03: Tawaran Arga
°°°
"Lo kenapa sih, Nat?"
Yang ditanya mendengus. Tidak menjawab sepatah katapun. Sejak tadi ia kembali ke kelas, cewek ini lebih suka mengerucutkan bibirnya.
"Kesambet lo? Ada apa sih? Lo jangan bikin kita jadi bingung, dong. Ada masalah apa tadi sama lo dan Varo?" tanya Joya kepo.
Natasya melipat tangannya di depan dada. Lalu menatap kedua sahabatnya. "Ngga kok. Gak apa-apa,"
"Serius lo? Jangan bohong deh, gue tau mana orang serius dan mana orang yang pura-pura serius."
"Nanti deh ceritanya, males gue. Jangan bahas Varo lagi, seharian ini dia bikin gue naik darah."
Mereka memilih diam membiarkan Natasya mengembalikan mood-nya yang tadi sempat hilang.
"Lo pusing? Mending ke UKS dulu, di sana lo bisa istirahat sebentar. Tiduran, ngerileksin pikiran lo." usul Joya.
"Kalo perlu hari minggu refreshing ke mana kek? Mau ngga?"
"Boleh deh."
Mungkin sekali-kali Natasya perlu menjernihkan pikirannya lagi. Siapa tahu setelah quality time bersama teman-temannya, ia bisa melupakan masalahnya sejenak. Masalah bernama Alvalerron Bramasta.
Tiba-tiba, Alvin, teman sekelasnya menghampiri bangku mereka. "Nat, ada yang nyariin lo di luar."
"Oh. Oke makasih, Vin."
"Siapa yang nyari?"
"Tau, kalo Varo gue ogah banget sumpah."
Akhirnya dengan sedikit malas dia beranjak dari bangkunya untuk menuju ke depan kelasnya.
"Ya?"
Cowok berbadan tegap itu berbalik badan. Lalu tersenyum kepada Natasya. Natasya ikut tersenyum tulus. Gak salah Arga nyariin gue?
"Natasya, lo nanti pulang sekolah ada acara gak?" tanya cowok berkacamata itu.
Dengan senyumnya yang tidak luntur, ia menggelengkan kepala. "Gak ada sih kebetulan. Mau ngapain, Ga?"
Arga menggaruk kepala belakangnya, sedikit salah tingkah di depan Natasya. "Lo kan anak club dance sekolah, gue niatnya mau minta tolong ke elo."
Dari nada bicaranya saja, Natasya tahu cowok idamannya itu sedang gerogi. Apalagi ditambah selalu menggaruk kepala belakangnya menambah kesan tidak biasa bagi Natasya.
"Minta tolong apa, Ga?"
"Tolong ajarin adek gue nari bisa gak? Buat pentas perpisahan sekolahnya."
"Adek lo kelas berapa?"
"Enam SD," jawabnya, "bisa gak, Nat?"
Tentu bukan masalah jika Natasya mengajarkan adik Arga menari. Itu hal mudah sekali baginya. Ia tidak mungkin melewatkan kesempatan ini untuk dekat dengan sang ketua OSIS. Persetan dengan perkataan Joya dan Louis yang pastinya tidak akan setuju dengan keputusannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALVALERRON ✓ [TERBIT]
RomanceVaro itu bandel, bad boy, kadang mesum, urakan, nakal, ketua gankster, dan suka jailin guru. Natasya itu jutek, pendek, imut, dan suka jadi bahan jailan Varo. Varo sama Natasya itu rival. SEKALI LAGI RIVAL, OKE?! Tapi kenapa mereka jadi deket terus...
![ALVALERRON ✓ [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/198738714-64-k986391.jpg)