Suasana pesta pernikahan begitu ramai dan sakral. Aku melihat setiap karangan bunga di depan gedung "Happy Wedding Budi Setiono, S.H dan Karlina Sandaradina, S.H" Aku dan Kak Assyraf memasuki ruangan. Seluruh mata seakan menatap ke arah ku dan Kak Assyraf. Aku berfikir ada kah yang salah dengan diri ku dan Kak Assyraf. Aku benar-benar merasa risih. Seseorang memanggil Kak Assyraf dan menghampiri kami berdua.
"Hai Bro, udah lama gak ketemu." Pria itu merangkul Kak Assyraf.
"Ya lo tiap balik ke Indonesia cuma nyamperin tunangan lo. Gak pernah ke tempat gua. Sok sibuk mulu, cih." ekspresi wajah Kak Assyraf benar-benar lucu.
Pria itu hanya tertawa "Sorry, abis padet banget jadwal. Lo tahu sendiri Naomi gampang ngambek kalau gua gak nyamperin dia pas balik ke Indonesia."
"Iya-iya tahu banget gua. Gimana bisnis lo disana?"
"Lancar dong. Ini gua lagi ngumpulin uang buat pernikahan gua sama Naomi. Niat nya akhir tahun ini. Ini siapa? Pacar baru? Cie, berhasil move on. Gini dong, nyari yang masih muda, cantik lagi. Kapan nikah?" Aku hanya tersenyum tipis saat pria itu melihat ku. Aku tidak tahu harus bagaimana, canggung sekali rasanya.
"Bagus lah kalau gitu. Apa sih lu ini, dia masih kuliah, baru semester dua."
"Bukan main, setelah sama ibu-ibu selera lu jadi ke anak di bawah umur. Masih muda banget, 18 tahun umur nya?" Pria itu menatap ke arah ku, seolah meminta jawaban.
"Iya, Kak." Aku menjawab dengan mengangguk.
"Masih polos banget, awas jangan macem-macem, dia masih kecil." Pria itu berbisik di telinga Kak Assyraf namun masih bisa terdengar oleh ku.
"Emang gua mau ngapain coba? Pikiran lo, ada juga lo tuh sama Naomi."
"Yeee....gua sama Naomi kan sama-sama udah dewasa, cuma beda setahun."
"Otak lo harus dikasih siraman rohani dulu kali yah."
"Hahaha, santai bro. Kayak gak tau gua aja. Pacar mu ini dek emang gak bisa diajak bercanda. Seriusan banget orang nya." Pria itu melirik ke arah Kak Assyraf, aku hanya tersenyum. Kok, aku jadi canggung dan bingung harus ngapain gini yah.
"Oh iya dari tadi lupa belum kenalan. Gua Dino Syahputra Lingga, temen SMA nya Assyraf. Nama lo?"
"Aku Aila, Kak."
"Cuma Aila nama nya?" Kak Dino melongo yang membuat ku menahan tawa karena wajah nya lucu sekali.
"Nama dia Aila Naras Dimantoro, panggil aja Aila." Kak Assyraf membuka suara dengan wajah nya yang datar, aku melirik ke arah nya dan tersenyum.
"Gua nanya sama Aila, bukan sama lo. Sensitive banget nih bocah. Kode keras ini dek kalau Kakak gak boleh kepo sama kamu." Kak Dino tertawa dengan melirik ke arah Kak Assyraf sementara Kak Assyraf masih bersikap tenang dengan wibawa nya. Hah, aku jadi makin canggung berada di suasana seperti ini. Bagaimana pun kan aku bukan siapa-siapa Kak Assyraf, hanya sebatas mahasiswa dan dosen, sebatas teman jika diluar pendidikan.
"Ya udah gua mau ke sana dulu. Jagain pacar lo, daritadi banyak laki-laki yang ngelirik." Kak Dino membisikkan ke telinga Kak Assyraf.
"Nanti kita vidcall, bro." ucap Kak Dino dari kejauhan dan sekarang hanya kami berdua dengan tatapan banyak orang yang membuat ku risih.
"Untuk para tamu undangan harap berkumpul menuju tempat utama karena sebentar lagi akan di mulai." Aku dan Kak Assyraf pun menuju tempat utama, tangan nya terus menggenggam tangan ku. Aku melihat banyak pria berseragam dengan memegang pedang di red karpet. Ini adalah tradisi pedang pora yang dilakukan ketika pria berseragam hendak menikah. Ya yang boleh melakukan tradisi ini pun tidak sembarangan. Suami Mba Lina kebetulan adalah tentara Angkatan Udara. Mereka semua terlihat sangat gagah, ini adalah suatu pernikahan impianku. Aku tak menyangka bisa melihat secara langsung seperti ini, sangat mewah dan sakral. Pengantin pria dan wanita terlihat serasi. Setelah itu ada ucap janji sebagai istri tentara. Mata ku berkaca-kaca melihat nya. Setelah itu kami bersalaman dengan pengantin.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Greatest Husband
Roman d'amourSaat pertama kali Abram menatap Aila dengan mencuri-curi kesempatan. Saat Abram mencoba menghidupkan suasana dan renyah tawa untuk mendekati Aila. Di suatu tempat yang akhirnya menjadi tempat favourite untuk mereka. Akan kah mereka terus menyatu dan...
