46

2.6K 346 162
                                        

Jika Sejeong bisa, dia sangat ingin menendang satu persatu manusia yang memenuhi ruangannya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jika Sejeong bisa, dia sangat ingin menendang satu persatu manusia yang memenuhi ruangannya itu. Membuatnya pengap dan pusing.

Tidak-tidak! Sebenarnya tidak sepenuh itu. Hanya saja... Mereka terlalu berisik!

"Yak! Apa yang kau lakukan?!"

"Sialan! Lakukan dengan baik, Lee Haechan!"

"Kalian mengkhianatiku?!"

"BUNUH! BUNUH!"

"HYUNG! BANTU AKU!! AKHH!!"

"Haechan-ah?! Bagaimana caranya menggunakan ini?"

Sejeong menutup telinganya dengan bantal dan memejamkan mata. Sekumpulan orang itu duduk santai di lantai-yang dengan sangat tidak peka Doyoung justru menggelarkan mereka alas-dan asyik bermain game online di ponsel mereka masing-masing.

Sudah pasti oknum Lee Haechan tidak pernah absen menjenguk Sejeong setiap hari Jumat dan Minggu. Tentu saja dia juga ingin bertemu Minyoung, keponakan yang sangat disayanginya itu. Terhitung sudah empat kali laki-laki itu datang dan menganggur di rumah sakit.

Dan oknum lainnya yang datang menemani Haechan selalu berbeda setiap minggunya. Seringnya mereka akan datang di hari minggu. Untuk hari ini, hari Minggu yang melelahkan bagi Sejeong yang ingin beristirahat namun yang datang lebih banyak dari biasanya.

Biasanya yang datang hanya dua sampai tiga orang. Johnny hari ini datang, Jeno, Jaemin dan Jisung juga. Ah! Mark hari ini juga ikut, bahkan Taeil. Mereka, termasuk Doyoung, sekarang sedang bermain game. Sudah bisa bayangkan seberapa berisik mereka?

"HYUNG! SERANG HYUNG!"

"KAJJA!!!"

"TAEIL HYUNG SERANG!"

Tolong selamatkan Sejeong...

Cklek

Spontan mereka semua menoleh begitu mendengar suara pintu yang terbuka. Aura menyeramkan dari seseorang yang datang itu spontan membungkam kedelapan pria kekanakan yang saat ini seperti tertangkap basah telah mencuri sesuatu.

"Kalian tahu ini dimana, kan?" Mereka mengangguk kompak, membuat Sejeong yang sejak tadi dibuat stress harus menahan tawanya.

"Jangan karena ruangan ini cukup jauh dari ruangan lain lalu kalian bisa seenaknya seperti ini." Ujarnya lagi dan masuk bersama dua orang lain mengikuti dibelakangnya.

"Terima kasih, Dokter Cho.." Ucap Sejeong tulus pada Seungyoun yang berhasil membubarkan sekumpulan pria tidak tahu diri dalam mengganggu ketenangan Sejeong sebagai seseorang yang harusnya dianggap sedang sakit ini.

"Saya ingin memeriksa Nyonya Kim, jadi.. Tolong.." Seungyoun tersenyum sarkas dan membuat mereka-kecuali Doyoung-keluar dari ruangan dengan berbaris satu persatu. Sejeong sampai menutup wajahnya yang memerah karena menahan tawanya.

DEAR NAME ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang