Kesialan yang selanjutnya terjadi adalah karena ternyata aku sangat lemah sebagai manusia. Ya, aku masih belum pulih sepenuhnya dari demam kemarin. Mungkin Jeno benar, aku kurang gizi jadi daya tahan tubuhku rendah. How sad?
Setiap pagi Jeno datang ke rumahku, membawa makanan yang dia pastikan harus kuhabiskan. Hari ini ditambah melarangku mengajar bahasa Korea untuk Renjun dan Chenle, karena aku belum sehat. Aku tahu dia hanya ingin aku cepat sehat supaya bisa segera lanjut ke ritual selanjutnya kok, bukan karena terlalu menghayati peran sebagai pacarku.
Tapi aku nekat. Karena tubuhku hanya sedikit lemas saja, kuputuskan untuk tetap mengajar. Siang tadi aku sudah menghubungi Renjun, kami bertukar id k-talk, dan bilang kalau hari ini dia dan Chenle harus belajar dengan benar. Renjun tahu dari Jeno kalau aku sedang kurang sehat, aku mewanti-wantinya supaya Jeno jangan sampai tahu aku tetap pergi mengajari mereka hari ini.
Renjun
Tch dasar bucin
Lagian kalo lagi sakit nggak dibawa gerak nanti lemes terus
Ron Lee
Iya
Tapi kamu tau sendiri
Jeno berisik tapi ganteng [deleted]
Jeno keras kepala, aku males debat
Renjun
ㅋㅋㅋㅋ tau banget
Ron Lee
Ok
Sampai ketemu nanti sore
Renjun
Rumahmu di mana sih?
Jeno bilang nggak jauh
Ron Lee
Emang nggak terlalu jauh
Kenapa?
Renjun
Gimana kalau aku dan Chenle aja yang ke rumahmu?
Ron Lee
Maaf, bukannya nggak boleh
Rumahku lagi berantakan banget
Renjun
Bukannya Jeno tiap hari ke sana?
Emang kalian habis ngapain?
Ron Lee
Jangan deh pokoknya
Lain kali aja, kalian boleh main
Renjun
Ya udah, kujemput ya
Ron Lee
Jemput gimana?
Renjun
Jeno nggak akan tau kok
Lagian aku nggak bermaksud apa-apa haha
Share location, nanti sore aku ke sana
Begitu percakapan kami tadi siang. Sebenarnya aku ragu, tapi kupikir tidak ada salahnya juga kalau Renjun ingin menjemput guru lesnya ㅡaku. Aku tahu dia mungkin bosan dengan rutinitas menjadi idol dan ingin jalan-jalan sesekali. Mungkin dia akan menjemputku dengan sepeda seperti Jeno. Kurasa mereka belum punya SIM, lagi pula membayangkan Renjun naik motor atau menyetir mobil agak lucu.
Sudah jam empat sore, aku sudah selesai mandi dan siap-siap. Setelah mengirim pesan pada Renjun, aku menunggu di kursi dekat jendela. Komplek rumah baruku ini sepertinya memang kawasan orang kaya, selalu sepi dan penghuninya sibuk masing-masing. Rumah-rumahnya kecil tapi memang bagus. Rasanya seperti mimpi bisa tinggal di rumah layak.
Nah, itu Renjun. Dia celingukan dan naik... hoverboard? Satu papan hoverboard lagi dia apit diantara ketiak. Melihat caranya mengendalikan benda itu, seperti mereka sudah berteman bertahun-tahun. Jangan bilang aku juga harus naik hoverboard?
"Renjun!" panggilku dari depan pagar.
Dia menoleh. "Hey, kirain rumahmu yang itu," ujarnya sambil menunjuk rumah sebelah.
Aku bengong melihat Renjun meluncur seperti hantu di atas hoverboard, dalam sekali kedip sudah ada di hadapanku.
"Jangan bilang aku juga harus naik ini?" ujarku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Werevamp ✓
FanfictionBukan cuma manusia yang bisa jadi vampire, vampire juga bisa jadi manusia lagi loh! Tidak percaya? Ikuti aku dan Lee Jeno, kami werevamp ㅡum, maksudnya werevamp dan calon werevamp. ©smallnoona 2018
