Bel pulang berdering dengan nyaring membuat semua penghuni setiap kelas berhamburan untuk pulang.
Sedangkan di kelas 12 IPA 1 Finda malah asik uring-uringan tidak jelas. Dia marah pada Meli lebih tepatnya kesal, karena Meli yang katanya ingin mendengar curhatannya. Eh malah menghampiri teman bangku belakang, yang sedang asik menonton video Blackpink. Meli ikut gabung dan dengan sempurnanya mengabaikan Finda yang ingin berbagi kebahagiaan. Jahatt!
"Lo mau langsung pulang Fin? " tanya Meli yang masih sibuk memasukkan buku kedalam tasnya.
Finda hanya diam dan sesekali ia menatap Meli dengan wajah datarnya.
"Fin Mel gue duluan yaaa," teriak sasa teman kelasnya.
"Iya Sa, jangan lupa besok lanjutin liat yang du duu duuu," sahut Meli dengan semangat.
"Whaha, oke selama masih ada wifi," balasnya dan akhirnya Sasa hilang dibalik pintu keluar.
Sekarang di kelas hanya ada Finda dan Meli, mereka masih diam-diam saja. Bahkan Meli merasa seperti kedua pasangan yang sedang perang dingin.
"Kenapa lo?" ucap Meli yang bingung dengan sikap sahabat anehnya ini.
Finda hanya diam sambil mengangkat tas doraemonnya yang berwarna pink. Lalu menghentak hentakkan kakinya sambil melirik sahabatnya itu. Mei yang melihat itu hanya bergidik ngeri, ia yakin Finda kesambet di pohon tadi.
"Fin seriusan gue takut, lo gak lagi kesurupan kan? " ucap Meli sambil menjauhkan jaraknya dari Finda.
"Ih lo pikir gue kesurupan? Gue kesel sama lo Meliiiiiiii!!!" tukas Finda suaranya benar-benar memenuhi ruangan kelas.
"Ee busetttt dah itu suara dikecilin kenapa Fin,untung kelas udah sepi. Emang gue kenapa??" balas Meli bingung.
Finda hanya mendengus kesal sahabatnya ini memang menyebalkan. "Meli tadi gue ngajak lo ke kelas buat apa? "
"Buat masuk." jawab Meli dengan entengnya
"SABODO ahh sebel!!"
"Lah kenapa sebel tadi pas istirahat lo bilang lagi seneng terus.. " Meli menggantungkan perkataan dan teringat sesuatu, trus dia mau ceritakan? "Yaampun Fin sorry ya gue lupa kalo lo mau cerita ke gue kan? Dihh jangan marah dong gue lupa habis pas masuk kelas udah ada yang nonton blackpink. Lo taukan daya tarik gue hebat banget kalo udah denger yang berbau korea gitu. Yaudah sekarang cerita aja."
"Udah gak jadi, gue mau pulang. "
"Lo marah? " tanyanya, ia benar-benar merasa bersalah pada sahabatnya ini.
"Enggak Meli gue gak marah, gue bercanda doang. Udahlah ayo keluar gue udah gak sabar buat liat muka tampan Fano. Tampanya udah mirip hero Alucard di mobile legend! " seru Finda.
Meli hanya bisa menggelengkan kepalanya. Semakin hari sahabatnya ini semakin ngebet dengan Fano. Ia lantas meninggalkan Finda terlebih dahulu. Sudah muak Meli mendengarkan ocehan Finda tentang Fano.
"Ihhh Meli tunggu!!"
"Lama lo."
"Lo masih mau denger cerita gue?" tanya Finda setelah bersejajar disamping Meli.
"Yang pasti gue gak pernah keberatan buat dengerin lo cerita."
"Menurut lo cinta pada pandangan pertama itu wajar gak sih. Kayak gue yang baru aja liat Fano tiba-tiba gue suka gitu, wajar kan? Meli ishh wajar ya ya!!"
Meli mendengus kearah sahabatnya itu, "Menurut gue sih wajar aja. Orang jatuh cinta itu dengan cara beda-beda. Ada yang karena sikapnya, cara dia menatap atau cara dia bicara saja udah bikin cinta. Ya perasaan lo itu wajar!" ucap Meli membuat sahabatnya itu tersenyum puas.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFANO (MASIH REVISI)
Teen Fiction"Fano!! segala sesuatu itu memang harus dicoba dulu. " ujar Finda dengan wajah sok seriusnya. "Terus? " "Terus ya kita harus nyoba pacaran dulu biar Fano percaya kalo aku ini tulus. " jawab Finda dengan tak berdosanya. Fano langsung bergidik ngeri...
