Letta bergegas pergi dari sekolah, ia menyusuri lorong sekolahnya dengan terburu-buru. Dirinya kembali merasakan sakit di hatinya saat menyaksikam Sovra yang begitu perhatian pada Azura, itulah sebabnya mengapa Letta memilih untuk membolos.
Dan sekarang, rasanya Letta ingin menangis sekencang-kencangnya, meluapkan rasa sakit dihatinnya.
Letta yang tidak membawa kendaraan pun mrmilih pergi ke luar gerbang utama, bel masuk belum berbunyi, dengan begitu ia bisa bebas keluar tanpa di ketahui.
Sedangkan di lain sisi Gizko tengah mengambil motornya di parkiran, bergegas pergi untuk menyusul Letta yang mungkin belum jauh dari area sekolahan.
Namun siapnya saat Gizko akan keluar dari gerbang, dia malah dihadang oleh sapam penjaga gerbang.
"Udah mau masuk, kamu kamu kemana?" tanya Bapak sapam itu pada Gizko.
"Saya mau izin ke rumah sakit pak, Nenek saya lagi di rawat. Dan saya sudah izin kok," kata Gizko.
"Yasudah," ucap Bapak Sapam itu yang ternyata percaya, padahal Gizko hanya berbohong. Nenelnya telah meninggal dua tahun yang lalu.
.
.
.
"Letta!" Gizko memanggil Letta yang sedang berjalan menunduk di trotoar.
Letta menoleh saat merasa namanya di panggil.
"Ngapain lo ngikutin gue?" ucap Letta dengan sorot mata tajam.
"Gue khawatir sama lu Let," jawab Gizko yang membuat Letta diam, tapi tak berselang lama, Letta langsung sadar.
"Gak usah khawatir ke gue! Gue udah gede, mending lo balik sana ke sekolah!" usir Letta yang mood nya benar-benar buruk.
"Ngapain gue balik, kalo bebep Letta ada di sini? Walaupun balik juga pasti udah di tutup. Yang ada gue di hukum, Nanti Abang Koko kecapean terus sakit. Emang bebep gak sedih apa," tutur Gizko mendramatis.
"Tau ah!" Letta sedang tidak berminat untuk debat kali ini. Ia melanjutkan jalannya yang entah mau kemana, tidak mungkin juga dia pulang. Yang ada ia di tanya oleh ibunya. Sekarang, Letta hanya ingin menenangkan hatinya.
"Eh, Let. Tunggu dong!" Gizko menyalakan kembali motornya dan menyusul Letta, lalu menghentikan motornya di hadapan Letta, menghalangi jalan Letta.
"Apaan lagi si, Ko?! Gue tampol juga lo!" kesal Letta.
"Udah buruan naik! Lo mau bolos kan? Gue temenin. Tulus kok," ucap Gizko dengan raut wajah menyebalkannya.
Aneh ya? Bolos aja pake tulus segala. Memang hanya Gizko yang seperti ini, tidak ada duanya.
"Ogah!" tolak Letta, Gizko hanya menghela nafas.
"Udah ayo naik!" Gizko menarik tangan Letta agar Letta mau naik. Letta hanya pasrah dari pada moodnya tambah buruk karena berdebat dengan Gizko. Lalu mereka pergi yang entah kemana Gizko membawanya.
***
Di sekolah bel istirahat sudah berbunyi dari 5 menit yang lalu tapi geng bar-bar belum keluar untuk menyerbu kantin.
"Zur, bangun!" ucap Sovra membangun kan Azura yang memang selama pelajaran pertama berlangsung gadis itu tertidur, dan untung saja saat guru bertanya mengapa Azura tidur, Sovra bisa beralibi.
"Apa?" Akhirnya Azura bangun dengan wajah yang masih terlihat sangat lelah.
"Udah istirahat, ke kantin gak lo?" tanya Sovra.
KAMU SEDANG MEMBACA
[1]Labirin Cinta✔
Teen FictionArah kita sama, namun tujuan kita berbeda. Kita memang tengah saling menuju, bedanya Aku menujumu sedangkan kamu menuju dia. dia yang tidak menoleh padamu, seperti kamu yang enggan menoleh padaku.
![[1]Labirin Cinta✔](https://img.wattpad.com/cover/205728116-64-k585448.jpg)