03

7.1K 795 23
                                        

🍀DEAR NAME🍀
***

Pria itu sedang menghitung, sudah berapa lama dia tidak mengunjungi kampung halamannya. Dirinya fokus menatap keluar jendela mobil, memperhatikan setiap rumah, bangunan, dan tumbuhan hijau yang mereka lewati. Hampir tiga bulan? Ah, mungkin lebih dari itu.

Suasana dalam mobil yang dinaikinya bersama lima orang teman satu grupnya termasuk manager itu cukup kondusif, untuk saat ini. Mereka langsung menuju Guri, tempat orang tua pria itu tinggal setelah menyelesaikan syuting panggung terakhir comeback mereka.

"Pikirkan lagi, Doyoung-ah..." Sang manager memberhentikan mobilnya didepan sebuah rumah yang cukup besar dengan dinding tinggi mengelilinginya.

" Sang manager memberhentikan mobilnya didepan sebuah rumah yang cukup besar dengan dinding tinggi mengelilinginya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Doyoung terdiam sejenak setelah mendengar permintaan managernya itu. Dia mengalihkan atensinya, menatap satu persatu hyung yang bersamanya dalam mobil. Mereka berempat menunjukkan senyum yang dapat dideskripsikan dengan sangat jelas oleh Doyoung.

Grupnya setelah ini akan memiliki banyak jadwal individu, Taeil dan Taeyong sedang bersiap untuk berangkat wajib militer bulan depan, karena Yuta dan Johnny bukan warga negara Korea, mengharuskan Doyoung berangkat wajib militer setelah mereka. Sekarang Doyoung menjadi bingung dengan keputusannya.

Apa benar jika dia mengajak wanita itu menikah? Dia saja setelah ini akan wamil.

Dan lagi, leader mereka akan pergi wamil, jika dia membuat skandal itu akan menyulitkan member yang tersisa. Dia tidak ingin menyulitkan dongsaeng satu grupnya.

Dalam benaknya, dia tidak ingin menyembunyikan ini dari penggemarnya, namun disisi lain, situasi untuk saat ini akan sedikit sulit. Tapi bagaimanapun, yang namanya kebohongan pasti suatu saat tetap akan terbongkar bukan?

"Kami baik-baik saja, Doyoung-ah..."

"Bertanggung jawab itu lebih utama..."

Doyoung mengingat wajah lelah anggota grupnya. Disela jadwal melelahkan mereka, pada hari itu agensi mengumpulkan kami dan melakukan evaluasi. Secara, semua berawal dari Doyoung. Dari sana, member lain ikut terkena dampaknya, bahkan agensi menyuruh beberapa dari mereka yang memang sungguh berkencan untuk tidak menemui pasangan mereka terlebih dahulu. Padahal waktu-waktu seperti ini sangat mereka tunggu, dimana jadwal mereka untuk kedepannya tidak sepadat sebelumnya.

Pria itu menghela nafasnya dan tersenyum menanggapi ucapan managernya itu.

"Aku akan kembali ke dorm besok malam." Doyoung membuka pintu mobil dan keluar dari sana. Dia juga menunggu mobil yang dinaiki teman-temannya itu pergi dan menghilang dari pandangannya. Kali ini dia berdiri menghadap pagar tinggi dihadapannya.

Harusnya dia datang untuk melepas rindu dengan keluarganya. Dia sekali lagi menghela nafasnya.

Dia menekan kode kunci pagar rumah itu dan setelahnya masuk. Dia melewati halaman rumah yang penuh dengan tumbuhan hijau, menaiki tangga memasuki rumahnya.

DEAR NAME ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang