31. Sebuah Harapan

1.8K 99 30
                                        

Setelah memasuki mobil, Joshua segera menghidupkan mesin dan menjalankan mobilnya hingga meninggalkan halaman sekolah.

Finda menyandarkan kepalanya di kursi duduknya. Ternyata perjalanan tadi membuat kepalanya sedikit pusing.

"Jus bisa beliin aku minum gak?" ucap Finda sambil menatap Joshua yang sibuk menyetir.

Joshua melirik Finda, wajah gadis itu sedikit pucat. Ia tampak hawatir.

"Gue beliin di indomaret depan ya. " ucap Joshua.

Setelah menemukan sebuah indomaret, Joshua langsung menepikan mobilnya.

"Lo pusing? " tanya Joshua.

"Sedikit, makanya beliin minum. "

"Sama obat ya? "

"Gak mau! " tolak Finda langsung.

"Nanti lo sakit kalo gak minum obat. "

"Aku gak bisa nelen obat Jus. " lirih Finda.

"Pokok gue beli minum sama obat! " ucap Joshua langsung keluar dari mobilnya.

Finda mendesis kesal. Ia menatap Joshua yang mulai memasuki pintu indomaret. Detik berikutnya ujung bibirnya terangkat. Perhatian Joshua membuat dirinya sedikit tenang. Kenapa Finda tidak bisa mencintai orang sebaik Joshua? Selera Finda memang merumitkan!

Joshua kembali dengan sebotol air minum, obat sakit kepala dan beberapa camilan.

"Kok beli obat sih Jus! Aku kan gak mau. " ucap Finda kesal.

"Muka lo pucat, lo mau sakit? " tanya Joshua dengan nada dingin yang menandakan ia tidak menerima pembantahan.

Ah lama-lama Joshua sama seperti Fano, tidak mau di bantah. Menyebalkan!

Dengan berat hati Finda membuka bungkus obat itu. Ia menatap obat bulat itu dengan ragu. Seandainya Joshua tidak menatapnya mungkin akan secepat kilat ia buang obat itu dari kaca mobil.

"Minum. " ucap Joshua.

Finda menelan obat itu dengan wajah yang membuat Joshua terkekeh pelan.

"Gitu dong. Nanti sampe rumah langsung istirahat." lirih Joshua.

Finda menatap Joshua. Pria itu sedang menatap dengan tatapan yang tidak bisa di tebak.

"Emm.. Makasih ya Jus. " ucap Finds sedikit gugup.

"Makasih buat apa? "

"Makasih Jus udah jadi teman yang perhatian sama aku, baik banget juga. " seru Finda.

"Kalo gue berharap hubungan kita lebih dari teman gimana? " sahut Joshua ragu.

Joshua berniat untuk jujur soal perasaannya, walau Joshua tau jawaban Finda. Tapi setidaknya gadis itu harus tau tentang perasaannya.

"Maksud Jus? " tanya Finda semakin gugup.

"Maaf ya gue salah, seharusnya pertemanan kita gak harus melibatkan perasaan. Tapi kadang hati memang selalu sembarangan menaruh rasa."

"Maksud Jus, Jus suka sama aku? " tanya Finda masih dengan gugup.

"Finda gue gak mau setelah ini lo jadi benci sama gue. Gue gak mau setelah lo tau perasaan gue, lo jadi ngejauh dari gue. Gue suka sama lo tapi, gue gak berharap lo balas perasaan gue. Karena gue tau lo cinta banget sama Fano. Buat gue bisa ngejaga lo seperti ini sudah lebih dari cukup. " ucap Joshua sambil tersenyum, Finda tau Joshua hanya sedang menyembunyikan kesedihannya.

Diwaktu seperti ini Finda merasa menjadi orang paling jahat. Dia sibuk mengejar seseorang yang tidak pernah mengertinya. Padahal ada orang lain yang tulus mencintainya. Tapi bagaimanapun perasaan tidak bisa dipaksa.

Sebutir air mata berhasil menetes di pipi merah gadis itu.

"Lo kenapa nangis? "

"Jus baik banget, tulus juga. Tapi kenapa aku gak bisa jatuh cinta sama cowok sebaik Jus? Aku jahat banget ya Jus? "

"Lo gak jahat Finda. Emang udah salah gue harus suka sama temen sendiri, apalagi posisi temen gue lagi bucin. " celetuk Joshua sambil terkekeh.

"Jus ngatain aku bucin? " sahut Finda sambil mencubit pelan lengan Joshua.

"Aw sakit Fin. " ringis Joshua.

"Biarin suruh siapa ngatain aku. "

"Bercanda doang biar gak canggung. "

Finda mencibir dihadapan Joshua yang masih tersenyum.

"Jus kok senyum terus sih? "

"Karena gue gak pengen keliatan sedih di depan orang yang gue sayang. " ucapnya dan membuat Finda salah tingkah.

"Ih Jus apaan sih! "

"Hehe, bercanda."

"Jus. "

"Hm? "

"Maaf ya gak bisa ngebalas perasaan Jus. Padahal Jus udah baik banget sama aku. "

"Gak papa gue gak maksa. Emmm..... semoga Fano cepat peka sama perasaan lo. "

"Makasih Jus. " lirih Finda.

***

Finda duduk termenung di meja belajarnya. Setelah pulangnya Joshua dan mengingat kejadian tadi membuatnya tidak bisa tidur. Dia takut menyesal sudah menyiakan Joshua. Tapi Finda juga tidak bisa memindahkan perasaannya begitu saja. Bahkan ia tidak punya alasan mengapa bisa secinta ini kepada Fano.

Finda mengacak rambutnya frustasi, pusing!

Detik selajutnya ia menatap sebuah buku tebal yang sudah lama tidak ia buka. Dan artinya sudah lama ia tidak menulis.

Finda mengambil buku itu. Membaca bagian terakhir ia menulis disitu. Ia tertawa kecil. Karena kejadian disana adalah kejadian dirinya dengan Fano. Sebuah cerita sederhana yang ia harap bisa ia selesaikan.

Detik berikutnya ia melanjutkan menulis. Menulis kejadian hari ini, sampai ia teringat bahwa pria yang ia ceritakan di bukunya itu sedang marah.

"Buku ini bakal selesai gak ya? "

"Ceritanya bakal sesuai harapan aku gak ya. "

"Kalo nanti tiba-tiba Fano menjauh dan hilang gimana? "

"Padahal aku pengen banget nyelesaiin cerita ini dan Fano menjadi orang pertama yang baca. "

"Aku harap Fano cepat peka ya. " desis Finda di ruang kamarnya itu.

***

Sedangkan dilain ruangan. Seorang pria sedang sibuk dengan laptopnya. Mungkin sudah 2 jam lebih ia berkutat dengan laptopnya. Menulis setiap baris kelimat dengan tersenyum.

Ia ingin cerita yang ditulis cepat selesai. Cepat memberikan kepada gadis yang di cintanya itu. Cepat melihat wajah gadis itu,  ia yakin gadis itu akan senang. Ah membahas gadis itu membuatnya rindu saja.

Bagian akhir dari cerita yang berjudul cokelat itu ia isi dengan adegan dirinya menyatakan cinta pada Finda.

"Finish! "

"Tinggal gue print."

"Gue harap lo senang ngebaca cerita ini. "

"Udah saatnya lo mendapatkan kebahagiaan atas perjuangan lo. "

"Maafin gue yang selalu gak peka. "

*Setiap tindakan selalu memiliki hukum. Maka dari itu sudah saatnya aku bertindak mengatakan isi hati ini. Sebelum semuanya menjadi sebuah penyesalan besar. "

***







Halloo bebiii...
Udah lama gak up kayaknya ya? Maaf ya lagi sibuk.

Minal aidzin wal faidzin ya buat kalian yang ngebaca ini.

Sebelumnya makasih banget udah mampir di cerita ini.
Jangan bosannn yaaaaa:)

Btw mana nih tim yang selalu nunggu cerita Fano Finda. Heheee

Semoga selaluu sukaaaaaaa.


(kismatmla)


ALFANO (MASIH REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang