Part 3

7K 247 12
                                        

"Takdir ? mengapa kita bertemu lagi"

***

Malam ini Angkasa sedang duduk di balkon atas rumahnya, memandangi langit malam yang dihiasi bintang. Terdengar helaan nafas berat dari Angkasa, lelaki itu kini mengambil ponsel nya yang tergeletak di atas meja belajar.

Begitu banyak sekali notif line yang masuk dari hp nya, yang menurut Angkasa tidak terlalu penting baginya. Ia langsung nimbrung di grup yang beranggotakan Varo, Dika dan dirinya.

Alvaro : Eh lo semua tau gak, anak baru yang tadi pas jam istirahat duduk di bangku kita ternyata pindahan dari Bandung

Dika : Serius lo? Tau dari mana emangnya?

Alvaro : Tau dong, anak cowok banyak yang ngomongin dia soalnya

Angkasa : Bahas apaan ni ?

Alvaro : Bahas cewek yang lo usir tadi Sa, namanya Prisca Aqila Syaqila

Dika : Widihh namanya cakep bener, cakep kayak orang nya :v

Angkasa : Bacot lo semua !!

Alvaro : Emang sih anaknya cantik, lo juga Sa sama cewek lembut dikit napa? Gimana cewek mau deketin lo muka kek es balok nusuk banget dingin nya

Angkasa : Bukan urusan lo

Dika : Yaelah si Angkasa di bilangin mah gitu, awas aja kalau dia suka sama tuh cewek

Angkasa : Ngarep banget sih gue suka sama cewek kayak dia

Alvaro : Entar kalo lo suka sama dia awas kemakan omongan sendiri, lo harus traktir kita berdua selama seminggu gak mau tau

Dika : Yoii banget Var, orang belum pernah jatuh cinta ya gitu

Alvaro : Elo juga jombloo, kayak pernah ngerasain jatuh cinta aja

Dika : Eh jangan salah, gini-gini pernah ya gue suka sama cewek

Alvaro : Siapa ? Mbak wati yang jual gorengan di warung seberang sekolah ya hahaha

Dika : Susah emang ngomong sama lo dasar blewah !!!

Angkasa hanya membaca pesan dari teman nya dan tidak berniat membalasnya. Pikiran nya terus mengingat kejadian tadi dimana dia menolong seorang cewek yang terlambat datang ke sekolah.

"Kok gue ngerasa pernah ketemu dia ya, tapi dimana ?" tanya Angkasa pada dirinya sendiri.

"Bodoh ah ngantuk mau tidur," gumam Angkasa yang berpikir keras sedari tadi. Ia pun merebahkan badan nya di tempat tidur dan menyelimuti dirinya.

Angkasa pun terlelap tidak lama kemudian, ditemani cahaya bulan yang menerobos masuk ke kamarnya. Sedangkan disana ada yang mengucapkan selamat tidur padanya.

"Selamat malam Asa tidur yang nyenyak," ucap gadis itu lalu memejamkan matanya perlahan.

***

Angkasa sudah tiba di sekolah pagi ini, kebetulan sekali hari ini dia tidak terlambat. Padahal telat adalah hal yang sudah biasa baginya.

Sekarang ini Angkasa sedang memarkirkan motor dan melepas helmnya, ia pun langsung turun dari motornya.

Beberapa cewek yang sedang menuju kelas berhenti sejenak untuk melihat Angkasa.

Bagaimana tidak, cowok tampan dengan balutan jaket jeans itu baru datang sepagi ini, wajah datar dengan rahang tegas dan kokoh tersebut menampakkan aura dingin di sekeliling nya yang begitu menusuk.

Tapi itulah pesona seorang Angkasa. Cowok itu tidak peduli dengan tatapan gadis-gadis yang melihatnya.

Baru saja Angkasa akan berbalik ke belakang untuk menuju kelasnya, sebuah tangan langsung menggandeng lengannya.

"Lo apaan sih!", ucap Angkasa tak suka lalu menatap tajam ke arah cewek tersebut.

"Angkasa temenin aku makan ya please, aku belum sarapan nanti kalau aku sakit gimana ?" tanya Bella yang notabennya kakak kelas Angkasa.

Dengan wajah sok imut nya Bella pun memasang tatapan memohon kepada Angkasa. Tapi yang di tatap malah memasang wajah datar dengan tatapan tajam.

Terdengar bisikan dari fans-fans Angkasa yang melihat kejadian itu, sudah biasa bagi mereka melihat Bella yang mendekati Angkasa.

Satu sekolah juga tau Bella itu siapa, Bella cantika Fahira anak kelas 12 IPS 5. Punya wajah cantik dan body yang bagus di tambah pakain crop nya dan rok ketat adalah dandanan nya sehari-hari.

"Eh lo, sini anak kelas 10 kan?, tanya Angkasa kepada adik kelas nya yang baru saja lewat.

"Iya bang kenapa?" tanyanya heran. "Nih temenin dia makan, gue gak ada waktu soalnya," ucap Angkasa dingin.

Angkasa yang muak melihat Bella pun langsung melepaskan gandengan tersebut, dan pergi tanpa merasa bersalah. Sedangkan adik kelas nya tadi hanya mesam-mesem karena bisa berdiri di dekat Bella.

Sedangkan Bella sudah mencak-mencak di tempat nya tidak terima di perlakukan seperti itu. 

AWAS lo Angkasa, gue pastiin lo jadi pacar gue, ucap Bella dalam hatinya sambil memandangi punggung Angkasa yang sudah tak terlihat lagi.

Bella pun lalu pergi menuju ke kelasnya, tidak tahan dengan bisikan fans-fans Angkasa yang membuatnya sakit telinga. Sedangkan adik kelas yang disuruh Angkasa tadi hanya diam tak melakukan apa-apa karena dilihatnya Bella langsung pergi tanpa memerdulikan kehadirannya.

Angkasa berjalan dengan langkah santai nya menuju ke kelas padahal dia tau kalau ada pr dan belum di kerjakannya. 

Ketika Angkasa berjalan di lorong kelas terdengar berapa teriakan kecil dari adik kelas nya dan bisikan para cewek-cewek yang terpana melihat ketampanan nya.

Padahal dandanan cowok tersebut jauh dari kata rapi dengan baju kaos hitam lengan pendek di dalam seragam nya, baju yang keluar dari celananya, kancing atas baju nya yang sengaja di biarkan terbuka, di tambah rambut Angkasa yang sedikit acak-acakan akibat melepas helm nya asal-asalan tadi.

Angkasa berjalan melewati ruang guru, dilihatnya pak Setyo yang sedang bersiap siap untuk mengajar di kelas dengan membawa beberapa buku di tangan nya.

Angkasa pun mau tidak mau langsung berlari ke kelasnya. Dia malas mempunyai urusan dengan guru tersebut.

Karena tidak melihat lagi jalan di depan nya, BRUKKK Angkasa tidak sengaja menabrak seseorang.

"Awww sakit !! Lo kalau jalan tuh liat-liat dong pake...." ucap gadis itu terpotong karena dirinya sekarang tengah bertatapan dengan lelaki itu.

DEG, mata mereka bertemu. Saat ini Acha tengah terduduk di lantai akibat ulah Angkasa.

Angkasa pun dengan wajah datarnya hanya menatap tajam gadis itu tanpa berniat membantunya.

"Pake kaki, bener kan ?" ucapnya dingin lalu pergi meninggalkan Acha sendiri.

Acha pun langsung berdiri di tempatnya, menatap kepergian Angkasa dengan heran. Padahal dia yang ditabrak malah dirinya yang ditinggal sendirian.

"Awas lo, pokoknya lo harus minta maaf!" ucap Acha yang kemudian langsung berlarian ke WC karena tidak tahan lagi.

***

Angkasa [Telah Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang