Cinta itu rasa yang tidak pernah bisa diterka pada siapa dia akan berlabuh, yang datang karena terbiasa bersama atau bisa jadi karena hal yang lainnya.
Semua yang terjadi di dunia ini adalah atas izin dari sang maha Pencipta begitupun pertemuan anta...
-Kesiapan terhadap komitmen tidak akan terwujud jika tidak didahului dengan niat yang kuat-
___________
Pagi hari ini sangat sibuk. Ada yang sedang mengoordinasi hidangan untuk tamu, ada juga sedang mengecek dekorasi.
Ivanna tetap berdiam diri di rumahnya sejak tiga hari yang lalu. Tangan dan kakinya sudah diukir henna berwarna putih.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tampak dari wajahnya, Ivanna memang sedang gugup. Ntah mengapa seperti ada rasa khawatir yang hinggap di hatinya.
Ivanna seperti ragu dan takut untuk berkomitmen.
"Elva.." panggil Ivanna pada Elva, sepupunya yang berusia lima belas tahun itu.
"Iya kak?" Elva mengalihkan pandangannya dari ponsel ke wajah Ivanna.
"Rasanya tuh kakak mau lari sekarang." Ivanna mulai bercerita kegundahan hatinya.
"Eh jangan lah kak."
"Kenapa emang?"
"Nanti kasian orang tua kakak sama keluarga laki-lakinya. Kan malu juga."
"Tapi kakak tuh gimana yaa.." Ivanna sendiri merasa sulit untuk menjelaskan rasa takutnya.
"Haa kenapa kak? Kakak nggak suka sama bang Hersa?"
"Bukan itu sih."
"Terus apa?"
"Kamu nggak akan tau gimana rasanya El. Jadi kakak jelasin juga kamu nggak ngerti."
"Yaa gimana mau ngerti kalau kak Iva belum ceritaa." Elva terlihat gemas dengan tingkah Ivanna itu.
"Yaa makanya kakak nggak cerita. Nanti juga kamu nggak akan ngerti."
"Ah kak Iva mah aneh. Elva jadi penasaran ini."
"Daah tidur aja."
"Kakak lah duluan, kan besok acaranya kakak."
"Besok kakak mau kabur."
"Ih kakak tuh, jangan lah."
"Kenapa emang."
"Kasian tante dan om nanti. Kan juga merusak nama baik."
"Hahaha iya iyaa. Udah gih tidur." Ivanna tertawa pelan, dan menyuruh adik sepupunya untuk tidur terlebih dahulu.
Elva memamg menginap dari lusa kemarin, ia tidur bersama Ivanna di kamarnya karena permintaan Ivanna. Ivanna dan Elva memang seperti adik dan kakak. Karena Ivanna sendiri memang anak terakhir sedangkan Elva anak tunggal dari bibi sebelah ayahnya.
*** Subuh hari sekitar jam tiga lewat lima belas menit, Ivanna telah bangun. Selepas mendirikan sholat dua rakaat sebelum subuh Ivanna kemudian mandi.