14

4.1K 454 56
                                        

🍀DEAR NAME🍀
***

Tidak akan ada yang percaya sebelumnya bahwa hubungan yang mereka sembunyikan bisa bertahan selama ini.

Pernikahan keduanya, juga anak yang hadir di tengah-tengah mereka.

"Eomma!!"

Kim Sejeong. Wanita itu berbalik mendengar suara gadis kecil memanggilnya. Dia tersenyum lebar, berjongkok serta merentangkan tangannya membiarkan gadis kecil yang berlari kearahnya itu berhambur dalam pelukannya.

"Bagaimana sekolahmu hari ini?" Sejeong melepaskan pelukannya dan menatap gadis kecil itu penuh kasih sayang. Gadis kecil itu sangat cantik dengan rambut panjangnya. Kedua matanya yang menyipit saat tersenyum sangat mirip dengan ibunya.

Juga lekukan bibirnya, persis seperti ayahnya saat tersenyum.

"Aku mendapat nilai sempurna untuk pelajaran matematika!"

"Benarkah?!! Wah!! Eomma harus memasakkanmu makanan lezat hari ini!"

"Yay!! Eomma! Aku ingin ramyeon dengan daging!"

"Bagaimana kalau kita berbelanja sekarang, eoh?"

"Minyoung sayang eomma!!"

Gadis kecil itu kembali memeluk ibunya sayang, mengabaikan orang-orang disekitar yang menatap berbeda kearah mereka. Tatapan yang tidak dapat di deskripsikan.

Tepat akhir musim gugur 7 tahun lalu. Kim Minyoung lahir dengan persalinan normal. Benar, sudah 7 tahun semua hal itu tersembunyi dengan baik.

Semua berjalan begitu lancar. Dari saat Minyoung lahir. Beberapa bulan Doyoung bisa menghabiskan waktunya bersama keluarga, menyaksikan secara langsung pertumbuhan Minyoung hingga berusia 2 tahun. Setelahnya pria itu mendaftar wajib militer dan pergi untuk dua tahun kemudian. Dengan cutinya itu dia bisa bertemu Minyoung dan ikut mendidik gadis kecil itu seperti layaknya orang tua biasa pada umumnya.

Sampai perlahan semua berubah saat Doyoung telah dibebaskan dari wajib militer.

Pria itu kembali dengan jadwalnya dan jarang untuk pulang ke rumah. Walaupun begitu, dia masih meluangkan waktunya untuk bertemu dengan Minyoung. Sampai disini masih baik-baik saja sampai untuk pertama kalinya Minyoung dilepas untuk memasuki taman kanak-kanak.

Hal tersulit bagi Minyoung saat itu adalah menjelaskan siapa ayahnya.

Seorang anak berusia empat tahun, dengan pikirannya yang masih sangat polos harus mencari cara bagaimana dia tidak mengungkapkan siapa ayahnya kepada semua orang. Dan sejak kecil gadis itu telah diajarkan untuk tidak mengenalkan pada siapapun itu. Terdengar tidak adil namun dia harus melakukannya. Beruntungnya Minyoung tidak pernah protes dan selalu menuruti semua yang dikatakan ayah dan ibunya. Baginya, dia tidak peduli dengan apa yang orang pikirkan tentangnya dan ibunya, dia hanya tahu jika keluarganya penuh dengan kebahagiaan.

Tidak salah jika sejak kecil memang Minyoung dikenal sebagai gadis yang cerdas dengan pemikirannya yang bijak dan matang untuk anak seusianya. Gadis itu benar-benar tumbuh seperti apa yang ayah dan ibunya inginkan.

Sesuai janji, Sejeong akan mengajak Minyoung berbelanja dan memasak banyak makanan untuk nanti malam. Mereka sudah memasuki mobil yang dikendarai langsung oleh Sejeong. Jangan salah, mobil itu dia beli dari hasil kerjanya sendiri.

"Eomma! Kita harus belanja cepat! Appa akan tampil jam 5 nanti!"

"Kau benar! Kita harus cepat!"

Dan seperti itulah Minyoung. Walaupun dia tidak bisa memamerkan ayahnya didepan semua orang, dia tetap bangga dengan ayahnya itu. Baginya, seorang Kim Doyoung adalah ayah yang luar biasa.

DEAR NAME ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang