35. Masih Kencan

1.5K 76 13
                                        

Finda berjalan dengan mulut yang sibuk mengoceh. Bagaimana bisa Fano mengabaikannya dan memilih berjalan mendahuluinya, dari di dalam Aquarium sampai mereka sudah di luar. Ahh menyebalkan!

Brukk

Finda menabrak punggung Fano, karena sibuk mengoceh ia tidak sadar bahwa Fano sedang berhenti.

"Kalo jalan liat-liat," desis Fano datar.

"Fano juga kalo jalan pakai klakson biar aku bisa berhenti," sahut Finda dengan kesalnya.

"Paan gak jelas,"

"Fano nyebelin banget sih dari tadi aku ditinggal mulu! " kesal Finda dengan muka masamnya.

"Lo bukan anak TK yang harus gue gandeng kan? " tanya Fano dengan wajah datarnya.

"Terserah Fano deh! " sahut Finda sambil berlalu dan menghentakkan kakinya kesal.

Fano hanya melihat dengan tersenyum gemas. Ia lantas menyusul gadisnya itu dan menggandeng tangannya.

Finda sedikit tersentak, ia menatap pria di sampingnya yang hanya menatap datar kedepan.

"Kok Fano gandeng aku? " tanya Finda dengan lugunya.

"Biar pacar gue gak ada yang godain,"

Sontak Finda langsung tersenyum, walaupun Fano berkata dengan nada dingin tetap saja kalimatnya mampu membuat dirinya salting.

***

Fano dan Finda kini duduk berdampingan disebuah turnado. Bersama dengan orang lainnya. Sebuah wahana turnado yang akan membawa mereka berputar dengan pelan dan lama-kelamaan akan membuat mereka seakan dilempar.

Senyum Finda masih terbentuk disudut bibirnya. Ini adalah pertama kalinya ia menaiki wahana seperti ini. Ia pastikan setelah ini kondisinya akan tetap baik-baik saja.

"Yakin naik ini? " tanya Fano sekali lagi.

Fano ingat terakhir kali menaiki wahana ini, ia bersama kakaknya. Dan alhasil setelah wahana turnado berhenti kakaknya pingsan.

"Iya Fano, emang muka aku keliatan takut? Muka berani gini masih diraguin,"

"Oke,"

Berberapa menit kemudian, wahana turnado yang mereka naiki mulai berputar pelan-pelan. Finda masih sama, masih menikmati. Sampai beberapa detik kecepatan berubah menjadi cepat seakan tubuh penumpang akan dihempaskan. Jeritan dan teriakan mulai terdengar.

Begitu juga dengan Finda, semakin cepat dirinya semakin tidak bisa mengatur nafasnya. Ah ia tidak percaya wahana turnado ini sangat menakutkan!

"FANO TURUN DULUAN BOLEH GAK? " teriak Finda menoleh kearah Fano yang sedang tertawa lepas. Sepertinya pria itu tidak mendengarkan teriakannya.

"FANOOO, AKU GAK KUAT! "

"ASTAGA UDAHH AHH GAK KUAT WOEE BERHENTI, TOLONGGGGG.. "

"FANO AYO TURUN, LONCAT BOLEH GAK NIHHHH.. YA ALLAH GAK KUAT, "

"BANG TURUNIN AKUU MASIH MAU NIKAH SAMA FANOO.. "

"TOLONGGG TURUNN... "

Tawa Fano terhenti ketika telinga mendengar suara yang sangat familiar. Ia menoleh kearah samping, melihat gadisnya sedang berkomat-kamit membaca doa sambil memejamkan matanya. Bukannya hawatir Fano malah tertawa kecil melihat ekspresi Finda.

Sampai beberapa menit wahana turnado akhirnya berhenti.

Fano mulai turun, ia menghampiri Finda yang masih memejamkan matanya sampai dahinya berkerut.

ALFANO (MASIH REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang