19

2.7K 406 76
                                        

🍀DEAR NAME🍀
***

"Dimana Doyoung?"

...

Sejeong mengembuskan napas kasar. Dia memijat keningnya yang tiba-tiba terasa nyeri.

"Jangan menghubunginya."

"Aku bahkan hanya sekedar mengirim pesan singkat."

"Doyoung sudah mengatakan kepadamu sendiri, kan? Kau tidak boleh menghubungi-"

"Ahn Yoojin-ssi?!!"

Pada akhirnya Sejeong membentak sang lawan bicara. Benar, Manager Yoojin yang menelponnya tiba-tiba. Ditambah lagi pria itu menelponnya menggunakan ponsel milik Doyoung.

Singkat cerita, Sejeong hanya mengirimkan pesan seperti biasanya. Menyampaikan pesan dari Minyoung untuk Doyoung atau dari dirinya sendiri untuk suaminya. Itu wajar, kan?!

Tapi tiba-tiba manager Yoojin menelponnya menggunakan ponsel milik Doyoung dan berkata untuk berhenti menghubungi suaminya sendiri?!

Yang benar saja?!

"Apa tidak cukup dengan membuat pernikahanku dan Doyoung harus disembunyikan selama ini? Kau mau merebut hakku juga untuk mengetahui kabar suamiku sendiri?!"

...

"Seberapa benci kalian padaku, eoh?! KATAKAN PADAKU?!!!"

Tut

"AISH BRENGSEK!!"

Sejeong menatap ponselnya marah. Bagaimana bisa orang-orang itu sangat menyebalkan? Apa ini caranya untuk menyingkirkan Sejeong secara perlahan dari kehidupan Doyoung? Dimana pria itu? Apa dia selemah ini untuk sekedar melawan mereka?

Wanita itu melihat jauh kedalam gedung olahraga tempat Minyoung saat ini sedang berlatih. Dia sampai harus keluar gedung karena dia sadar emosinya tidak akan terkontrol jika sudah berbicara dengan manager Yoojin.

"Aish!! Kim Doyoung apa yang kau lakukan?!!" Sejeong mengusap wajahnya kasar. Dia bisa saja setelah ini mendatangi kantor suaminya itu, tapi Sejeong harus menahan dirinya. Dia tidak mau Doyoung mendapat masalah lebih dari ini dan karenanya.

Dia harus memberi ruang untuk Doyoung.

***

Doyoung menatap manager Yoojin tidak suka. Tangannya menengadah untuk menagih sesuatu yang dibawa oleh pria itu selama Doyoung berlatih di basement.

"Ponselku."

"Aku sudah mengingatkanmu untuk tidak menghubungi istrimu, kan?"

Tatapannya berubah. Doyoung hampir tidak bisa menahan dirinya karena manager Yoojin sudah terlalu jauh dalam mengurusi kehidupannya.

"Kau hanya perlu mengatur jadwalku, bukan rumah tanggaku."

"Kau masih dalam aturan dan kau harus menurutinya."

"Rumah tanggaku tidak masuk ke dalam kontrak pekerjaanku. Aku sudah cukup menuruti kemauan kalian." Doyoung menghela napasnya. "Katakan padaku tujuan kalian sebenarnya! Menyingkirkan Sejeong? Kau mau membuatku berpisah dengan mereka?"

Manager Yoojin hanya terdiam. Dia juga tidak bisa membalas tatapan mata pria yang sudah lama bekerja bersamanya itu. Dia tahu Doyoung dengan sangat baik. Jika sifat keras pria itu memenanginya, Yoojin tidak akan bisa berbuat apapun lagi.

"Hyung, ponselku."

"Aku tidak bisa."

"Berikan ponselku."

DEAR NAME ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang