empat puluh empat.

500 34 6
                                        

TiaraAtika4

"Zura, coklat atau vanilla?" tanya Ardan yang ingin memesan es krim.

"Engga deh," tolak Azura, dan kembali ikut menghabiskan es krim milik Sovra.

Ardan menghela nafas, Azura memang tengah menghindarinya.

"Ar gua ikut yah," pinta Arina yang langsung di angguki oleh Ardan.

Arina adan Ardan beranjak menuju penjual es krim.

"Jadi?" tanya Ariana tiba-tiba.

Ardan menoleh pada Ariana dengan tatapan binggung.

"Apa?" Ardan balik bertanya.

"Jadi apa yang lo lakuin setelah tau kalo Azura suka ke lo?" tanya Ariana menjelaskna.

Ardan menghela nafas, memedan es krim coklat dan Vanilla sebelum ia menjawab.

"Lo bener Na, gua terlalu maksa lo buat nerima cinta gua. Padahal di sini jelas-jelas lo cuman ngangep gua sebatas sahabat lo doang kan?" Ardan menghentikan ucapannya sebentar, menoleh pada abang penjual es krim yang masih setia melayani yang lain.

"Seharusnya gua gak terus-terusan ngejar lo yang dari awal cuman ngangep gua sahabat, maaf Na gua terlalu kepedean akan lo yang juga punya rasa yang sama kaya gua," lanjut Ardan dengan tawa kecil di akhir kalimatnya.

"Dan... lo pun bener Na, seharunya gua hargai perjuangan Azura dengan bales merjuangin dia. Lo gak mau Azura kecewa lagi kan Na?" Ardan menatap Ariana yang diam menatapnya.

"Gua bakal merjuangin Azura, gua bakal bales cinta ke dia. Gua bakal buka hati ke Azura," lanjut Ardan yang sukses membuat Ariana seperti tersambar petir di siang hari, pengakuan Ardan barusan membuat hatinya berdenyut sakit.

Mengapa rasanya menyakitkan saat Ardan akan mulai membuka hati untuk Azura? Harusnya ia senang karna sahabatnya itu akan mendapatkan Ardan bukan?.

"Maafin gua yah karna terlalu maksa lo buat jadi milik gua di saat lo gak punya rasa ke gua," ucap Ardan, mengambil beberapa es krim setelah ia membayarnya.

"Es krim vanilla punya lo," kata Ardan sambil menyodorkan es krim pada Ariana.

Ariana menerimanya dengan diam tanpa mengucapkan apapun, mulutnya terkunci seketika.

Ariana merasa tidak rela saat tau Ardan akan membuka hati pada Azura, merasa tidak ikhlas jika akhirnya ia harus kehilangan Ardan, orang yang ia cintai.

Lalu apa ia harus jahat? Apa ia harus egois? Tapi bukannya ini yang ia mau? Ardan balas memperjuangan Azura? Ardan membalas perasaan Azura?.

"Lo tau gak Ar kalo Sovra suka sama Azura?" tanya Ariana yang sama sekali tidak Ariana sadari.

Ardan yang baru ingin melangkah kan kakinya harus kembali terhenti saat mendengar ucapan Ariana.

"Sovra suka sama Azura Ar," ulang Ariana dengan terus menatap Ardan.

"Tau dari mana?" tanya Ardan seolah tidak percaya dengan ucapan Ariana.

"Gua tau dari Letta, Letta sendiri yang tau langsung dari Sovra," jelas Ariana.

"Yang lain udah nunggu," kata Ardan sambil berjalan medahului Ariana.

Ariana menatap Ardan yang sudah berjalan lebih dahulu dengan senyum getir, Ia tak mau bersikap jahat dengan merebut Ardan dari Azura, tapi ia pun tak ingin jika ia kehilangan Ardan.

Ia tak bermaksud jahat, ia hanya ingin terus mempertahankan cinta Ardan padannya, dengan cara membawa Sovra.

****

[1]Labirin Cinta✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang