44

2.8K 334 99
                                        

Waktu aku ngedit part ini sambil dengerin intrument piano punyanya Yiruma yang Letter (Winter ver.), kek yang aku kasih di mulmed ehehe.. Gatau kenapa emosional banget, jadi, aku saranin coba kalian sambil dengerin itu sih wkwk. Di sportify ada kok 🤭🤭🤭


Happy Reading ❤

Sebuah mobil keluaran Hyundai berwarna hitam itu memasuki sebuah area rumah sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebuah mobil keluaran Hyundai berwarna hitam itu memasuki sebuah area rumah sakit. Dengan terburu-buru penghuni di dalamnya segera turun tepat setelah mobil itu berhenti dengan sempurna. Dengan langkah lebar dan dengan didukung kaki jenjangnya, sepasang pria tinggi itu memasuki UGD untuk mencari keberadaan seseorang.

"Kim Sejeong!" Oknum yang dipanggil namanya itu spontan menoleh, membelalakkan matanya dengan sempurna melihat siapa dua orang pria yang datang menjenguknya.

Sialnya, tubuh kakunya yang berselonjor diatas brankar tidak bisa banyak membantu untuk sekedar mendatangi dan memukul kepala pria itu.

"Yak! Untuk apa kau kemari?!" Salah satu dari pria yang datang itu tidak menggubris Sejeong yang sudah menunjukkan wajah murka, mengabaikan kondisinya sendiri yang sekarang menjadi seorang pasien. Pria itu menakup wajah sang wanita, melihat luka lecet pada keningnya dan meringis.

"Oppa! Kenapa kau membawanya kesini? Kau juga?! Apa-apaan kalian ini?" Salah satu pria lainnya mengedikkan bahu. Hal ini diluar yang dia inginkan juga.

"Dibanding itu, pikirkanlah dirimu sendi-"

"Permisi?" Ketiga orang itu menoleh, menatap seorang perawat yang harus memotong sejenak perdebatan tersebut.

"Keluarga Nyonya Kim?"

"Iya. Saya suaminya."

Benar saja. Doyoung benar-benar datang dihadapan Sejeong bersama Johnny-seseorang yang menjadi alasan Doyoung bisa sampai disini-yang menemaninya. Sejeong sampai dibuat semakin pusing karena kehadiran kedua pria itu.

"Mohon mengisi data administrasi juga Dokter Shin akan menjelaskan kondisi Nyonya Kim." Doyoung mengangguk dan melirik Sejeong sekilas.

"Kau harus menjelaskannya setelah ini!" Ujarnya sebelum pergi menyusul sang perawat.

Sejeong menatap sengit kearah Johnny dan memukul lengan pria itu yang bisa diraihnya. Johnny hanya bisa mengaduh kesakitan sambil mengusap lengannya yang terasa panas.

"Untuk apa kalian kemari, eoh?! Aku sudah katakan jangan sampai Doyoung-"

"Di ruang rapat ada televisi dan beritanya masuk disana. Aku sudah mengatakan pada Doyoung jika kau baik-baik saja. Tapi melihat kondisi yang ada di berita, wajar jika suamimu khawatir dan segera kemari." Johnny menghembuskan napasnya kasar. Dia tidak sedang berbohong ataupun beralasan.

"Apalagi melihat kau sendirian sekarang. Mungkin Doyoung sebenarnya ingin mengomel lebih banyak dari ini."

"Tapi situasinya tidak tepat! Berita kalian sedang hangat-hangatnya! Lagi, kalian kesini hanya menggunakan masker dan berpakaian kemeja rapi! Terlalu mencolok!"

DEAR NAME ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang