53. Tuan Ratu

1.3K 63 13
                                        

Di dalam mobil suasanya begitu canggung, Finda tidak tau harus berbicara apa. Sedari tadi wajah Fano hanya datar. Benar-benar pria ini sangat dingin. Iya jadi tidak yakin apa Fano pacarnya? Kenapa selera Finda gak ada manis-manisnya dikit?!

"Fano, dulu kalo kita pulang bareng aku suka ngapain di mobil?" tanya Finda membuka suara.

Fano melirik gadis itu malas, "Kayang." ucapnya.

Finda mengulum bibirnya, sebal. Pria ini memang tidak pernah bisa serius.

"Fano masih sayang aku gak sih!" kesal Finda.

"Emang kenapa?"

"Abis Fano cuek mulu, emang dari dulu Fano cuek ya? Apa karena aku amnesia Fano udah gak sayang aku lagi." ujar Finda dengan raut sedihnya.

Fano kembali melirik gadis itu, wajah Finda terlihat sedih. Namun tetap saja masih terlihat lucu dan menggemaskan dimata Fano. Ingin sekali rasanya mengacak rambut gadis itu.

"Biarpun lo pernah lupa tentang gue, tapi rasa sayang gue gak pernah berubah ke lo."

"Gue bukan cowok yang gampang naruh perasaan, dan sekali gue naruh ke lo gue gak bakal ngelepasin lo gitu aja." balas Fano.

Finda langsung kaget di buatnya, ia menoleh ke pria itu. Namun Fano tetap saja berbicara tanpa melihatnya. Lalu apakah kalimat tadi benar-benar serius dari hati Fano? Atau pria itu sedang bercanda.

"Ahhhhh!" kesal Finda.

Fano mengerutkan keningnya. Gadis ini kenapa? Biasanya jika mendapatkan kalimat seperti itu dia akan kepanasan seperti ulat bulu. Kenapa sekarang menjadi kesal.

"Kenapa?"

"Fano nyebelin banget sih. Kalimat Fano barusan udah hampir jatuhin jantung aku. Tapi liat Fano bicaranya datar ga ngeliat aku sama sekali, jadi sebel. Pasti Fano bercanda!" omelnya.

Fano tetawa kecil, "Lo gak pernah berubah ya." ucap Fano lagi-lagi pria ini enggan menolehnya.

Finda yang mulai kesal langsung mendenguskan nafas kasarnya, "Gak berubah kenapa?!" ujar Finda.

"Masih aja bisa bikin gue gemes." balas Fano dan kali ini tangannya melayang sambil mengacak rambut Finda.

Degg!
Astaga getaran apa ini. Apa jauh sebelumnya saat Fano melakukan hal seperti ini jantung Finda sudah berlanggalan berdebar seribu kali lebih cepat?! Wah pria di sampingnya ini benar-benar keterlaluan. Bisa saja membuat Finda luluh seketika.

Finda hanya bisa diam seketika dengan pipi yang sudah semerah kepiting rebus.

Fano yang mengetahui hal itu tersenyum gemas. Dia selalu menyukai momen ini. Momen dimana gadisnya blushing.

"Udah mau sampai rumah lo. Mau puter balik cari makan atau pulang aja?" ujar Fano membuka suara.

Ah. Gadis mana yang tidak senang di beri penawaran seperti ini? Fano memang menggemaskan!

"Kalo Fano cari yang sempurna dari aku, aku mundur. Tapi kalo Fano mau cari makan, aku ikut!" jawab Finda dengan girangnya.

"Pokok aku ikut!" sambungnya.

Fano tertawa kecil, "Lo udah sempurna ngapain cari lagi?" balas Fano.

Lagi dan lagi.
Entah sudah berapa kali hati Finda diterbangkan hari ini.

"Tapi Fano selalu deket sama Rena! Fano gak tau kalo aku cemburu?" ujar Finda. Ia baru kepikiran untuk membahas Rena dan meng clear kan masalah Rena.

"Dia sahabat gue Fin. Dan dia juga baik udah ngebantu nerbitin cerita kita. Hmm, gue lagi gak mau mood gue turun. Kalo inget soal cerita gue selalu kecewa sama lo, kenapa lo harus ngerobek kertas penerbitannya." balas Fano berusaha sabar. Dia tidak ingin merusak suasana hati Finda yang sedang senang.

Finda terdiam, seribu kali ia berfikir pun dia tidak ingat kapan dia pernah merobek kertas itu? Bukankah waktu itu dia mau menandatanganinya. Namun, Rena mengatakan surat itu masih ada di kantor ayahnya.

"Emm maaf Fano." ujar Finda. Ia tidak ingin memperpanjang masalah ini. Finda akan mencari tau sendiri siapa dalang di balik ini semua.

"Emang cerita itu udah gak penting lagi buat lo?" tanya Fano.

"Cerita itu penting banget kok. Boleh aku baca cerita itu?" ujar Finda.

"Emang lo belum ambil ceritanya ke Rena?"

"Rena belum kasih."

"Mungkin dia takut ceritanya malah lo buang. Surat penerbitan aja lo sobek." balas Fano.

"Tapi aku..." Fano menghela nafas dan tidak melanjutkan kalimatnya. Kali ini dia harus sabar.

"Maaf Fano. Tapi cerita itu penting banget kok buat aku, sama pentingnya Fano di hati aku." ujar Finda.

Fano tertawa kecil, "Udah pinter gombal lo ya." balasnya sambil menarik ujung hidung Finda agar suasana tidak kembali panas.

"Ahh Fano sakit! Fano gak usah ya ngelakuin hal yang bikin jantung aku getar-getir gak karuan!" kesal Finda.

"Sorry, mau makan apa?" tanya Fano dengan senyum kecilnya melihat wajah lucu Finda.

"Nasi goreng."

"Oke siap tuan ratu, pangeran akan mengantarkan sesuai aplikasi." balas Fano.

Finda yang mendengarnya tertawa senang. Fano tidak sedingin yang dia kira.

"Siap pangeran." balas Finda.

"Tuan ratu bisa munduran dikit?" tanya Fano.

Finda bingung, Finda langsung memundurkan badannya sampai menyandar ke jok mobil. "Begini? Emang kenapa?" ucap Finda bingung.

"Soalnya cantiknya kelewatan." balas Fano.

Wussss.
Seperti angin yang tiba-tiba datang menerpa wajah Finda. Wajah gadis itu langsung memerah ditambah senyum malu yang menghiasi paras cantiknya. Gombalan Fano memang tidak ada tandingnya!

"Gue suka liat lo senyum." ujar Fano.





Welcome back teman-teman!
Ada yang nungguin cerita ini gak😢 maaf ya up nya lama:(

Mau minta pendapat dong gimana nih ceritanya?

Wajib komen😈💜

ALFANO (MASIH REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang