Kemacetan dan juga karena ada satu bus mengalami kebocoran ban, mengakibatkan siswa harus sampai di sekolah pukul delapan malam.
Bus sudah berada di halaman sekolah. Semua siswa berdesak-desakan untuk keluar. Beda dengan Fano ia tidak suka keramaian, maka dari itu ia memilih menunggu saja.
"Fano gak mau keluar? " ucap Finda sambil beranjak ingin berdiri.
"Nunggu sepi. " jawabnya seadanya.
"Oh yauda. " lirih Finda sambil kembali duduk.
Fano menatap gadis itu heran. "Kok lo duduk lagi? "
"Biar makin lama deket sama Fano. Apalagi masih rame, males. " ucap Finda membuat Fano terkekeh.
"Lo pulang sama siapa? " tanya Fano.
Finda menatap Fano, ia tak percaya Fano akan menanyakan hal itu. Finda yakin Fano akan mengajaknya pulang bareng.
"Taxi. Soalnya kak Delwin masih sibuk bikin skripsi. "
"Oh. " balas Fano membuat Finda kesal. Sungguh balasan yang tidak sesuai dengan dugaannya.
"Kok oh doang sih! "
"Maunya? "
"Fano gak mau antar aku pulang gitu. "
"Gak. " jawab Fano singkat.
Finda mendesis kesal melihat sikap Fano.
"Kalo enggak ngapain tadi tanya-tanya!"
"Oke, selanjutnya gue gak bakal mau nanya-nanya ke lo lagi. " sahut Fano datar.
Lagi-lagi Finda mendengus kesal. Fano sungguh pria yang menyebalkan!
"Kok Fano nyebelin sih! " seru Finda kesal.
Fano menatap gadis disampingnya itu, ia tertawa kecil melihat wajah Finda yang di tekuk.
"Kok Fano ketawa sih! "
"Pengen aja. "
Finda benar-benar tidak tau lagi apa maksud Fano. Sungguh pria yang aneh!
"Udah sepi ayo keluar. " ajak Fano sembari menggandeng tangan Finda.
Lagi-lagi gadis itu dibuat terkejut dengan tingkah Fano. Tapi ia malas untuk protes yang nantinya akan membuat Fano melepaskan genggaman tangannya.
***
Setelah keluar dari bus dan melepaskan gandengannya, Finda merasa sedikit gugup. Lain dengan Fano yang masih terlihat tenang.
"Yakin naik taxi? " tanya Fano membuka suara.
"I.. iya. " jawab Finda gugup.
"Mau bareng gue? "
Finda menatap Fano tak percaya.
"Serius Fano ngajak pulang bareng? " tanya Finda meyakinkan.
"Iy...." belum sempat Fano melanjutkan kalimatnyan. Seseorang dari jauh bersorak memanggil Finda.
"Jus. " lirih Finda saat melihat Joshua menghampirinya.
"Baru sampai? " tanya Joshua.
"Iya tadi bus satunya bocor. Jus kok belum pulang? "
"Tadi ada rapat osis dan sekalian aja sambil nunggu lo buat pulang bareng." ucap Joshua.
Finda tersenyum hambar. Ia tidak tau harus berkata apa, sedangkan di sampingnya ada Fano yang baru saja menawarkan untuk pulang bersama. Tapi, ia juga tidak enak untuk menolak niat baik Joshua. Dan mengingat sudah berapa kali ia membuat Joshua kecewa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFANO (MASIH REVISI)
Teen Fiction"Fano!! segala sesuatu itu memang harus dicoba dulu. " ujar Finda dengan wajah sok seriusnya. "Terus? " "Terus ya kita harus nyoba pacaran dulu biar Fano percaya kalo aku ini tulus. " jawab Finda dengan tak berdosanya. Fano langsung bergidik ngeri...
