Like an AAC 1

19.7K 894 10
                                        

Kumandang suara tilawah itu membuat perempuan yang sedang tertidur lelap mulai terjaga.

Perempuan itu mengerjapkan matanya. Suara tilawah yang terdengar sangat jelas membuatnya mengulurkan tangan ke nakas meja mencari benda persegi panjang miliknya.

Ia pun menyalakan layar ponselnya dan membelalakan matanya.

"Yaa Allah ini baru jam tiga kenapa berisik banget sih?" Gerutunya yang masih menahan kantuk.

Suara tilawah itu seakan terdengar dari segala penjuru masjid dan mushala yang ada di Mesir. Padahal niat awal Ivanna akan bangun siang setelah sampai di Kairo. Tapi ternyata itu hanyalah ekspetasi.

Ivanna merasakan remuk disekujur tubuhnya. Perjalanan yang panjang membuatnya sangat amat lelah. Dan sekarang ia tidak bisa tidur karena mendengar suara tilawah disubuh hari itu.

Setelah sampai di Kairo, Ivanna memang langsung menuju ke salah satu hotel disana. Ia memang berniat untuk istirahat. Tapi jadinya malah seperti ini.

Bukannya suara yang mengaji itu tak enak di dengar, hanya saja suara yang terdengar sangat keras untuk Ivanna. Kalau hanya berasal dari satu atau dua masjid saja sih tak masalah.

Ivanna mengurut pangkal hidungnya. Sekarang kepalanya menjadi pening.

Dengan langkah yang lemah, Ivanna menuju wastafel untuk sekedar mencuci mukanya.

Ivanna melihat pantulan dirinya di cermin. Kantung matanya terlihat jelas walaupun tidak begitu hitam.

Ivanna tadi hanya tidur kurang lebih 5 jam saja.

Ivanna tidak tahu jika seperti inilah keadaan negeri Fir'aun, Negeri piramida atau The Gift of Nil itu.

Negara yang menjadi pusat Pendidikan Islam dengan Universitas bernama Al-Azhar yang bahkan sudah terkenal ke seantero dunia. Di Indonesia sendiri bahkan nama universitas itu sudah sangat populer.

'Apa gue sholat aja ya?' Terlintas dipikiran Ivanna akan hal itu. Akhirnya Ivanna pun mengambil air wudhu dan mendirikan sholat tahajud.

"Assalamu'alaikum warahmatullah" salam Ivanna yang sudah menyelesaikan sholatnya.

Ivanna kemudian bermunajat kepada Allah, hingga tak sadar air matanya terjatuh.

Ivanna merasa sangat berdosa dihadapan Allah. Ivanna masih sering meninggalkan sholat fardu padahal Ivanna tau sholat adalah amalan yang paling pertama akan di hisab.

Ivanna memohon kelembutan hati pada dirinya, dibebaskan dari sifat futur dan tidak termasuk golongan orang yang munafik.

Ivanna tidak tau mengapa sangat berat untuk sekedar menjalankan kewajibannya kepada sang maha kuasa. Ivanna padahal sudah berniat untuk mengubah dirinya tapi tetap saja tidak bisa. Tidak bertahan lama.

Ivanna juga ingin menjadi muslimah yang taat. Tapi lihatlah. Walaupun sudah mau menutup aurat tapi Ivanna terkadang masih melepas jilbabnya.

"Yaa Allah berikanlah kelembutan hati kepada hamba, berilah hamba seseorang yang bisa menuntun hamba hingga ke jannah-Mu Yaa Rabb.." munajat Ivanna dengan air mata yang turun membasahi pipinya.

Adzan subuh pun mulai berkumandang. Jika didengarkan dengan hati yang ikhlas memang terasa menyejukkan.

Ivanna bangun dari duduknya kemudian mulai melaksanakan sholat subuh selepas adzan yang berkumandang itu berhenti.

Karena rasa lelah dan kantuk masih menyergap Ivanna, tanpa sadar Ivanna tertidur setelah selesai sholat subuh.

Wajahnya terlihat berseri dengan bibir yang melengkung ke bawah. Napasnya mulai teratur dan ia pun sudah benar-benar terlelap dalam tidurnya.

MY PERFECT HUSBAND (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang