Kehidupan Baru

2.5K 144 20
                                        

"Allah menyatukan dua insan dalam ikatan suci pernikahan adalah untuk saling melengkapi. Iya, saling. Bukan, paling."

[The Greatest Husband]

Aku tersenyum menatap punggung kokoh itu. Aku tidak terganggu, justru hati ku merasa damai saat mendengarkan setiap lantunan yang terucap dari bibir indah nya. Seorang pria yang kini telah menjadi suami ku itu sedang membaca Surah Al-Baqarah.

Aku melihat jam dinding menunjukkan pukul 03.45 WIB dini hari. Suami ku tidak membangunkan ku tentu karena ia tahu bahwa aku sedang kedatangan tamu. Tamu setiap bulan, tentu kalian para wanita pasti tahu.

"Aku merasa beruntung karena pernah bertemu denganmu, Mas. Tak pernah ku sangka bahwa pertemuan awal saat di acara fakultas kedokteran Kak Abram mengantarkan ku padamu. Jodoh memang tak pernah bisa ditebak." Aku hanya menyuarakan nya dalam hati, mata ku berkaca-kaca, benar-benar merasa haru dan bahagia. "Terima kasih karena telah memilihku untuk menjadi istri mu, semoga Allah senantiasa menjaga cinta kita sampai ke jannah-Nya."

Aku terbangun dan ku lihat sudah jam 05.10 WIB. Rupa nya aku tertidur kembali karena merasa nyaman dengan suara lantunan ayat suci Mas Assyraf. Aku tak menemukan Mas Assyraf di samping ku. Pasti dia shalat Subuh di Masjid dan belum kembali.

Aku segera beranjak dari tempat tidur dan menuju ke dapur setelah dari kamar mandi. Ku lihat bahan-bahan makanan yang ada di dalam kulkas. "Bikin nasi goreng ati aja kali ya, itu kan menu kesukaan Mas Assyraf."

Pertama kali nya aku memasak untuk suami ku sendiri, ada rasa bahagia yang membuncah. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa aku telah menjadi seorang istri.

"Masak apa sayang?" tiba-tiba ada seseorang yang memeluk ku dari belakang dan berbisik mesra di telinga. Aku tersenyum karena tahu siapa pemilik suara bass itu.

"Masak menu kesukaan kamu dong." ucapku sumringah.

"Emang kamu bisa masak?"

"Ya bisa, ngeledek banget deh."

Mas Assyraf tertawa kemudian mengecup kepala ku "Hmmm....enak gak ya masakan istriku." ucap nya dengan tatapan jail.

"Udah deh gak usah ngegoda gitu, awas aja ya kalau nagih karena masakan ku enak."

"Hahaha....ya udah Mas mandi dulu, siap-siap mau ke rumah sakit."

"Iya, kemeja dan snelli nya udah aku siapin. Snelli Mas yang kemarin aku cuci dulu karena ada noda darah bekas pasien."

"Oke, makasih sayang. Kasih morning kiss dulu dong." Mas Assyraf memajukan wajahnya mendekat ke wajahku.

"Iiihhh aku belum mandi, udah ah sana Mas cepet mandi." keluh ku seraya menghindar.

"Sayang itu apa?" ucap Mas Assyraf menoleh ke arah yang ditunjuk nya. Saat menoleh aku tak menemukan apa pun, namun suami ku itu justru mencium pipi ku.

"Iiihhh, Mas. Suka banget deh ngerjain."

"Ya abis kamu lucu banget sih." ucap Mas Assyraf mengelus puncak kepala ku sambil tersenyum.

Rasa nya aku kesal tapi sayang. Huft, untung aku cinta sama dia. Kalau tidak sudah pasti aku marah-marah tanpa ampun sama dia.

"Menggodamu menjadi sebuah rutinitas yang ku suka saat ini. Terima kasih sudah menerima ku menjadi suami mu."

[Muhammad Assyraf Perwira]

Sesampainya di Rumah Sakit, dokter Assyraf memarkirkan mobilnya. Pria yang sudah kepala tiga itu terlihat berseri-seri. Wajahnya menyiratkan bahwa saat ini sedang bahagia.

"Pagi dok." ucap seorang perawat yang berpapasan dengan dokter Assyraf saat di lorong. Dokter Assyraf tersenyum dan mengangguk.

"Aura nya beda ya yang abis nikah." ucap seorang perawat lainnya yang ada disamping Kak Yani rekan sejawatnya.

Kak Yani terkekeh "Iya juga ya. Akhirnya dokter obgyn terganteng itu sold out juga."

Beruntung dokter Assyraf tidak mendengar percakapan mereka karena telah berlalu menuju ruangan nya.

"Si dokter ganteng udah datang." ucap Bidan Dewi seraya terkekeh. Bidan Dewi adalah Bidan senior. "Gimana dok honeymoon nya?" ucap beliau untuk menggodai dokter Assyraf yang baru saja melepas masa lajangnya.

"Sekarang mah udah ada yang ngurusin ya dok." ucap Kak Queen seraya terkekeh.

"Ya gitu deh ya, bahagia lah pasti." ucap dokter Assyraf kemudian tertawa.

"Ayu niaaannn dok istri nya, masih muda lagi." ucap Bidan Vivi. Ayu yang berarti cantik dalam bahasa Jawa.

"Emang gak salah pilih si dokter ini. Istri mu pernah dinas disini kan ya? Pinter orang nya, lembut lagi kalau ngomong. Top kamu pilih istri." ucap Bidan Dewi sambil memberi jempol.

"Iya lah kan junior ku itu Mba, sebelas dua belas lah ya sama aku." ucap Bidan Vivi terkekeh.

"Suka bener memang ibu-ibu ini godain saya. Iya Alhamdulillah, do'ain semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah." ucap dokter Assyraf terkekeh, wajah nya berseri-seri, seperti sedang penuh dengan cinta.

"Aamiin Ya Allah, ibu do'ain, pasti itu." ucap Bidan Dewi yang memang sudah seperti seorang Ibu bagi dokter Assyraf.

The Greatest HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang