Menjadi Abi ?

2.6K 149 13
                                        

"Menjadi bagian darimu adalah hal yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Hanya pernah membayangkan sosok idaman di kepala, dan ternyata sosok idaman itu adalah dirimu."

Aila tersenyum menatap punggung kokoh yang ada dihadapannya. Seorang pria yang telah menjadi suami nya. Seorang pria yang tak pernah ia bayangkan sebelum nya. Terkadang Aila masih terkesima dengan skenario Allah yang telah dituliskan untuknya. Perjalanan hidup kisah cinta nya pun memang tak pernah terbayangkan. Tak terduga dan tak disangka-sangka.

"Oke, hasilnya baik ya bu. Posisi bagus, plasenta bagus dan berat janin nya juga normal." ucap dokter Assyraf pada pasien tersebut.

"Alhamdulillah. Jenis kelamin nya apa dok?" tanya pasien tersebut.

"InsyaAllah laki-laki."

"Alhamdulillah, memang sangat dinanti-nanti dok."

"Berdo'a saja bu pada Allah, mudah-mudah an memang ini jawaban dari keinginan Ibu."

"Iya dok, Aamiin Yaa Allah."

Kemudian dokter Assyraf memberikan konsul pada kedua pasangan tersebut.

"Ibu, saya menyarankan setelah persalinan yang ke-3 ini Ibu melakukan steril. Karena riwayat Ibu yang sudah melakukan Caesar dua kali dan nanti akan yang ke-3 kali. Selain itu, usia Ibu juga sudah memasuki usia resiko tinggi. Kasihan juga si rahim karena melakukan Caesar tiga kali."

"Aduh, tapi saya ngeri dok steril itu." ucap Ibu tersebut.

"Steril itu gimana maksudnya dok?" tanya suami pasien.

Dokter Assyraf mengambil alat peraga uterus atau rahim. "Oke, jadi nanti dilakukan pemotongan atau menutup si tuba falopi ini sehingga sel telur tidak masuk ke rahim, dan menghalangi sperma berenang ke tuba falopi."

"Keren juga dok si sperma bisa berenang." ucap suami pasien yang mencoba melawak dengan kerecehannya seraya tertawa.

Dokter Assyraf pun ikut tertawa. " Si bapak bisa ngelawak juga, maksud saya sel sperma nya tidak bisa masuk ke tuba falopi untuk mencoba bertemu dengan sel telur. Istilah nya jodoh yang tak direstui ini pak." Dokter Assyraf kemudian terkekeh.

"Iya-iya, boleh lah dok perumpamaannya." suami pasien tersebut terkekeh.

Suami pasien mengangguk mengerti. "Kalau saya sih setuju saja dok, baiknya apa kata dokter gimana. Tapi, ya kembali lagi ke istri saya."

Dokter Assyraf tersenyum. "Baik, nanti Ibu dan Bapak bisa merundingkan kembali dirumah. Masih ada waktu untuk mengambil keputusan yang tepat. Saya sebagai dokter yang bertanggung jawab hanya bisa memberikan saran yang terbaik."

"Iya dok, siap-siap, makasih banyak dok." ucap suami pasien.

"Iya nanti biar dirundingkan kembali deh dok dirumah." ucap Ibu tersebut dengan tersenyum

"Oke, saya resepkan obat kembali ya Bu. Vitamin nya sudah habis kan?" tanya dokter Assyraf.

"Iya sudah habis dok."

"Makasih banyak ya dok, kalau begitu kami permisi. Assalamu'alaikum." Ucap suami pasien seraya salaman dengan dokter Assyraf.

"Wa'alaikumussalam."

"Mari mba." ucap Ibu tersebut dengan tersenyum pada Aila.

"Masih ada pasien, sayang?" tanya dokter Assyraf pada istri nya yang setia menemani nya saat praktik.

"Finish pak dokter." ucap Aila seraya tersenyum.

"Alhamdulillah. Oke, yuk pulang."

"Mas, aku pengen makan sate padang di pinggir jalan deh." ucap Aila.

"Tumben, kamu ngidam? Alhamdulillah aku mau jadi Abi sebentar lagi." ucap dokter Assyraf tersenyum sumringah.

"Aamiin." ucap Aila tersenyum

"Serius kamu telat?" tanya dokter Assyraf penasaran.

Aila mengangguk, kemudian memberikan benda kecil dari dalam saku rok nya. Dokter Assyraf sangat bahagia ketika melihat hasil test pack tersebut menunjukkan garis dua.

.

.

.

.

.

.

Assalamu'alaikum good people and smart readers :) Maapin author yang baru bisa update karena satu dan lain hal ya :) maaf sudah membuat menunggu lama

The Greatest HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang