Maaf ya telat up aku bener-bener sibuk banget hampir ujian.
Semoga part ini kalian sukaa dan tunggu kelanjutannya nanti atau besok. Udah aku tulis sebagian di draf!
Jangan lupa komenn!
Happy readingg jangan lupa komen sebanyaknyaa❤❤
****
Fano dan Finda kini sudah berada di dalam mobil setelah empat jam lebih menghabiskan waktu di danau tadi. Finda tidak habis pikir waktu selama itu menjadi sangat singkat jika dihabiskan dengan seseorang yang kita suka.
Fano menghidupkan mesin mobilnya sudah waktunya untuk mengantar pulang kekasihnya itu.
"Fano anterin aku ke rumah Meli ya, nanti Fano pulang duluan aja, " ucap Finda di sela perjalanan.
"Hm, " sahutnya singkat.
Finda mendesis kesal dengan sikap cuek Fano yang kambuh.
"Kok hm doang sih! "
"Terus gimana? "
"Ya tanya kek ngapain ke rumah Meli atau apalah basa-basi gitu, "
"Yaudah ngapain ke rumah Meli? "
"Yang ikhlas dong Fano! Ihh males ah tadi aja sikapnya manis sekarang balik lagi nyebelin, " cerca Finda sambil menekuk wajahnya.
Fano menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. Bukannya ia ingin cuek pada gadis itu hanya saja Fano sedang kelelahan untuk merespon pacarnya yang sangat cerewet. Apalagi Fano pulang sekolah langsung menemui Finda.
Fano mencoba mereflekan pikirannya dan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya supaya ia bisa bersikap lebih tenang. Fano tidak mau karena mood nya yang tiba-tiba buruk bisa saja membuat kesal Finda di hari ulang tahunnya.
"Nanti di rumah Meli mau ditungguin atau dijemput? " ucap Fano akhirnya dengan kalimat lebih lembut.
Sekatika Finda tersenyum senang mendengarnya, "Fano mau jemput? "
"I.... iya mau, "
"Gak keberatan emang kan Fano seharian ini gak istirahat,? "
"Udah tau gak istirahat seharian ya capek lah! " desis Fano dalam hati.
"Oh tentunya enggak, gimana? " jawab Fano berbohong.
"Emm gak usah deh aku pulang sama Meli, nanti Fano langsung pulang aja"
"Beneran, nanti lo ngambek lagi."
"Enggak kok,"
"Emm iyaudah, nanti jangan pulang malem-malem." ucapnya dibalas anggukan manis dari Finda.
Fano pun mengusap lembut rambut Finda dan kembali fokus untuk menyetir mobilnya.
**
Sampai beberapa menit akhirnya Fano sampai di sebuah jalan yang tadi sempat Finda ucapkan.
"Ini terus kema..." kalimat Fano terpotong saat melihat Finda tertidur pulas.
Fano tersenyum kecil, ia merapikan rambut Finda yang menutupi wajahnya. Setelah itu Fano menatap wajah Finda, sangat tidak membosankan!
Sedang tidurpun wajahnya tetap terlihat polos. Dasar Beruang!! Gerutunya dalam hati.
"Fano udah sampai ya? "
Sontak Fano tersentak melihat gadis itu yang tiba-tiba bangun. Untung saja Finda masih setengah sadar jadi ia tidak tau bahwa Fano sedang menatapnya dengan kagum.
"Ini udah di jalan Delima terus kemana? "
Finda tidak menjawab ia masih sibuk mengusap matanya dan merapikan rambutnya. Baru setelah itu ia melihat jalan sekelilingnya.
"Aku turun sini ajadeh rumah Meli ada dibelakang toko itu." ucap Finda sambil menunjukkan sebuah toko mainan.
"Yaudah gue antar kesitu. " balas Fano sambil membuka sabuk pengamannya.
"Gak usah cuma tinggal nyebrang aja, Fano pulang aja sana. "
"Jadi lo ngusir gue? "
"Enggak ngusir tapi wajah Fano keliatan banget kalo capek, apalagi besok Fano mau ke London kan. "
Sontak Fano menepuk jidadnya. "Astaga gue lupa mana belum packing! "
"Tuh kan yaudah Fano pulang dulu aja. "
"Yaudah gue pulang dulu ya ingat jangan pulang malem kalo ada apa-apa langsung kabari gue! " tegasnya.
"Siap boskuhh. "
"Yaudah turun. "
"Ya sabar dong galak bener, mana bahasanya gak jelas lagi bentar-bentar pake kamu lama-kelamaan pake gue." gerutu Finda sambil turun dari mobil Fano.
Setelah turun dari mobil dan menutup pintu kembali, Finda masih berdiri manatap Fano. Baru saja ia kesal dengan cowok itu tapi setelah menatap wajah Fano perasaannya menjadi hangat kembali.
"Fano pulangnya hati-hati ya, I love you."
"Hm," balas Fano membuat senyum manis Finda memudar.
Fano yang menyadari wajah pacarnya berubah langsung terkekeh dibuatnya.
"Yaudah gue balik dulu ya, I love you to Beruang ." ucap Fano sambil tersenyum manis.
Seketika wajah kesal itu menjadi bahagia, Finda tersipu malu mendengarnya. Dan senyum manis Fano mampu membuat tubuhnya drop seketika.
Dengan cepat Finda menyadarkan dirinya. "Ko.. ko Beruang sih! " tegas Finda gugup.
"Iya soalnya kamu galak."
"Yaudah ditunda mulu nih gue pulangnya kalo lo masih cerewet!" ucap Fano membuat Finda tertawa geli.
"Iya iya maap, yaudah Fano hati-hati dijalan."
Fano pun menutup kaca mobilnya dan menghidupkan mesin. Mobil sedan pun berjalan meninggalkan tempat itu sampai akhirnya hilang di tikungan jalan.
Finda masih tersenyum-senyum bagaikan orang gila di pinggir jalan menatap kepergian Fano. Terlebih lagi saat ingatannya menuju dimana ketika ia pertama berjuang. Tentu saja Finda tidak bisa membayangkan cowok itu sekarang benar-benar menjadi miliknya.
"Makin lama makin hangat aja hubungan ini. "
"Makasih tuhan udah mempertemukan aku sama cowok seperti Fano. " desisnya pelan.
Finda pun membubarkan lamunannya. Karena sekarang dia sedang di pinggir jalan tujuannya pergi kerumah Meli bukan menghayal.
Ia menoleh kanan kiri untuk menyebrang memastikan kendaraan sepi. Namun jalanan begitu ramai sehingga Finda harus bersabar. Beberapa saat kemudian kendaraan terlihat jauh Finda pun mulai menyebrang. Namun...
Bruk!
Sebuah mobil seperti menyerempetnya dan membuat tubuh Finda sedikit terpental jatuh. Samar-samar Finda masih bisa membuka matanya melihat mobil itu terus berjalan tanpa memperdulikannya. Sampai akhirnya dia benar-benar pingsan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFANO (MASIH REVISI)
Teen Fiction"Fano!! segala sesuatu itu memang harus dicoba dulu. " ujar Finda dengan wajah sok seriusnya. "Terus? " "Terus ya kita harus nyoba pacaran dulu biar Fano percaya kalo aku ini tulus. " jawab Finda dengan tak berdosanya. Fano langsung bergidik ngeri...
