42: Harusnya

9.1K 889 120
                                        

42: Harusnya

°°°

Tuing!

"Ada chat. Bentar ya, aku baca dulu."

Varo membuka handphone-nya dan membuka aplikasi WhatsApp-nya. Di situ ada beberapa notif yang belum pernah dia buka. Namun, yang baru saja mengirim chat kepadanya adalah Amanda.

"Siapa, Ro?" tanyanya sambil memakan es krim yang baru saja dibelikan Varo.

Mereka memang sudah tidak berada di tengah bukit rokok dan memilih duduk berdua di pinggir bukit sambil menikmati es krim dan menikmati semilir angin pagi ini.

"Amanda," jawabnya singkat.

"Oooh, kenapa? Kamu disuruh ke apartemennya sekarang?"

Amanda:
Bisa ke sini skrg gk ro?
Pala gw sakit bgt
Gak ada siapa" di apart gue

Varo menggaruk kepalanya. Dia bimbang antara pergi ke sana atau menemani Natasya. Sebenarnya dia ingin berduaan bersama Natasya lebih lama lagi di sini, namun Amanda baru saja memintanya menemaninya di apartemen.

"Eh ... i-itu Amanda minta ... minta aku ke sana, Nat. Katanya sakitnya tambah parah. Tambah pusing. Gimana ya?"

Natasya menjilat es krimnya. Lalu dia mengangguk mantap. "Gak apa-apa kok kamu ke sana. Biar aku pulang naik taksi aja."

"Eh jangan! Aku takut kamu kenapa-kenapa, Nat. Rumah kamu jauh dari sini, aku takut kamu nyasar. Jangan ya?" katanya.

Ia menjilat es krimnya lagi sambil menatap manik indah Varo. "Terus aku pulang naik apa, dong? Lagian kenapa sih kalo aku naik taksi? Engga nyasar, kok. Lagian ini masih jam 10, banyak taksi lewat di depan sana."

"Gak usah," selanya, "aku cemas, Nat." Varo mengelus punggung tangan Natasya dan memang benar jika dilihat dari wajahnya. Varo khawatir.

Entah mengapa hari ini Natasya melihat Varo yang berbeda dari biasanya. Mulai dari gaya bahasanya sampai ke sikapnya yang seolah-olah mencemaskan Natasya. Apa Varo sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya?

"Gini aja ... kamu ikut aku ke apartemen Amanda. Nanti kamu tunggu di lobi aja. Mau gak?" tawarnya.

Natasya mengerjapkan matanya.

"Mau?" tanyanya takut-takut.

"Ng ..."

"Atau ... atau gini aja. Aku anter kamu pulang dulu, nanti aku ke sana sendirian? Iya?" tanyanya lagi.

"Yang pertama aja."

"Oke. Kalo gitu, sepuluh menit lagi kita ke sana, ya? Biar aku bales chat-nya dulu."

Me:
15 menit lagi nda
nanti gw ke sana
tungguin aja

Sent.

"Udah?"

"Udah," jawabnya sambil tersenyum senang.

ALVALERRON ✓ [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang