27: Cerita Amanda

12K 1.1K 316
                                        

27: Cerita Amanda

°°°

"Gue mau pulang. Mami nelpon gue. Makanannya buat Amanda aja."

"Eh, tapi---"

Varo yang sudah ingin mengejar Natasya terhenti karena lengannya ditahan oleh Amanda.

"Di sini aja, Al. Gue masih mau ngobrol sama lo. Gue masih kangen sama lo," katanya.

"Gak bisa, Nda. Rumah Natasya itu jauh dari restoran ini. Gue gak mau dia kenapa-kenapa." Varo masih berdiri sambil menatap Natasya yang sudah berjalan menjauh dari restoran.

Alis Amanda bertautan, seakan bingung karena ucapan cowok itu. "Emangnya kenapa? Kok cemas banget. Dia siapa lo?"

"Natasya calon pacar gue, Nda."

Deg!

Natasya calon pacar gue, Nda.

Sontak Amanda langsung terkejut lalu ikut berdiri sambil menepuk bahu Varo. "Kenapa gak bilang dari tadi, Al? Ya udah sana kejar, dia pasti cemburu lo ngobrol sama gue tadi. Buruan. Duh gue jadi ngerasa bersalah sama dia."

"Oke, lo tunggu sini aja, Nda. Nanti gue balik lagi, kok."

Varo lantas mengejar Natasya yang sudah berjalan tertatih dan menunduk di pinggiran jalan. Entah apa yang ada di pikirannya sehingga tadi dia sempat marah k lebih banyak berbicara bersama Amanda.

"Nat!" seru Varo.

Cewek itu menoleh ke belakang. Varo? batinnya. Lalu ia segera berjalan dengan cepat, namun tangannya segera ditahan.

"Nat? Lo kenapa? Lo balik sama gue!" tegasnya.

"Lepas! Gue bisa pulang sendiri!" Natasya menarik paksa tangannya dari cengkeraman Varo, namun tenaga Varo lebih darinya.

"Gue minta maaf."

"Kenapa? Kenapa minta maaf? Gak usah sok sedih, gue yang harusnya minta maaf sama lo! Lo lagi asik sama Amanda, kan? Ya udah gak apa-apa!"

Varo menatap mata Natasya yang sedikit berkaca. Raut wajahnya menggambarkan bahwa ia ...

"Cemburu?" tebaknya.

Natasya menoleh langsung. "Gak usah geer, deh! Gue gak akan suka sama lo! Lepasin tangan gue!"

Varo melepaskannya. Namun manik matanya tetap terjuju kepada gadis itu. "Terus kalo gak cemburu?"

"Varo! Lo gak peka yah jadi cowok! Gue gak mau di sana terus karena ... pasti ganggu kalian berdua! I-iya itu! Lagian lo ngacangin gue! Mending gue pergi!" alibinya.

"Ya udah. Ayok ke sana lagi. Gue sama Amanda itu temen deket dulu pas SMP. Udah lama gak ketemu makanya kami ngobrol."

"Huh! Tapi, bisa gak usah saling peluk cium gitu gak sih?!" sewot Natasya.

Varo tersenyum geli. "Nat? Lo cemburu? Lo mau gue peluk emang?"

"Enggak! Udah ah, gue mau pulang!" Natasya menegaskan lagi.

"Sama gue!"

"Lo sama Amanda!"

"Amanda gak ada apa-apa sama gue, Nat, ya ampun."

"Bodo!" ketusnya.

"Jangan ngambek dong. Lo kalo ngambek cantiknya ilang."

"Jangan gombal di pinggir jalan!"

ALVALERRON ✓ [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang