tiga puluh dua.

511 35 11
                                        

TiaraAtika4

Bel pulang berbunyi, para siswa-siswi langsung berhamburan keluar kelas untuk pulang dan sebagainnya. Dna geng bar-bar pun sama, mereka tengah merapihkan alat tulis mereka ke dalam tas.

"Hari ini balik aja yah, gak usah kumpul. Gua bener-bener cape," kata Ariana yang di setujii oleh semuanya.

"Gua anter lo pulang yah," ucap Ardan yang membuat Azura menghentikan aktivitasnya yang tengah memasukan buku-bukunya ke dalam tas.

"E-eh?" Ariana menatap Azura yang tengah sibuk merapihkan buku-bukunya, namun Ariana yakin jika Azura mendengar ajakan Ardan barusan.

"Gak usah, gua bisa balik sendiri," tolak Ariana yang membuat Ardan mengerutkan keningnya.

"Lo balik sama gua Na, katanya lo cape? Yaudah lo pulang sama gua, biar di mobil lo bisa istirahat," kata Ardan yang masih kekeuh.

"Ajak Azura juga yah," titah Ariana.

Azura yang namanya terpanggil refleks menayap Ariana.

"Sorry Na, gua kudu ke toko buku dulu,"  tolak Azura yang kembali sibuk memasukan buku-bukunya.

"Gapapa, nanti gua anter lu ke toko buku dulu Zur," kata Ardan yang kembali membuat Azura menoleh.

"Azura balik sama gua," ucap Sovra tiba-tiba yang baru saja memakai tas ranselnya.

Azura menoleh pada Sovra yang kini sudah berada di sampingnya.

"Mau jadi kambinh conge? Mau cemburu lagi?" tanya Sovra dengan berbisik, dan dengan refleks Azura menggeleng.

"Gua sama Sovra aja," kata Azura yang memilih jalan aman meski tetap saja ia merasa cemburu karna yang di ajak pulang bersama itu Ariana, bukan dirinya. Yang di beri perhatian Ariana, bukan dirinya.

"Sovra gua ikut sama lo yah," pinta Letta yang ikut bergabung.

"Gua bawa motor, lo mau duduk di depan stang?" ujar Sovra.

"Yahh gua balik sama siapa dung," ucap Letta dengan nada sedih.

"Sama gua aja beb," kata Gizko yang tengah duduk di atas meja.

"Ogah!" tolak Letta cepat.

"Ardan, gua nebeng yah," pinta Letta dengan wajah memohon.

"Iya-iya."

"Gua sama Sovra balik duluan yah," pamit Azura.

"Kaki lo? Udah gapapa?" tanya Sovra yang kembali ingat dengan kaki Azura yang sempat terkirir.

Azura menggeleng, "Udah gapapa kok," jawab Azura meyakinin.

"Gak mau gua gendong gitu? Biar romantis?" tanya Sovra sambil mengoda.

"Apaan sih alay! Udah yuk balik," kata Azura sambil mengandeng tangan Sovra, mengabaikan Sovra yang tertawa pelan.

Apa yang di lakukan Sovra pada Azura memang biasa saja, namun ternyata meninggalkan rasa sesak di hati seseorang yang kini hanya bisa menunduk sambil tersenyum miris.

Dirinys ingin seperti Azura, dekat dengan Sovra, dijaga oleh Sovra hingga merasa aman, dan merasa bahagia karna dekat dengan Sovra.

****

"Gua numpang molor yah di sini," kata Sovra sambil meletakan helmnya di atas motor.

"Rumah gua bukan penginapan yah," canda Azura sambil berjalan masuk ke rumahnya.

"Gua pundung yah?" izin Sovra yang malah membuat Azura tertawa.

"Ngapain izin dodol! Kalo pundung yah pundung aja, lagian gua gak peduli kok," kata Azura yang setetah itu kembali tertawa.

[1]Labirin Cinta✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang