank sebegitu pentingkah?

Tapi walaupun kakaknya selalu terlihat acuh saat ngegame. Sebenarnya Delwin adalah kakak yang baik, apalagi Finda adalah adik perempuan satu-satunya.

Karena tidak ada jawaban dari Finda, Delwin melirik kearah samping mendapati Finda sedang menonton acara tv dengan muka ditekuk. Delwin terkekeh, ia langsung mengelus rambut adiknya dan menaruh ponsel yang sedari tadi digenggamnya. Adiknya ini memang selalu saja bisa membuatnya gemas.

"Kok belum tidur dek? Besok kan sekolah?" tanya Delwin kali ini lebih lembut.

Finda menatap kakaknya, sejauh ini Finda tidak bisa kesal pada kakaknya itu. "Kakak juga kenapa belum tidur? Besok kan kuliah? "

"Gue kan bukan tukang molor kayak lo jadi gue pasti bangun tepat waktu. Nah lo? "

"Ishh bodo ah kakak mah ngeselin. Aku mau cerita ni. "

Delwin mengerutkan alisnya. tidak biasanya Finda ingin bercerita minta izin dulu, biasanya gadis itu sudah ceplas-ceplos. "Cerita apaan? "

"Emm kakak pernah suka sama cewek gak? " tanya Finda ragu.

"Iya pernahlah gue kan normal. "

"Hehe, terus tipe cewek kakak gimana? " tanya Finda lagi dan kali ini membuat Delwin bingung. Sungguh pertanyaan yang unfaedah.

"Maksud lo? Kenapa lo tiba-tiba nanya gini? Apa jangan-jangan lo lagi suka sama seseorang ya? Ngaku lo?!" segelintir pertanyaan keluar dari mulut Delwin.

"Ishh kakak aku cuma nanya doang kok,"elak Finda yang kini pipinya sudah merah merona.

"Kok gue agak gak percaya gitu, jujur aja deh. Secara lo tuh kan adek gue, jadi gue juga harus tau tentang lo!!"

"Ah iya kakak, aku lagi suka sama cowok," jawab Finda malu-malu.

"Siapa? "

"Ada anak baru disekolah aku, tadi dia sempat antar aku pulang tau,"" Finda senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi sore.

ALFANO (MASIH REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang