38: Penculikan
°°°
"Gue ada tugas buat lo."
"Apa?" tanya suara di seberang sana.
Cewek itu menyeringai licik, "Lo masih jadi musuh bebuyutan Varo, kan?"
"Iya. Kenapa?"
"Culik cewek yang lagi diboncengin Varo. Gue bakal share lockation-nya, mereka bakal lewat jalan raya Tamrin."
"Ada cicisnya gak?"
"Adalah! Kalo cewek itu udah sampai di markas lo, gue jamin duitnya langsung ada di tangan lo."
"Oke! Pokoknya lo serahin aja sama gue. Gue meluncur!"
Pip.
°°°
"Lo bisa naik, gak? Kaki lo masih sakit, ya?"
Natasya mengangguk.
Saat ini mereka akan pulang ke rumah karena hari sudah semakin sore. Tapi, Natasya bingung bagaimana cara naik ke atas motor Varo, kakinya saja masih sakit.
"Gue gendong."
Varo turun dari motornya lalu motornya ia standar. Dengan cepat, Natasya sudah berada di gendongan Varo.
Set.
"Kaki lo gak sakit kan kalo buat duduk gini?"
"Engga, kok. Makasi ya," katanya malu-malu.
Varo menaiki motornya dan menjalankannya. Teman-temannya yang lain memang sudah pulang lima menit yang lalu. Jadi, mereka di sini hanya berdua begini.
"Sip. Target udah jalan!" seru seorang cewek di balik pohon. Ia sembunyi-sembunyi sambil sesekali mengintip Natasya dan Varo.
"Iya. Gue udah nunggu di jalan Tamrin, kok. Bilang aja si Varo pake motor apaan?" jawab cowok di seberang sana.
"Ninja merah."
"Oke."
Pip.
Telepon dimatikan lagi.
Cewek yang masih memperhatikan mereka dari jauh itu mengeluarkan smirk-nya, "Gak lama lagi, Varo jadi milik gue!"
Natasya menoleh ke belakangnya. Melirik ke pohon besar, namun tidak ada siapa-siapa di sana.
"Kenapa, Nat?"
"E-engga. Gue ngerasa ada yang merhatiin kita tadi, t-tapi gak ada apa-apa, kok."
"Firasat lo aja kali. Peluk gue aja, biar gelisahnya ilang."
Cewek itu menurut. Ia memeluk Varo dengan erat, mencari kenyamanan di punggung hangat Varo lagi.
Namun, karena sedikit ragu, ia menoleh ke belakang lagi. Melihat pohon besar itu lagi. Lagi-lagi nihil. Tidak ada siapa-siapa.
Perasaan gue aja, nih, yang gak beres. batinnya.
"Hfft! Ngapain sih Natasya pake noleh ke belakang?! Peka amat dia ada yang merhatiin!" Cewek itu menggeram lalu meremas handphone-nya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALVALERRON ✓ [TERBIT]
RomanceVaro itu bandel, bad boy, kadang mesum, urakan, nakal, ketua gankster, dan suka jailin guru. Natasya itu jutek, pendek, imut, dan suka jadi bahan jailan Varo. Varo sama Natasya itu rival. SEKALI LAGI RIVAL, OKE?! Tapi kenapa mereka jadi deket terus...
![ALVALERRON ✓ [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/198738714-64-k986391.jpg)