Morula Clinic

2.1K 105 2
                                        



Dokter Assyraf merebahkan Aila di atas tempat tidur pasien. Ia melakukan pemeriksaan pada Aila. Kemudian meminta perawat untuk memberikan Acetaminophen atau yang biasa orang sebut Paracetamol.

"Nanti tolong beri obat Acetaminophen ya pada Aila saat ia bangun. Biarkan ia istirahat."

"Baik, Dok."

"Saya mau pulang dulu ke rumah, nanti saya balik lagi ke sini."

"Iya Dok, baik. Nanti biar mba Aila saya yang rawat."

"Oke, kalau gitu saya tinggal ya."

"Iya, dok." Mba Nia tersenyum dan menganggukan kepala. Dokter Assyraf keluar ruangan.

"Sore, Dok."ucap perawat yang berpapasan dengan dokter Assyraf.

"Iya, sore." Dokter Assyraf tersenyum.

Dokter Assyraf keluar gedung dan menuju mobil nya. Ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.

"Mengapa kamu selalu membuat saya khawatir?Tidak bisa kah kamu menjaga kesehatanmu sendiri? Saya selalu khawatir dengan segala yang terjadi padamu." (dr.Muhammad Assyraf Perwira,SpOG)

"Hallo, assalamu'alaikum. Iya Ma?"

"Kamu dimana, Raf?" suara Mama Assyraf terdengar begitu lembut. Namun ada rasa kekhawatiran di dalam nya.

"Di rumah. Baru pulang dari klinik, ini mau mandi. Ada apa Ma?"

"Oh ya sudah. Kamu Mama telpon dari tadi gak di angkat, jadi buat khawatir."

"Ya ampun Ma, Raf kan bukan anak kecil. Maaf ya, Raf tadi ngajar terus nganter Aila ke klinik. Dia sakit."

"Iya Mama tahu, kamu kan tahu Mama cuma punya kamu sekarang. Abang-abang mu sudah punya kehidupan sendiri. Mereka sudah menikah. Astaghfirullah, sakit apa nak Aila?"

"Iya deh Ma iya. Badan nya panas, tapi sudah Assyraf periksa dan minta perawat di klinik merawat nya. Karena Assyraf pulang dulu untuk mandi."

"Ya ampun. Kalau gitu nanti malam Mama sama Papa jenguk ya ke klinik mu."

"Jangan Ma, nanti Aila kaget. Kan belum pernah ketemu juga."

"Kenapa gak boleh sih, itu kan calon menantu Mama. Ya justru biar ketemu, kamu suka aneh sendiri."

Assyraf terkekeh. "Bukan gitu Ma, momen nya belum pas aja. Nanti saja pas Aila sudah sehat pasti Assyraf bawa ke rumah kenalin ke Mama dan Papa."

"Benar ya? Jangan bohong sama Mama loh."

"Iya Mama ku sayang. Kapan sih Assyraf bohong? Gak akan PHP deh kalau kata anak jaman sekarang."

"Ya sudah, sana mandi lagi. Habis itu ke klinik jagain Aila. Jangan lupa makan."

"Siap Bos."

"Mama tutup ya. Assalamu'alaikum."

"Iya Ma. Wa'alaikumussalam."

"Suatu saat saya akan mengenalkanmu pada orang tua saya sebagai tanda keseriusan bahwa saya memilihmu untuk dijadikan teman hidup, sosok pendamping, seorang istri yang akan menemani hidup saya."

(dr.Muhammad Assyraf Perwira, Sp.OG)

The Greatest HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang