19: Di Atas Motor

13.1K 1.2K 375
                                        

19: Di Atas Motor

°°°

Natasya berjalan keluar dari kantin sambil kemisuhan. Padahal sedang asik beristirahat dan memakan es blewah, tapi Varo dan Bagas malah membuatnya tidak nyaman.

"Gak sekalian tadi lempar-lemparan sendok kantin aja? Biar abis mereka dimarahin ibu kantin." Natasya kemisuhan.

Bruk!

Seorang cewek menabrak bahunya ketika dia sedang berjalan. Membuat Natasya mau tidak mau harus berhenti dan menatap mereka.

"Eh ketemu si bitch! Tumben sendirian? Mana temen-temen lo sama pahlawan kesiangan lo? Kok gak ngintilin?" tanya Maudy sambil memainkan rambutnya.

Aurel berdecih. "Lagi dijauhin sama temen-temennya kali, Dy. Hahaha."

"Atau kalo gak, si Varo udah gak mau deket-deket sama lo lagi," sambung Yura.

"Hahaha."

Demi Dilan yang jadian lagi dengan Milea, ia tidak menyangka bertemu dengan tiga cewek cabe ini lagi. Entah mengapa jika bertemu mereka, rasanya ia takut untuk di-bully seperti saat itu. Kejadian di gudang yang membuatnya masih takut dan susah hilang dari ingatannya.

"Misi, gue mau ke kelas." Natasya ingin cepat pergi dari mereka karena mendadak suasananya menjadi tidak enak.

"Eeeeh!! Enak aja lo main balik aja!" Maudy menarik rambut panjangnya.

Natasya meringis. "Sa-sakit, Dy."

"Gue belum selese ngomong, jangan main nyelonong aja lo!" Maudy berseru lagi.

"Mau ngapain?" tanya Natasya takut-takut. Mengingat beberapa hari yang lalu mereka mem-bully Natasya.

Ketiganya bertatapan dan membuat kontak mata. Natasya saja tidak tahu apa artinya. Apakah mereka sedang merencanakan sesuatu atau apa. "Gue ada undangan buat lo. Jangan lupa dateng di ultah gue nanti malem di alamat ini. Berhubung gue lagi baik ke lo, jadi jangan nolak. Eh, tapiiiii ... kalo nolak juga gak apa-apa, ya pasti ada resikonya!"

Tangan Natasya bergetar menerima sebuah undangan pesta ulang tahun itu. Ia sebenarnya enggan untuk datang ke sana. Tapi, Maudy tetaplah Maudy. Ia bisa memaksakan siapa saja yang berani melawannya. Sekalipun kepada cewek lemah di depannya.

"Gimana?! Dateng?! Atau nggak?!" tanya Maudy setelah mereka bertia menyeringai.

Natasya terpaksa mengangguk. "I-iya. Nanti malem gue dateng."

Mereka tersenyum sambil membuat sebuah kontak mata lagi.

"Oke. Gue tunggu lo di alamat itu! Gak perlu bawa kado atau hadiah, karena gue cuma mau nraktir lo dan tamu undangan yang dateng," katanya, "tapi, jangan dateng bareng sama Varo atau Bagas atau siapa pun itu! Harus dateng sendiri kalo gak mau dibilang anak mami!"

Dengan sangat terpaksa, Natasya mengangguk lagi.

"Oke! Cabut, girls!" seru Maudy.

Mereka meninggalkan Natasya setelah Maudy menyenggol bahunya dengan bahu Natasya.

Gue dateng nggak ya?

ALVALERRON ✓ [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang