Bunga Cinta

27.9K 1.1K 17
                                        

Dalam Alqur’an Allah SWt berfirman :

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

“Dan orang orang yang berkata : “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS Alfurqan : 74)

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Dunia adalah harta dan sebaik-baiknya harta adalah wanita yang shalehah.” 

_______________________________________

Ivanna berjalan pelan di belakang Hersa dengan pandangan ke bawah kakinya.

"Aduh!" Ivanna meringis seraya mengusap keningnya ketika menabrak punggung Hersa yang tiba-tiba berhenti.

"Nggak apa-apa?" Tanya Hersa yang telah membalikan badannya menghadap istri mungilnya.

Ivanna menggeleng-geleng pelan.
"Lagian mas ngapain sih berhenti nggak bilang-bilang lagi!" Rengek Ivanna kesal.

"Lah kok mas? Lagian adek kenapa nunduk gitu?" Hersa menatap gemas kearah istrinya yang masih mengusap-usap kening.

"Ta---"

"Hersa, Ivanna kok nggak langsung masuk?" Interupsi itu membuat Ivanna tidak jadi melanjutkan kalimatnya.

Mereka berdua menatap Dian yang ternyata sudah berdiri di depan pintu rumahnya dengan pandangan bingung.

"Eh ummi. Ini kita baru mau masuk." Hersa menjawabnya dengan penuh kesopanan.

Hersa menghampiri ibunya dengan pandangan rindu dan segera memeluknya.

Ivanna hanya tersenyum kikuk melihat pandangan di depannya.

Dian beralih menatap menantunya yang terdiam mematung beberapa meter di depan mereka.

"Sini sayang." Ucap Dian setelah melepaskan pelukan Hersa.

Ivanna dengan gugup menghampiri mertuanya.
"Kok gue jadi nervous gini sih?" Batin Ivanna. Ia merutuki tingkahnya yang terlihat aneh.

Dian langsung memeluk Ivanna saat sudah berada di depannya. Ivanna membalas pelukan ibu mertuanya dengan agak canggung.

"Yuk masuk." Ajak Dian dan menggandeng tangan Ivanna serta Hersa dengan penuh bahagia.

Ivanna hanya pasrah saat dituntun masuk ke dalam rumah keluarga Hersa yang sekarang sudah menjadi keluarganya juga.

"Abang!" Panggil Ira saat melihat Hersa, Ivanna dan Dian memasuki rumah.

Ira menghampiri Hersa dengan berlari kecil.

"Ira kangeen." Ungkap Ira seraya memeluk Hersa dengan erat.

Hersa membalas pelukan Ira tak kalah eratnya, ia mengusap punggung adik perempuannya dengan penuh kasih sayang.

"Mbak Iva." Sapa Ira kemudian beralih memeluk saudara iparnya.

Ivanna membalas pelukan Ira dengan sedikit canggung.

"Dari deket mbak Iva cantik ya hehe." Ira menatap wajah Ivanna yang kemudian agak memerah karena pujiannya.

"Makasih, kamu juga cantik."

"Masyaa Allah tabarakallah hehe."

Ridho yang sedari tadi hanya memperhatikan kemudian menghampiri anak laki-lakinya dengan senyuman hangat.

MY PERFECT HUSBAND (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang