47: Duel
°°°
"Kamu beneran mau nungguin aku latian? Agak lama, lho," ujar Natasya kepada cowok di depannya itu.
Mereka sedang berada di depan ruang dance. Hari ini Natasya memang memiliki jadwal latihan dance untuk pensi satu minggu lagi.
"Gak apa-apa deh, demi kamu aku siap nunggu lama."
"Gombal!"
"Ya udah sana masuk." Varo menyuruh cewek itu untuk masuk ke ruang dance.
Bianca yang sudah melipat tangan itu tidak berhenti melirik Natasya, dia iri dengan cewek itu karena apa yang diinginkannya justru ada semua pada diri Natasya. Dia masih memperhatikan dua anak adam itu, membuatnya semakin dongkol.
"Buruan, dong! Ngobrol mulu! Liat jam, sekarang udah jam berapa! Kalo telat nanti siapa yang disalahin bu Sukma?!" serunya sambil bersender di pintu ruang dance.
Varo menatap sengit ke arah Bianca. Tiba-tiba dia jadi sebal kepada cewek itu. Sudah sok cantik, genit, suka mengatur lagi. "Apa sih lo?! Sirik amat! Kalo sirik gak usah nyinyir gitu, dong!" seru Varo.
"Eh, Varo. Apa kabarnya?" tanyanya manja.
"Gak usah sok suci lo! Udah jelek, pendek, tepos, sok suci, suka nyinyir, idup lagi! Cewek kayak lo itu pantesnya musnah tau, gak?!" serunya lagi.
Melihat suasana ini, Natasya langsung tidak enak kepada Bianca. Dia menyenggol siku Varo. "Udah, jangan diladenin. Ya udah aku masuk dulu, ya."
"Ati-ati, ya."
Natasya mengangguk dan dia melangkah mengikuti Bianca dari belakang. Tiba-tiba Varo berseru, "AWAS, NAT, KALO ADA YANG BERANI MARAHIN KAMU, LAPORIN AJA KE AKU! BIAR AKU HEMPAS!"
"Iiiih Varoooo!" Bianca berseru. Dia merasa bahwa perkataan Varo sedikit menyindirnya.
"Apa lo!? Sana masuk!"
Sebelum Bianca masuk, dia menghentakkan kakinya di lantai. Tanda ia marah kepada Varo.
JBRED!
Pintu ruang dance itu tertutup rapat setelah Bianca menutupnya kencang sekali. Varo mengangkat bahunya acuh tak acuh.
"Dasar cewek nyinyir!"
Sekarang tinggal Varo yang duduk di depan ruang dance sendirian. Sebagian besar murid SMA Galaksi sudah pulang ke rumah masing-masing tentunya. Hanya ada sebagian murid yang mengikuti ekskul pencak silat dan marching band di lapangan.
Samar-samar, Varo mendengar suara dentuman musik menyala di dalam ruangan itu. Sepertinya mereka benar-benar serius latihan. Baguslah. Itu yang dinamakan kekompakkan.
"Ekhm!"
Suara deheman itu membuatnya menoleh. Di mana ada Bagas yang menemuinya di sini. Varo langsung menaikkan satu alisnya. Wajahnya tetap tenang karena hari ini dia tidak ingin ribut dengannya.
"Ngapain lo?!" tanya Varo dengan deep voice-nya seperti milik Felix Stray Kids.
"Gak ngapa-ngapain. Gue cuman mau ngajak lo duel!" tegasnya.
"Berantem? Lagi gak mood gue."
Bagas terkekeh pelan. Dia tahu Varo dengannya memang tidak pernah akur semenjak mereka berebutan cewek---dulu. Tapi hari ini dia tidak mengajaknya duel berantem atau mengajaknya one by one.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALVALERRON ✓ [TERBIT]
RomanceVaro itu bandel, bad boy, kadang mesum, urakan, nakal, ketua gankster, dan suka jailin guru. Natasya itu jutek, pendek, imut, dan suka jadi bahan jailan Varo. Varo sama Natasya itu rival. SEKALI LAGI RIVAL, OKE?! Tapi kenapa mereka jadi deket terus...
![ALVALERRON ✓ [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/198738714-64-k986391.jpg)