49: Besuk Vano
°°°
Bel pulang sekolah berbunyi. Siswa-siswi berhamburan keluar kelas untuk mengambil kendaraan mereka di tempat parkir dan ada beberapa yang menunggu jemputan pacar atau orang tua.
"Varo?!" panggil cewek itu.
Cowok itu menoleh dan dia kembali berjalan karena tahu cewek yang memanggilnya adalah Maudy. Sungguh dia malas menemui cewek tidak berakhlak itu. Dia lanjut berjalan cepat agar cepat sampai ke tempat parkir.
"Varo Varo! Tungguin gue Varo!"
Varo tetap melanjukan jalannya, namun Maudy tetap mengejarnya dan dia menahan lengan Varo. "Tungguin gue, Ro. Gue mau minta tolong!"
Cowok itu berhenti. Dia menatap tangan Maudy yang masih bergelayut di lengannya, buru-buru dia melepaskan itu.
"Apa?!"
"Gue boleh nebeng lo, gak? Soalnya, gue diancem."
Alis Varo terangkat satu. "Diancem? Urusannya sama gue apaan?!"
"Ro plis, Ro. G-gue diancem sama Geral, kalo---"
"Gak usah sebut namanya di depan gue! Pergi lo!" bentaknya. Tanpa pamit, dia berjalan lagi meninggalkan Maudy. Namun cewek itu tetap mengejar.
"Ngapain ngikutin gue?! Berharap gue mau nolongin lo?!"
"Rooo, pliiiis," pintanya dengan suara bergetar. Sepertinya Maudy benar-benar sedang gelisah.
Dia menghentikan langkahnya lagi. "Apa sih?! Gue. Pulang. Sama. Natasya! Paham?! Kalo mau mintol, ke orang lain aja! Ke si Ben kek, Bagas kek, atau lapor polisi aja! Jangan gue!"
"Ro! Ro! Dengerin gue," katanya seraya menahan lengan Varo, namun Varo melepaskannya kasar, "g-gue diancem sama gank Ababil, sama si Geral terutama. Gue barusan ditelpon sama dia, kalo gue gak bawa lo ke depan mereka, gue bakal ... bakal ..."
"Bakal apa?! Mau bikin masalah lagi lo sama gue?!"
"Bakal ... diperkosa," ujarnya cepat, "t-tolongin gue, Ro. M-mereka tau kostan gue ada di mana, mereka bisa aja ke rumah gue nyamperin. Plis, Ro," pintanya dengan suara parau.
Varo terdiam sejenak. Dia berpikir sebentar. Namun, dia tidak termakan oleh permintaan Maudy itu. Ia yakin ini adalah jebakannya lagi yang melibatkan Natasya dan Amanda. Dan dia pasti meminta bantuan gank Ababil.
"Lo mau nipu gue, kan?! Gak usah sok pura-pura ternodai gitu deh! Lo gak tau, gimana kalo permainan kedua lo ini membuat Natasya maupun Amanda terluka lagi gara-gara lo, gue bakal bikin perhitungan buat lo yang bakal bikin lo hancur cur cur cur!!" peringatnya.
"Rooo. Tapi kali ini gue serius. Bantuin gue, Ro," rengeknya.
"Minggir! Gue mau pulang! Natasya udah nungguin gue!"
Kali ini Varo berjalan tanpa diikuti Maudy lagi. Namun, Maudy langsung bermuram durja. Dia mengerjap-erjapkan matanya supaya air matanya tidak menetes.
"Gue mau minta tolong sama siapaaa? Yura sama Aurel aja udah gak mau temenan sama gue! Gue punya siapa sekarang?! Siapa?!"
°°°
KAMU SEDANG MEMBACA
ALVALERRON ✓ [TERBIT]
RomantikVaro itu bandel, bad boy, kadang mesum, urakan, nakal, ketua gankster, dan suka jailin guru. Natasya itu jutek, pendek, imut, dan suka jadi bahan jailan Varo. Varo sama Natasya itu rival. SEKALI LAGI RIVAL, OKE?! Tapi kenapa mereka jadi deket terus...
![ALVALERRON ✓ [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/198738714-64-k986391.jpg)