Budayakan vote sebelum baca yaaa!!
Krisannya ditunggu!!
Oke happy reading ♥🌚
__________________
"Nak Hersa,"
Hersa langsung menyalimi ibu mertuanya itu dengan sopan.
"Nak Hersa masih hidup?" Ucap Risa dengan tatapan tidak percaya. Dalam hati Risa berdoa semoga ini bukan sekedar mimpi belaka.
Risa menatap Hersa dengan pandangan meneliti. Ada beberapa luka di wajah tampan menantunya itu.
"Mama apa kabar?" Tanya Hersa tanpa menjawab pertanyaan Risa sebelumnya.
Risa menangis tanpa suara.
"Maaf sudah membuat semuanya khawatir Ma, hersa juga nggak bisa ceritain sekarang. Mungkin terlalu panjang buat di ceritain. Oh iya, Ivanna mana, Ma?" Pertanyaan terakhir Hersa membuat Risa semakin terisak.
Melihat Risa menangis seperti itu membuat perasaan Hersa semakin khawatir pada istrinya. Perasaannya juga mulai tidak tenang.
"Ivanna..." suara Risa tercekat di tenggorokan. Rasanya sulit sekali berkata.
"Ivanna depresi karena kehilangan kamu. Dia terus menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi sampai melakukan percobaan bunuh diri." Pernyataan dari Risa itu membuat dada Hersa seperti dihantam dengan ribuan palu yang sangat keras.
Risa terus bercerita tentang Ivanna dan percobaan bunuh dirinya yang membuat perempuan itu kritis sekarang.
Mata biru Hersa memanas. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana rasa sakit yang di tahan oleh perempuannya itu.
"Ivanna bahkan hampir saja keguguran karena tindakan tidak rasionalnya." Kata Risa menutup ceritanya.
Tubuh Hersa menegang saat mendengar jelas kalimat terakhir yang disampaikan ibu mertuanya itu.
"Ivanna..." napas Hersa tercekat.
Risa mengangguk dan tersenyum, "Iya, Ivanna hamil."
"MasyaaAllah! Alhamdulillah." Ucap Hersa dengan perasaan haru yang luar biasa di samping perasaan khawatirnya.
"Sekarang mama mau ke rumah sakit, ummi sama abi kamu juga ada di sana. Yuk," Risa mengajak Hersa untuk segera ke rumah sakit.
♥♥♥
Suasana rumah sakit malam itu sangat lenggang. Mungkin beberapa perawat dan dokter sudah ada yang pulang dan berganti shift.
Risa berjalan mendahului Hersa yang mengikutinya di belakang.
"Kamu perlu di periksa juga sepertinya." Ucap Risa memecah keheningan.
"Nggak perlu, ma. Hersa udah baikan kok, cuma lecet-lecet aja." Tolaknya dengan halus.
"Ivanna pasti senang banget kalau tau kamu masih hidup. Dia benar-benar kehilangan kamu nak. Sayangnya sekarang Ivanna sepertinya belum siuman." Cerita Risa, terdengar sedih dalam bicaranya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY PERFECT HUSBAND (Revisi)
SpiritualCinta itu rasa yang tidak pernah bisa diterka pada siapa dia akan berlabuh, yang datang karena terbiasa bersama atau bisa jadi karena hal yang lainnya. Semua yang terjadi di dunia ini adalah atas izin dari sang maha Pencipta begitupun pertemuan anta...
