17: A Hat
°°°
Setelah dua hari ini tidak masuk sekolah, Natasya akhirnya memijakkan kakinya lagi di depan gedung bertingkat ini. Rasanya ia rindu tidak bertemu kedua sahabatnya itu.
"Nat!"
Seseorang memanggil namanya. Ia menoleh dan mendapatkan Bagas sedang berlari kecil ke arahnya sambil membawa bingkisan kecil di tangannya.
Cowok itu sedikit salah tingkah karena berdiri di hadapan Natasya. "Lo gak masuk dua hari kenapa?" tanya Bagas.
"Gue sakit," ujarnya singkat, karena sedikit canggung mengingat mereka pernah menjalin hubungan spesial walau hanya bertahan dua minggu.
"Iya tau. Maksudnya lo sakit apa? Maaf ya, kemaren gue gak jenguk lo. Maaf banget."
"Iya gak apa-apa, Gas."
Ia mencoba tersenyum meski itu sangat kaku.
"Ini gue bawain sesuatu buat lo, Nat. Sebagai permintaan maaf gue selama ini ke lo," katanya sambil menggaruk rambut yang tidak gatal.
Dia menatap bingkisan itu. Namun kemudian dia terpaksa menerima bungkusan itu. Ia juga merasa tidak enak jika menolaknya. "Hmmm ... Makasih ya, Gas, jadi ngerepotin gini. Ya udah gue mau ke kelas dulu, ya."
Sebelum ia melangkah, Bagas menahannya. "Tunggu!"
Dia memutar badannya. "Kenapa lagi?"
"Pulang sekolah ada acara, nggak?"
"Siapa? Gue?"
"Iya. Ada acara, gak?"
"Nggak sih."
"Kalo gitu balik sama gue, ya? Mau nggak?" tawar Bagas berharap Natasya mau menerima tawarannya.
Natasya gelagapan. Ia tidak berpikir bahwa niat Bagas bertanya perihal kegiatan pulang sekolah memang untuk mengajaknya pulang bersama.
"Tapi kayaknya gue dijemput sopir rumah, deh. M-maaf, ya," alibinya. Padahal, dia tidak meminta sopir rumah untuk menjemputnya, karena dia bilang akan nebeng mobil Louis.
"Oh. Oke. Gak apa-apa. Yang penting lo selamet di jalan."
Natasya tersenyum canggung. "Ya udah. Gue ke kelas dulu ya, makasih lho bingkisannya. Ntar gue buka."
"Dah, Natasya," cantik. lanjutnya dalam hati.
Sepeninggalan Natasya, Bagas tersenyum lega."Gue masih suka lo, Nat. Gue harus selesein tantangan ini dulu. Maaf gue egois."
°°°
"OH MY GOSH!! NATASYA!!"
"UWUUU LO COMEBACK!"
"Kambek kayak EXO aja, deh." Joya menoyor kepala Louis.
"Biarin. Mulut-mulut siapa?" Louis kemisuhan.
Natasya menghela napa. "Ih misi elah. Gue mau duduk."
Mereka membiarkan Natasya duduk di tempat duduknya.
Joya mengikutinya dari belakang sampai Natasya duduk di bangkunya. "Nat, lo tau gak?"
"Gak. Ada gosip apa lagi?" tanya Natasya sambil meletakkan tasnya dan duduk di kursinya.
"Bukan gosip, sih."
"Terus?"
"Oh berarti lo belum tau, ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALVALERRON ✓ [TERBIT]
RomansaVaro itu bandel, bad boy, kadang mesum, urakan, nakal, ketua gankster, dan suka jailin guru. Natasya itu jutek, pendek, imut, dan suka jadi bahan jailan Varo. Varo sama Natasya itu rival. SEKALI LAGI RIVAL, OKE?! Tapi kenapa mereka jadi deket terus...
![ALVALERRON ✓ [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/198738714-64-k986391.jpg)