19. Boneka dari Pangeran Es

2.2K 142 103
                                        

Hallo ada yang kangen Fano sama Finda gak?
Semoga kalian suka ya ceritanya. Semakin kalian suka semakin semangat aku buat mikir kelanjutan partnya.
Btw makasih buat yang udah baca cerita ini dari pertama sampai sekarang:)💛





Fano merebahkan tubuhnya di ranjang kamarnya. Ada beberapa rasa yang berkecamuk dalam hatinya. Marah, kesal, kecewa atau bahkan ini yang dinamakan cemburu?

"Apa? Gue gak salah denger, gue cemburu? " desis Fano pada dirinya sendiri.

"Kenapa gue gak suka ngeliat dia ketawa bareng cowok lain? "

"Ahhhh, bodoamat. Plis Fano kendalikan diri lo. Kalo kayak gini keliatan bukan Fano banget!! "

Tapi hasilnya tetap saja. Perasan itu masih melekat pada hatinya, bahkan dia sangat terlihat merindukan gadis itu. Apakah dia salah sudah mendiami Finda selama 2 hari? Apakah dia juga salah telah berbohong atas perasaannya? Tapi...

"Ahh sial!! Ribet amat sih. Lain kali gue gak bakal jatuh cinta lagi. Jatuh cinta sama satu cewek ribetnya udah minta ampun!!" teriaknya sedikit frustasi.

"Apa lo bilang? Gak mau jatuh cinta lagi? Ciee lo lagi jatuh cinta ya?" sahut Felnia yang tiba-tiba muncul dari pintu Fano yang tidak dikunci. Tentu saja itu membuat Fano diam dan terbungkam.

"Gak usah syok gitu kali, lo kayak ngeliat hantu aja. Santai aja sama gue, lo juga adik gue. jadi, sebagai kaka gue juga harus tau. " ucap Felnia sambil menahan tawa melihat muka adiknya.

"Lo bisa sopan gak kak? Jangan masuk kamar orang sembarangan, keluar lo!! " sahutnya kesal.

"Santai bangg elahh. Makanya lo jadi cowok jangan kaku banget biar cewek gak pada kabur. Awas ya gue gak suka ngeliat lo nyakitin cewek! Inget lo punya kakak perempuan. Lo mau gue disakitin cowok gara-gara lo? "

"Peduli emang gue? Bodoamatlah. "

"Dasar lo ya adik laknat. Inget Fanoooo.... Gak selamanya lo bisa bersikap seenaknya sama cewek. Ada saatnya lo yang bakal dibikin nyesel. "

"Sekarang juga gue udah nyesel. " batin Fano.

"Makanya jangan kaku-kaku, kalo suka bilang gak suka bilang juga secara baik-baik. "

Kalimat itu sempat membuat Fano berpikir. Selama ini dia tidak pernah berbicara secara baik kepada Finda, tapi gadis itu tidak pernah membencinya. Ah, mengingatnya membuat Fano semakin merasa bersalah.

"Woy gue ngomong lo malah ngelamun. Lo lagi sakit hati ya? Dilema atau? Haha Alfano Yudis juga bisa jatuh cinta. " ucap kakaknya sambil tertawa ria.

"Gue juga punya perasan kali kak. "

"Sejak kapan lo ngebahas perasaan? Sejak kenal si Dinda yaa? "

"Dinda? "

"Iya cewek yang kesini pas lo sakit. "

"Finda elahh. "

"Ah iya itu maksut gue."

"Lo sejak kapan jadi sok tau? "

"Gue bukan sok tau tapi ini realita Fano sayang. Udah deh lo kalo suka sama tu cewek tembak aja. lemot banget lo! Lagian tu cewek juga cantik baik pula."

"Tapi gue udah sering nyakitin dia, dan gue juga gak bisa jujur ke dia soal perasaan gue. "

"Lo lagi ngecurhat? " ucap kakaknya dan untuk kesekian kalinya ia tertawa. Adiknya memang sedang merasakan jatuh cinta di dunia remaja yang lucu-lucu menggemaskan.

What the... Kakaknya menertawakannya? Demi apa Fano sangat mengutuki perkataannya. Memalukan!

"Udah lo keluar gue mau mandi!"

ALFANO (MASIH REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang