Pagi hari Finda berangkat ke sekolah sangat pagi. Ia membawa tiga bungkus coklat untuk Meli. Ia juga sudah bercerita pada Meli tentang kejadian tadi malam, dimana rumahnya kedatangan tamu ganteng.
Finda memasuki ruang kelasnya yang hanya ada sahabatnya dan 3 murid lainnya. Ia menghampiri bangkunya sambil menyodorkan coklat di hadapan Meli.
"Wih jadi beneran ni lo dikasih coklat sama si Fano? " tanya Meli sambil merebut coklat di tangan Finda.
"Iya, terus dia bawainnya banyak banget yaudah gue bagi bagi ke lo deh." sahut Finda dengan ceria sambil duduk di bangkunya.
"Gue gak habis pikir kok tiba tiba Fano ngasih coklat ke gue? Ih gue bingung sama tuh cowok ngobrak abrik hati gue mulu. Kadang bikin seneng kadang bikin kesel tapi tetep selalu bikin gue kagum. " sambung Finda masih merasa aneh dengan kejadian tadi malam.
"Dih dasar lo bucin. Gue juga heran tu cowok maunya apa. Kok gue mencium bau bau PHP gini ya. "
"Ish Meli apa apaan sih!! Lo mau bilang kalo Fano lagi ngasih harapan palsu ke gue. "
"Ya gimana dong habis tu anak aneh. Waktu itu lo disakitin sama dia terus dia minta maaf dengan ngajak makan di restoran mewah. Kemarin juga lo disakitin lagi terus malemnya dibawain coklat nah itu maksutnya apa kalo ga berlagak ngasih harapan gak taunya palsu. "
"Fano gak mungkin gitu Meli!!"
"Serah lo deh gue juga gak mastiin omongan gue ini bener apa enggak. Gue cuma nebak aja soalnya sekarang banyak cowok modus. Apalagi sekarang banyak kisah cinta yang berjudul ditinggal lagi sayang sayangnya. " Meli terkekeh dengan perkatannya sendiri.
Finda hanya tersenyum malas. Ia lantas berdiri meninggalkan Meli.
"Mau kemana lo? " tanya Meli.
"Nemui calon pacar lah, gue udah sengaja dateng pagi biar bisa nemuin dia sambil ngobrol gitu. "
"Emang dia mau? "
Finda hanya melotot ke arah Meli sambil menghentakkan kaki dan keluar dari ruang kelasnya meninggalkan sahabatnya yang cengingisan sendiri.
***
Hampir lima belas menit Finda duduk di kursi koridor menunggu seorang Fano. Dan kali ini wajahnya terhias sebuah senyum kecil saat melihat orang yang ditunggunya memasuki halaman sekolah.
Fano berjalan malas di koridor sekolah. Matanya terasa berat ia baru sadar bahwa dirinya hanya tidur kurang lebih tiga jam karena begadang untuk push rank. Di setiap koridor banyak yang menyapa dan memberi senyum manis kepadanya, seperti biasa ia hanya membalasnya dengan dingin.
Bahkan pandangan matanya tidak sengaja tertuju pada seorang gadis yang duduk di kursi koridor sambil menatapnya cemberut dan menghentakkan kakinya kesal, karena melihat Fano yang di goda banyak gadis. Sebenarnya Fano gemas melihat tingkah gadis itu tapi mood paginya masih tidak mendukung.
Fano memijat pelipisnya pelan ia sudah merasa pusing karena kurang tidur. Dan sebentar lagi kepalanya akan bertambah pusing karena ia akan bertemu gadis gila itu!
"Fanoo.. " sapa Finda setengah berteriak membuat beberapa anak di koridor menghadap ke arah Finda.
Fano hanya menggeleng malas. Ia sudah menduga gadis itu akan meneriakinya. Ia tidak habis pikir kenapa gadis itu hobi sekali berteriak.
"Fano!! Kok Fano gak jawab sapaan aku sih? " ucap Finda setelah berdiri dan mensejajarkan langkahnya dengan Fano.
"Fanooooo.... "
"Apaan sih? " jawab Fano malas sambil menghentikan langkahnya.
"Fano kenapa sih gak jawab sapaan dari aku? "
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFANO (MASIH REVISI)
Teen Fiction"Fano!! segala sesuatu itu memang harus dicoba dulu. " ujar Finda dengan wajah sok seriusnya. "Terus? " "Terus ya kita harus nyoba pacaran dulu biar Fano percaya kalo aku ini tulus. " jawab Finda dengan tak berdosanya. Fano langsung bergidik ngeri...
