Goes to Bandung

2.4K 135 14
                                        

"Sayang." panggil Mas Assyraf pada Aila yang sedang menyiapkan sarapan.

"Iya, ada apa Mas?" ucap Aila seraya meletakkan roti bakar di atas meja makan. Kemudian menghampiri suami nya yang sedang duduk di mini bar pantry, mata nya masih berpaku pada laptop. Seringkali Aila merasa cemburu dengan laptop suami nya itu.

"Ke Bandung yuk." ucap Mas Assyraf kemudian menatap istri nya dengan tersenyum.

Alis Aila berkerut, "Tumben, ngapain?"

"Mau ketemu anak-anak club motor. Jadi, waktu masih sekolah spesialis Mas punya perkumpulan gitu, yang sama-sama suka motor. Mereka berprofesi sama seperti Mas, hanya berbeda departemen saja." ucap Mas Assyraf.

"Ya Aila sih terserah Mas saja, Aila senang-senang saja kalau diajak jalan-jalan." ucap Aila kemudian tekekeh.

"Ya udah jam 10.00 WIB kita berangkat ya."

"Iya Mas. Oh iya pekerjaan Mas di rumah sakit bagaimana? Klinik bagaimana?" tanya Aila.

"Mas free untuk tiga hari ini kalau di rumah sakit, klinik nanti ada Aga yang ngurus." ucap Mas Assyraf.

"Ya sudah kalau gitu kita sarapan, abis itu Mas mandi dan Aila menyiapkan barang-barang yang akan dibawa."

"Oke sayangggg, makin cinta deh sama kamu."

"Lebay." ucap Aila seraya terkekeh dengan sikap suami nya itu. "Oh iya, kita nginep dihotel?" tanya Aila.

"Nanti kita tinggal di Villa milik keluarga Mas."

"Oh oke. Baru tahu aku kalau Mas punya Villa keluarga." Aila mengangguk.

"Nanti juga kamu tahu segala nya satu per satu." ucap Mas Assyraf tersenyum. Aila hanya membalas senyuman suami nya itu.

***

"Mungkin benar, dalam mencintai seseorang maka terima dan cintai lah dulu kekurangannya. Jika kita sudah mampu melakukannya, maka pasti kita akan lebih berkali-kali jatuh hati saat mengetahui kelebihannya satu per satu yang tak pernah kita ketahui."

Sampai di Villa, Aila begitu menyukai dengan pemandangan sekelilingnya. Begitu asri. Aila dan Mas Assyraf disambut oleh Ibu Sri dan Pak Diman yang mengurus sekaligus merawat Villa milik keluarga Mas Assyraf.

"Assalamu'alaikum." ucap Aila dan Mas Assyraf saat disambut dengan sebuah senyuman dari kedua pasutri itu.

"Wa'alaikumussalam. Sehat Den?" tanya Bu Sri.

"Alhamdulillah sehat, Ibu dan Bapak gimana kabarnya?"

"Alhamdulillah sehat juga Den. Ini istri nya Den?" tanya Pak Diman.

"Iya Pak, Bu. Ini istri saya namanya Aila."

"Meni geulis pisannnn...pinter kamu teh milih istri." ucap Bu Sri. Mas Assyraf tersenyum.

"Iya, geulis dan sepertinya masih muda." ucap Pak Diman kemudian. Aila hanya tersenyum malu.

"Makasih Bu, Pak." ucap Aila.

"Maaf ya tidak bisa hadir ke acara pernikahan nak Aila dan Den Assyraf. Habis Ibu dan Bapak juga acara mantu anak yang bungsu dikampung."

"Iya Bu, Pak. Enggak papa." ucap Aila tersenyum.

"Ya sudah ayo kita masuk." ucap Ibu Sri.

Saat memasuki Villa, terlihat sekali bahwa Villa ini benar-benar terawat. Selain aneka guci antik dan lukisan. Banyak foto-foto terpajang, mulai dari foto keluarga sampai foto Mas Assyraf semasa muda.

"Ya sudah Ibu dan Bapak tinggal dulu ya, mau masak buat makan malam." ucap Bu Sri.

"Iya makasih ya Bu. Nanti Aila bantu di dapur setelah membereskan barang-barang." ucap Aila tersenyum.

The Greatest HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang